Connect with us

Lampung Selatan

Fredy Buka Sosialisasi & Penyampaian Hasil Penilaian Kepatuhan Terhadap Standar Pelayanan Publik

Published

on

Hanuang.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Ir. Fredy SM, MM, membuka sosialisasi sekaligus penyampaian hasil penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan sesuai dengan Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik tahun 2018.

Acara yang digelar di Aula Sebuku, Rumah Dinas Bupati Lamsel, dihadiri Kepala Ombudsaman RI Perwakilan Lampung Nur Rakhman Yusuf, para Kepala OPD terkait pelayanan, para Camat, Kepala Puskesmas, serta Lurah dilingkup Pemkab setempat.

Kepala Bagian Organisasi Pemkab Lamsel, Puji Sukamto menjelaskan, dilaksanakannya kegiatan itu, bertujuan agar para peserta dapat mengerti, memahami, mengaplikasikan, serta meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Sehingga terwujud sistem penyelenggaraan publik yang real bagi masyarakat serta terpenuhinya penyelenggaraan pelayanan publik sesuai dengan Undang-Undang nomor 25 tahun 2009,” kata Puji dalam laporannya, Senin (17/12/2018).

Sementara itu, berdasarkan survey kepatuhan yang dilakukan secara mandiri oleh Ombudsman, Kabupaten Lamsel memperoleh nilai 86,92. Dengan demikian, Kabupaten Lamsel masuk zona hijau untuk penilaian pelayanan publik tahun 2018.

“Kami dari Ombudsman menyampaikan apresiasi kepada Lampung Selatan yang masuk ke zona hijau atau tingkat Kepatuhan Tinggi,” ujar Kepala Ombudsaman RI Perwakilan Lampung Nur Rakhman Yusuf saat menyampaikan sambutannya.

Namun demikian katanya, penilaian zona hijau merupakan akumulasi dari penilaian OPD-OPD yang ada. Sebab, masih ada beberapa OPD yang belum masuk zona kuning.

“Jadi, ini tertolong oleh beberapa dinas yang memang sudah mendapatkan penilaian yang cukup tinggi. Sehingga di rata-rata bisa menaikan hasil penilaian di Kabupaten Lampung Selatan,” ungkapnya.

Dia berharap, apa yang sudah bagus tersebut agar bisa dipertahankan, dan jika perlu ditingkatkan, dan yang memang masih kurang dibeberapa dinas perlu ada upaya-upaya peningkatan pelayanan, sehingga standar pelayanannya bisa lebih baik lagi.

“Idealnya semuanya bisa mendapat nilai 100, paling tidak diatas rata-rata zona hijau. Karena dengan hasil yang didapat, saya yakin semua pasti bisa, tinggal bagaimana komitmen para Kepala OPD untuk memperbaiki standar pelayanannya,” ujarnya.

Sedangkan, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamsel, Fredy menginstruksikan kepada OPD untuk lebih meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi OPD yang dinilai masih rendah.

“Ini tolong kepada OPD yang nilainya masih rendah untuk dilihat kembali, apa kelemahnnya, apakah memang tidak ada, atau mungkin kurang pelayanannya. Ini kedepan yang harus kita perbaiki,” pesan Fredy.

Selain itu, Fredy juga meminta seluruh OPD untuk memberikan pelayanan secara maksimal, serta menjadikan predikat yang diperoleh Kabupaten Lamsel, sebagai motivasi seluruh jajarannya untuk berbuat yang lebih baik lagi.

“Memang ini cukup membanggakan, namun disisi lain ini menjadi tantangan kita kedepan untuk mempertahankannya. Jangan sampai ada yang turun, kalau bisa lebih ditingkatkan,” pungkasnya. (Arya/Kmf)

 1,643 total views,  3 views today

Kriminalitas

KSKP Bakauheni Berhasil Amankan Ribuan Burung Kicau

Published

on

By

Hanuang.com, BAKAUHENI – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), berhasil amankan 2.057 (dua ribu lima puluh tujuh) ekor burung, diantaranya berjenis satwa liar yang dilindungi.

Burung-burung itu, dipergoki oleh petugas ketika melakukan pemeriksaan kendaraan di areal pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Rencananya, burung yang dikemas dalam paket keranjang plastik itu akan di seberangkan ke daerah Cikande, Serang – Banten menggunakan sebuah mobil.

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, Kepala KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah membenarkan kejadian itu.

“Betul. Tepatnya hari Selasa (15/6/2021), pukul 01.00 WIB. Petugas mengamankan IH (32) alias S bersama satu unit mobil yang mengangkut satwa liar di areal pintu masuk Pelabuhan Bakauheni,” sebut Kapolsek, Rabu (16/6/2021) pagi.

Diketahui, kendaraan Toyota Avanza warna silver ber-nopol BG 1544 FD yang kedapatan mengangkut 2.057 ekor burung berbagai jenis yang dikemas dalam 65 buah paket keranjang plastik warna putih dan 11 buah kardus kecil warna coklat.

“Berdasarkan keterangan saudara IH, satwa liar tersebut diangkut dari rumah B di Way Kanan dan akan dibawa menuju daerah Cikande. Sedangkan, inisial B sudah di tetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang, red.),” terang AKP Ferdi.

