Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Pemkab Lamsel Paparkan Tsunami Selat Sunda Kepada BNPB RI
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung Selatan

Pemkab Lamsel Paparkan Tsunami Selat Sunda Kepada BNPB RI

redaksi
Last updated: 6 Oktober 2021 18:45
redaksi
5 tahun ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pemantauan dan Evaluasi Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Tsunami Selat Sunda secara virtual.

Kegiatan yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI) itu, diikuti oleh jajaran pejabat Pemkab Lampung Selatan melalui aplikasi zoom meeting dari aula rajabasa setempat, Rabu (6/10/2021).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan M. Darmawan mengawali paparannya menjelaskan mengenai penyebab dari terjadinya tsunami selat sunda di wilayah bumi khagom mufakat pada tahun 2018 lalu.

“Kejadian tsunami selat sunda Lampung Selatan terjadi pada hari sabtu, (22 Desember 2018) pukul 20.56 WIB. Terjadi erupsi Gunung Krakatau yang memicu longsor lereng gunung anak krakatau seluas 64 hektar,” ungkapnya.

Dalam kejadian tsunami tersebut, Darmawan menyebut, terdapat beberapa wilayah di Kabupaten Lampung Selatan yang terdampak. Beberapa diantaranya, yaitu pada Kecamatan Kalianda, Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Katibung, Kecamatan Sidomulyo, Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Bakauheni.

“Pada saat kejadian terjadi pengungsi, di Kecamatan Kalianda sejumlah 858 jiwa, kemudian Kecamatan Rajabasa 4.424 jiwa, Kecamatan Bakauheni ada 77 jiwa, Kecamatan Penengahan 244 jiwa. Total ada 5.603 jiwa pengungsi yang terdapat pada lapangan tenis indoor, balai desa dan tenda-tenda pengungsian,” ungkapnya lebih lanjut.

Kemudian, Darmawan kembali melaporkan terkait dengan jumlah kerusakan rumah akibat bencana yang dikelompokkan menjadi beberapa kategori. Kategori pertama, yaitu rumah rusak berat sebanyak 524 unit, kemudian rumah rusak sedang sebanyak 146 unit dan rumah rusak ringan sebanyak 139 unit.

Dari kejadian tersebut, Pemkab Lampung Selatan memperoleh bantuan Hunian Tetap (Huntap) dari Pemerintah Pusat, dengan total pembangunan huntap yang telah terealisasi yakni sebanyak 524 unit.

Dengan rincian, desa Kunjir sebanyak 138 unit, desa way muli Induk sebanyak 58 unit, desa Suak sebanyak 2 unit, desa Kalianda sebanyak 35 unit, desa Rajabasa sebanyak 34 unit, desa Maja sebanyak 18 unit, desa Way Muli Timur sebanyak 129 unit, desa Sukaraja sebanyak 20 unit, desa Banding sebanyak 13 unit, desa tarahan sebanyak 6 unit dan desa Tejang Pulau Sebesi/Sebuku yang direlokasikan ke desa Maja sebanyak 71 unit.

“Ini adalah kesulitan kami pak, pada waktu itu adalah mencari lahan untuk relokasi. Dimana di daerah tersebut kebanyakan geografinya berbatu dan berbukit. Sehingga sulit untuk mencarikan lahan, ini kami peroleh secara bertahap pak,” ungkapnya.

Dari data tersebut, Darmawan melaporkan progres pembangunan Huntap di Kabupaten Lampung Selatan telah selesai 100 persen pada 30 Juni 2021 lalu. Sebagian besar bangunan Huntap telah dihuni oleh keluarga penerima bantuan. (ptm)

TAGGED:featured
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article Dibalut Rasa Penasaran, LPP RRI Kunjungi Sekretariat Swasembada Gizi dan Kebun Edukasi Lamsel
Next Article Minta KPK Usut Nanang Ermanto? Eko Umaidi : ‘Dalilnya Tak Jelas, Itu Hanya Penggiringan Opini’
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BBHAR Lamsel Siap Berikan Bantuan Hukum Kepada Bima Tiktokers Yang Kritik Lampung
Babinsa Gelar Gotong-Royong Pembersihan Jalan Bersama Warga
Sambangi Pulau Sebesi, Kodim Lamsel Berikan Santunan Tali Asih dan Pengobatan Gratis Kepada Masyarakat
Lawan Petugas Selama PPKM Darurat Bisa Kena UU KUHP
Hadiri Koordinasi & Sosialisasi Kampanye Pemilu 2019, Kapolres Lambar Jelaskan Tugas Pokok Polri
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?