Hanuang.com – Masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, khususnya di wilayah barat dan timur, berpeluang menikmati akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Hal ini menyusul langkah Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang mulai menjajaki kerja sama strategis dengan Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada (RSUD BNH), rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung.
Rencana penguatan sistem rujukan tersebut dibahas dalam audiensi antara jajaran RSUD BNH dengan Bupati Lampung Selatan di ruang kerja bupati, Rabu (29/4/2026).
Kerja sama ini diproyeksikan mampu memangkas jarak tempuh warga dalam memperoleh layanan medis lanjutan, terutama bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat kota Kalianda.
Direktur RSUD BNH, Sri Aryanti, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan mengintegrasikan layanan kesehatan tingkat provinsi dengan visi pembangunan kesehatan di Kabupaten Lampung Selatan.
Melalui sistem rujukan lintas sektoral yang diperkuat, pasien dari puskesmas maupun klinik di Lampung Selatan nantinya dapat lebih mudah mengakses layanan spesialis di RSUD BNH yang berlokasi di kawasan Kota Baru, Kecamatan Jati Agung.
“Kami ingin meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat dan memudahkan warga Lampung Selatan menjangkau layanan spesialis melalui sistem rujukan yang terintegrasi,” ujar Sri Aryanti, seraya memaparkan fasilitas rumah sakit yang mencakup layanan rawat jalan spesialistik, laboratorium, radiologi, hingga ambulans.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia mengakui adanya aspirasi besar dari masyarakat terkait kebutuhan fasilitas kesehatan yang lebih dekat, terutama bagi warga di wilayah barat dan timur kabupaten.
“Ada aspirasi masyarakat terkait kebutuhan rumah sakit di wilayah barat maupun timur. Dengan hadirnya RSUD Bandar Negara Husada, ini tentu bisa menjadi opsi untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi warga kami,” kata Egi.
Meski demikian, ia memberikan catatan penting terkait kualitas pelayanan. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur dan peralatan medis modern harus diimbangi dengan pelayanan yang ramah, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
“Saya terbuka terhadap semua bentuk kerja sama. Namun saya titip, sisi pelayanan harus terus ditingkatkan. Masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Terkait skema teknis, Pemkab Lampung Selatan melalui Bagian Kerja Sama Setdakab akan melakukan kajian mendalam agar implementasi kerja sama berjalan sesuai regulasi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat di Bumi Khagom Mufakat. (Arya)