Ketika ditanya, IH nekat mengirimkan satwa liar itu karena mendapat ongkos kirim berjumlah lumayan menggiurkan. “Iya. Dapat bayaran Rp. 3,5 juta,” ujarnya bernada lesu.

Guna keperluan proses penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut, pengangkut berikut barang bukti berupa 65 buah paket keranjang plastik warna putih dan 11 kardus kecil warna coklat, satwa liar jenis burung sejumlah 2.047 ekor, dengan rincian satwa yang tidak dilindungi diantaranya, 930 ekor burung Jalak Kebo, 510 ekor burung Perenjak, 210 ekor burung Gelatik, 270 ekor burung Perkutut, 96 ekor burung Pleci, 24 ekor burung kepodang, 5 ekor burung Konin dan 5 ekor Burung Muncang. Sedangkan, jenis satwa yang dilindungi seperti, 5 ekor burung Cucak Ranting dan 5 ekor burung Cucak Ijo Mini. Kesemuanya dibawa ke kantor KSKP Bakauheni.

“IH dipersangkakan melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf (a) Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No.5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan,” pungkas AKP Ferdi. (*)

 56 total views,  56 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Di Sragi, Babinsa Palas Gotong-Royong Perbaiki Fasilitas Umum

Published

on

By

Hanuang.com – Babinsa Koramil Palas, menggelar gotong-royong dalam membangun dan melakukan pengecatan fasilitas Umum di desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Rabu, (16/06/21).

Hal itu dilakukan oleh Serda Anwar dan 4 Personil anggota Koramil 421-08/Palas yang melaksanakan kegiatan gotong-royong bersama warga masyarakat setempat.

“Kegiatan gotong-royong adalah salah satu budaya warisan leluhur yang harus kita lestarikan karena mempunyai nilai-nilai kebersamaan/persatuan, guyup, dan penuh kekeluargaan” beber Serda Anwar.

“Oleh karena itu dalam kegiatan ini saya bersama warga masyarakat ds Baktirasa Kecamatan Sragi melakukan pembangunan dan pengecetan fasilitas umum supaya masyarakat bisa menggunakan fasilitas umum dengan nyaman” tutupnya. (*)

 70 total views,  70 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Balitbang Lamsel Akan Gelar Sosialisasi Penginputan Data Inovasi Daerah

Published

on

By

Hanuang.com – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lampung Selatan akan mengadakan sosialisasi penginputan data inovasi daerah. Kegiatan itu dalam rangka penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2021.

Kepala Balitbang Kabupaten Lampung Selatan, Syahlani, SH, MH, mengatakan, kegiatan sosialisasi akan diselenggarakan pada tanggal 16 hingga 17 Juni 2021. Nantinya kegiatan itu akan diikuti oleh perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Lampung Selatan.

“Kegiatannya akan berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis besok. Karena jumlah peserta cukup banyak, prokes harus kita ikuti. Makanya kami bagi dua,” jelasnya saat ditemui Diskominfo Lamsel, di ruang kerjanya, Selasa (15/6/2021).

Sebelumnya, kata Syahlani, perwakilan dari seluruh OPD telah mengirimkan alamat email. Dimana nantinya akan menjadi akun dari masing-masing OPD untuk menginput data ke aplikasi yang telah disiapkan.

“Kemarin perwakilan OPD sudah mengirimkan alamat email. Nah nanti inputnya melalui aplikasi yang telah disiapkan. Besok kita belajar sama-sama,” kata Syahlani.

Pada kesempatan itu, Syahlani mengungkapkan terkait tiga bentuk inovasi daerah yang akan dinilai pada lomba inovasi daerah. Yakni, inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik, serta inovasi daerah lainnya.

“Penilaian IID ini berbasis inovasi daerah dalam berbagai bentuk atau bidang. Tentunya telah berhasil dilakukan oleh pemerintah daerah, baik dari aspek input, proses, output, dan outcome,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syahlani menyampaikan, dalam penilaian tersebut terdapat pula beberapa persyaratan yang menjadi penilaian IID oleh tim penilai dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Persyaratan tersebut diantaranya, memiliki kebaharuan dan keunikan sebagian atau keseluruhan, kegiatan inovasi daerah yang diusulkan minimal telah berjalan dua tahun, dan bukan merupakan kegiatan yang sedang direncanakan atau sedang dikerjakan.

Kemudian, kegiatan inovasi daerah yang diusulkan adalah kegiatan yang dibiayai dengan dana APBD dan/atau sumber pembiayaan lain yang sah. Kegiatan inovasi daerah yang diusulkan juga telah memberikan dampak atau manfaat bagi daerah dan masyarakat serta bersifat berkelanjutan.

“Nanti kita lihat dari OPD, inovasi apa yang sudah dibangun selama ini. Nah nanti ini ada syarat dan kriterianya, masuk atau tidak. Tim penilai dari Kemendagri langsung yang menilai, bukan kami,” pungkasnya. (ptm)

 860 total views,  427 views today

Continue Reading

Trending Topic