Connect with us

Bandar Lampung

Zainudin Hasan Anggap ABN, Anjar Asmara & Syahroni Berikan Keterangan Palsu

Published

on

Hanuang.com – Sidang Kasus Suap Fee Proyek Dinas PUPR Lampung Selatan (Lamsel) dengan terdakwa Bupati Lamsel Non Aktif Zainudin Hasan digelar di Ruang Garuda, Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjung Karang, Bandar Lampung, Senin, (14/01/19).

Sidang tersebut yakni mengagendakan keterangan dari saksi-saksi.

Sedikitnya ada tujuh orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan tersebut yakni diantaranya, Plt. Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, Ketua DPRD Lamsel, Hendry Rosyadi, Kadis Pendidikan Lamsel, Thomas Amrico, Kadis Ketenagakerjaan Lamsel, Hermansyah Hamidi, Kabid Pengairan PUPR Lamsel, Syahroni, beserta Anjar Asmara dan Agus Bhakti Nugroho (ABN).

Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Mien Trisnawati beserta empat orang hakim anggota berjalan cukup lama dan alot.

Dimana semua saksi dimintai keterangan dan kesaksiannya secara benar dalam persidangan yang berlangsung.

Sekitar pukul 19.45 WIB, Ketua Majelis Hakim, Mien Trisnawati, memberikan kesempatan kepada kuasa hukum dan terdakwa (Zainudin Hasan_red) untuk menyanggah jawaban dari para saksi jika menurut terdakwa tidak benar, setelah digelar pemeriksaan alat bukti yang dibawa oleh JPU KPK RI dengan berisikan keterangan barang bukti dan keterangan para saksi.

“Saya persilahkan kepada Terdakwa Zainudin Hasan untuk membantah jika keterangan saksi dianggap tidak benar” ungkapnya.

Zainudin Hasan mengungkapkan bahwa keterangan yang diberikan oleh saksi Anjar Asmara terkait plotting proyek tidak benar.

“Tidak benar yang mulia hakim, Seolah-olah saya yang ploting” ungkapnya.

“Dan untuk saudara Agus ini, sangat jauh berbeda saat dahulu dan sekarang ini, yang ambil uang dia (ABN_red), yang menyimpan dia (ABN_red), jadi saya ini tidak pernah terima uang dari ABN ini” beber Zainudin Hasan.

“Saya lihat mereka bertiga ini (ABN, Anjar, Syahroni_red) berasumsi semuanya menyalahkan Bupati saja, saya tidak merasa terima uang Rp. 70 Milyar ini, Kapan diserahkan Bastian ke saya, Saya lihat banyak hal yang dilakukan saudara ABN ini secara sendiri dan bukan inisiatif dari saya” pungkasnya.

Ketua Majelis Hakim, Mien Trisnawati menjelaskan agar terdakwa tidak berkeluh kesah.

“Cukup dibantah saja jika tidak benar,” tegas Mien Trisnawati.

“Yang terakhir saya minta (Sertifikat hak milik_red) tidak semuanya di Fotocopy dan dibawa kesini dijadikan barang bukti” harap zainudin

“Ini kan pemeriksaan alat bukti yang diajukan oleh JPU KPK RI, jadi nantikan bisa kita lihat mana yang benar dan mana yang tidak” tegas Mien Trisnawati.

“Coba kalau saudara Agus (ABN_red) bagaimana? Apakah benar yang diucapkan terdakwa” tanya Majelis Hakim.

“Saya yang mengantarkan dan menyerahkan secara langsung dengan terdakwa yang mulia, Kalau bapak (Zainudin Hasan_red) bilang tidak mengetahui sejumlah uang itu, saya ada saksi namanya Johan, orang yang membantu dirumah Way Halim tersebut” ungkap ABN.

Selanjutnya Zainudin Hasan menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta sejumlah uang pribadi milik Kadis Pendidikan Lamsel, Thomas Amrico.

“Saya tidak pernah minta uang pribadi milik Thomas Amrico” pungkas Zainudin.

Ketua Majelis Hakim menanyakan langsung kepada Thomas Amrico apakah hal tersebut benar adanya.

“Yang meminta dan mengambil uang ke saya itu Saudara ABN, dan katanya disuruh bapak (Zainudin_red)” jelas Thomas. (Arya)

5,869 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Bandar Lampung

Dua Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Ditemukan Tewas Tenggelam

Published

on

By

Hanuang.com – dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, Lampung tenggelam di embung belakang kampus setempat, Senin, (07/10/19).

