Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Minta KPK Usut Nanang Ermanto? Eko Umaidi : ‘Dalilnya Tak Jelas, Itu Hanya Penggiringan Opini’
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung Selatan

Minta KPK Usut Nanang Ermanto? Eko Umaidi : ‘Dalilnya Tak Jelas, Itu Hanya Penggiringan Opini’

redaksi
Last updated: 6 Oktober 2021 20:10
redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Albantani, Eko Umaidi SH menganggap statemen sejumlah pihak agar KPK menetapkan tersangka terhadap Bupati Lampung Selatan, Hi Nanang Ermanto merupakan penggiringan opini kepada masyarakat. Karena dalil-dalil yang dikemukakan oleh pihak-pihak tersebut tidak jelas, absurd dan juga tidak berdasarkan kajian hukum yang komprehensif.

“Saya rasa hanya penggiringan opini. Apalagi dalil yang diungkapkan itu tidak berdasarkan kajian hukum maupun fakta persidangan. Kemudian, statemen tersebut diekspos secara gencar melalui sosial media,” kata pengacara muda dari kota Kalianda ini seraya menambahkan tidak ingin berspekulasi apa motiv yang melatarbelakangi statemen tersebut.

Jika kita kaji, terus pria lajang yang kerap disapa Umay ini, penerimaan aliran fee proyek di PUPR Kabupaten Lampung Selatan itu dapat dijerat dengan pasal Gratifikasi UU Tipikor. Namun begitu, Umay berpandangan tidak semua pihak dapat dijerat kasus rasuah itu karena ada kriterianya.

“Hal ini berkaitan dengan syarat formil. Karena, pasal gratifikasi itu berkaitan dengan kewenangan dan jabatan. Kira-kira bahasa sederhananya, memberi janji atau sesuatu ke pegawai negeri atau penyelenggara negara, agar berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang menjadi kewenangannya dalam jabatan. Istilah umumnya suap atau sogokan. Untuk kasus pak Nanang, sudah jelas pak Nanang adalah wakil bupati saat peristiwa penerimaan aliran dana tersebut. Dan yang memberi adalah atasannya, Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan. Artinya, tidak ada kepentingan seorang bupati mau menyuap bawahannya,” imbuh dia seraya tergelak ringan.

Lebih lanjut, Umay memaparkan analisa yuridis tentang fakta persidangan yang tempo hari di gelar di Pengadilan Negeri Tanjung Karang.

Menurut Umay, terungkap di Persidangan jika Bupati Lampung Selatan pada saat itu, Zainuddin Hasan melarang wakil bupati, Nanang Ermanto untuk ikut bermain proyek. Dengan begitu, Zainuddin Hasan mengungkapkan, jika Nanang memerlukan dana untuk operasional, turun ke bawah ke masyarakat untuk dapat meminta biaya operasional kepadanya. Bahkan kata Umay, dana fee proyek itu pernah diterima oleh ketua DPC PDIP Lamsel itu dalam kemasan “Uang Duka” dari Zainuddin Hasan pada saat ibunda Nanang mangkat.

“Tidak semua gratifikasi dilarang. Yang dibolehkan memenuhi kriteria yakni tidak bertentangan dengan peraturan perundang-udnangan yang berlaku.
Dipandang sebagai wujud ekspresi, keramah-tamahan, penghormatan dalam hubungan sosial antar sesama dalam batasan nilai yang wajar. Sedangkan gratifikasi yang dilarang yang berkaitan dengan jabatan, yakni dilarang oleh peraturan yang berlaku, bertentangan dengan kode etik, memiliki konflik kepentingan atau merupakan penerimaan yang tidak patut atau tidak wajar,” jelas Umay.

“Sedangkan masalah janji politik saat pencalonan, hal itu terkait dengan perolehan suara saat pilkada dengan janji jalan akan di bangun. Masalah janji ini kan terkait dengan janji kepentingan umum, jalan di Desa Waygalih Kecamatan Tanjung Bintang. Bukan janji untuk memperkaya diri atau orang lain,” ungkap Umay seraya menambahkan terkait janji politik itu sangat kecil kemungkinan Nanang Ermanto bakal dapat ditersangkakan karena tidak memenuhi unsur-unsur pidana.

Dalam kesempatan itu Umay pun meminta para elit, tokoh dan unsur masyarakat lainnya agar lebih bijak dalam memberikan pernyataan atau statemen baik itu di media massa maupun sosial media. Dikatakannya, segala penyataan atau statemen yang diekspos di media-media daring maupun cetak dan elektronik itu menjadi konsumsi masyarakat luas. Sehingganya perlu pemahaman dan penjelasan lebih lanjut.

“Saya rasa akan lebih bijak dan mendidik, jika pernyataan-pernyataan tersebut diungkapkan dengan dalil yang kuat dan sesuai fakta. Apalagi pendapat tersebut disampaikan di dalam forum-forum publik seperti seminar, atau diskusi publik. Memang hak masyarakat untuk berbicara dan mengeluarkan pendapat, namun hendaknya agar objektif, berimbang dan tidak ditunggangi tendensi pribadi atau kelompok. Kalau seperti ini kan terkesannya black campaign. Sungguh sangat merugikan untuk pihak di sisi yang berbeda. Apalagi untuk masalah ini proses hukumnya sedang berjalan. Hormati itu. Jangan malah berpendapat pribadi tanpa dasar untuk memojokkan pihak lain. Lembaga negara sekelas KPK, diminta atau tanpa diminta, memang sudah kewajibannya untuk menegakkan hukum dengan objektif dan profesional,” pungkasnya. (*)

TAGGED:featured
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article Pemkab Lamsel Paparkan Tsunami Selat Sunda Kepada BNPB RI
Next Article Di Kecamatan Penengahan, Winarni Kembali Sosialisasikan 1000 HPK Tangani Stunting
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sambangi Provinsi Lampung, Prof. Hikmahanto Berikam Kuliah Umum di STIH Muhammadiyah Kalianda
Ketua Dekranasda Pesibar Kagum & Terpesona Dengan Dekranasda Lamsel
Jamaah Haji Kloter 22 Asal Lamsel Tiba Di Masjid Agung Kalianda
Peringati HUT RI, Winarni Ikut Lomba Mancing Di Desa Rejomulyo
Tegakkan Keadilan, LKBH SPSI Lamsel Teken MoU Bersama Pengadilan Kalianda
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?