Kedua mahasiswa tersebut yakni, Ajrul Amin (18), dan Ikbal Firmansyah (18), Fakultas Matematika di Kampus setempat.

Menurut keterangan saksi yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa, sekitar pukul 14.00 WIB korban dan rekan-rekannya menuju embung, dengan tujuan untuk merayakan ulang tahun korban Ajrul Amin.

“Setelah sampai di embung sepatu korban dilemparkan oleh Ikbal ke tengah embung, karena sepatu korban dilempar ke tengah kemudian korban hendak mengambil sepatunya yang dilempar ke tengah embung, sewaktu korban berenang akan menuju ke sepatunya tiba- korban tenggelam” ungkapnya.

“Kemudian Ikbal hendak membantunya karena dia yang melemparkan sepatu tersebut, tiba-tiba sampainya ditengah hendak membantu, dia juga ikut tenggelam dan tidak timbul lagi. akhirnya saksi memberi tahu pihak kampus UIN tentang kejadian tersebut” jelasnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, Kedua korban meregang nyawa. Dan pada pukul 15.05 WIB korban Ikbal dapat ditemukan oleh BNPB dan Masyarakat, sedangkan korban Ajrul Amin ditemukan sekitar Pukul 15.25 WIB. (Arya)

2,462 kali dilihat, 30 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Bandar Lampung

Kompas Gramedia Lampung Award, Lamsel Terima Dua Penghargaan Inovasi Daerah

Published

on

By

Hanuang.com – Prestasi gemilang kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Kamis, (03/10/19).

Kali ini, Kabupaten Lampung Selatan berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang Kompas Gramedia Lampung Award 2019 dengan tema “Innovative Leader Award”.

Penghargaan pertama kategori Kesehatan dengan program unggulan “Terapi Sentuh Gratis” dan kedua kategori Pelayanan Publik dengan program “Layanan Kependudukan Online”.

Kompas Gramedia menilai, Lampung Selatan berhasil menjalankan program inovasi daerah dengan tema “Tersentuh Sentrik, Stimulasi Somatosensorik” yang menjadi salah satu program andalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar SKM Kabupaten Lampung Selatan.

Selain itu, Kompas Gramedia juga menilai program Layanan Kependudukan Online yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Lampung Selatan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam membuat dokumen kependudukannya secara online.

Adapun, penghargaan diserahkan oleh Pimpinan Tribun Pusat H. Herman Darmo dan Ketua Kompas Gramedia Area Sumbagsel Hadi Prayogo kepada Kepala Dinas Kominfo Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, pada Kamis malam (3/10/2019).

Malam penghargaan yang digelar di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung itu, turut dihadiri oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, para bupati/walikota, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Lampung Chandri beserta Kepala Dinas Kominfo se-Provinsi Lampung.

Ketua Dewan Juri Kompas Gramedia Award, Andi Asmadi mengatakan, selain sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi, penghargaan itu diberikan juga sebagai bentuk penghargaan Kompas Gramedia Grup kepada Mitra Bisnis dan Nara Sumber.

“Malam penganugerahan Kompas Gramedia Award bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dengan grup Kompas serta sebagai apresiasi kepada kepala daerah yang telah membuat program kerja yang inovatif,” kata Andi Asmadi.

Sedangkan, Pimpinan Tribun Pusat H. Herman Darmo berharap, dengan hadirnya Kompas Lampung Award, bisa menjadi pemacu semangat pemerintah daerah dalam membangun inovasinya untuk masyarakat.

“Satu setengah tahun yang lalu saya kemari dan sekarang saya berada disini lagi. Banyak perkembangan dan kemajuan yang pesat, pembangunan gedung-gedung tinggi. Mudah-mudahan kemajuan Lampung salah satunya berkat hadirnya grup Kompas di Provinsi Lampung,” ujar H. Herman Darmo dalam sambutannya.

Sementara itu, Mewakili Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Sefri mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan tersebut.

Dia mengatakan, pencapaian itu menjadi spirit jajaran Pemkab Lampung Selatan, khususnya RSUD Bob Bazar SKM Lampung Selatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lampung Selatan untuk menjadi yang lebih baik lagi kedepan.

Sebelumnya Sefri menjelaskan, program “Tersentuh Sentrik, Stimulasi Somatosensorik” merupakan terapi untuk anak dengan gangguan tumbuh kembang, dimana program tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2014 yang lalu.

“Ini (program, red) memang sudah berlangsung sejak tahun 2014, akan tetapi ruangannya masih tergabung antara terapi anak dan untuk orang dewasa,” tutur Sefri.

Selain itu, Sefri menuturkan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Lampung Selatan juga memiliki program “Pake Oli”, yaitu Pelayanan Administrasi Kependudukan secara Online.

“Dengan Pake Oli masyarakat dapat mengurus dan membuat dokumen kependudukan secara online,” katanya. (Arya)

3,658 kali dilihat, 26 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Bandar Lampung

Kapolda Lampung Lepas 550 Personil Untuk Pengamanan Unras Di Jakarta

Published

on

By

Hanuang.com – Kapolda Lampung, Irjen Pol. Drs Purwadi Arianto M.Si, Pimpin Langsung Upacara Pelepasan Personil Brimob Polda Lampung dalam rangka BKO Polda Metro Jaya dalam Aksi Unjuk Rasa (Unras) yang terjadi di Jakarta Ibukota Indonesia.

Acara Pelepasan dilaksanakan di Lapangan Sat Brimob Polda Lampung, Senin (23/09) Pukul 16.00 WIB, dihadiri oleh PJU Polda Lampung dan Seluruh Personil Brimob Polda Lampung.

Sebanyak 551 Personil Brimob Polda Lampung yang dipimpin langsung oleh Dansat Brimob, Kombes Pol. Doniyar Kusumaji, SIk akan diberangkatkan BKO ke Polda Metro Jaya dan bergabung dengan personil Brimob lainnya dalam rangka Pengamanan Aksi Uras yang terjadi di Jakarta Ibukota Indonesia.

Dalam Amanatnya Kapolda Lampung mengatakan bahwa Apel pada sore ini bertujuan untuk melepas rekan-rekan Sat Brimob Polda Lampung yang akan melaksanakan tugas BKO Polda Metrojaya dalam rangka pengamanan Aksi Unras yang terjadi di Jakarta.

“Kepada Personil Sat Brimob yang akan melaksanakan BKO saya berharap rekan-rekan dapat melaksanakan tugas ini dengan ikhlas laksanakan koordinasi dengan satuan Kepolisian Setempat, satuan TNI maupun instansi terkait dalam pelaksanaan tugasdan jaga nama baik satuan” Ujar Kapolda Polda Lampung.

Lanjutnya, Ada beberapa perhatian yang perlu saya sampaikan Tangani setiap aksi unras baik yang dilakukan oleh kelompok Mahasiswa maupun elemen masyarakat lainya secara Profesional, laksanakan pendekatan humanis, laksanakan PAM dengan maksimal baik PAM terbuka maupun PAM tertutup dengan senantiasa melibatkan unit intelijen dalam upaya merangkul ataupun menggalang kelompok yang melakukan aksi Unras.

Berikan APP yang jelas kepada seluruh anggota yang terlibat PAM Unras dan laksanakan apel Konsolidasi setiap selesai melaksanakan tugas,hindari hal hal yang dapat membahayakan diri maupun Masyarakat.

”Apabila akan melakukan tindakan Kepolisian maka pedomani tahapan-tahapan peraturan dlm tindakan kepolisian yaitu Perkap Nomer 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan Kepolisian. Perkap Nomer 8 Tahun 2009 tentang Implementasi prinsip dan standar HAM dlm penyelengaraan tugas Kepolisian RI. Perkap Nomer 2 tahun 2019 tentang Penindakan Huru hara Serta Jaga sikap toleransi,jgn arogan dan tidak mudah terpancing emosi,serta junjung tinggi harkat dan martabat Polri sebagai Aparat pengayom dan pelindung masyarakat. Jalanin sinergitas TNI-Polri dan instansi terkait sesuai tugas pokoknya masing-masing dalam pelaksanaan tugas pengamanan.” Tegas Kapolda Kembali.

Selesai Upacara dilanjutkan dengan pemberian CinderaMata dan ucapan selamat kepada seluruh Personil Brimob yang akan BKO oleh Kapolda dan PJU Polda Lampung. (Rilis)

3,010 kali dilihat, 30 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Trending