Connect with us

Bandar Lampung

Kasus Korupsi Di Lamsel, Ada Saksi Yang Sempat Melarikan Diri

Published

on

Hanuang.com – Sidang lanjutan perkara kasus korupsi pengadaan barang dan jasa atau permainan fee proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan (Lamsel), di Pengadilan Tipikor PN Tanjung Karang, mengungkap hal baru, Senin, (14/01/19).

Di persidangan yang diketuai majelis hakim Mien Trisnawati dengan terdakwa Bupati Lampung Selatan non aktif Zainudin Hasan, dihadirkan tujuh orang saksi.

Diantaranya, mantan Kadis PUPR Lampung Selatan, Anjar Asmara, Kabid Pengairan PUPR Lamsel, Syahroni, mantan anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugroho, Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Lamsel, Hermansyah Hamidi, Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, dan Ketua DPRD Lampung Selatan, Hendry Rosyadi.

Hakim anggota, Manshur Bustami menyatakan bahwa Syahroni selama perkara tersebut bergulir, pernah melarikan diri.

“Saya agak bingung dengan saudara. Di BAP disebutkan bahwa saudara saksi pernah melarikan diri? Benar seperti itu?” tanya Manshur Bustami.

“Iya yang mulia,” jawab Syahroni.

“Kemudian anda ditemukan dalam kondisi kucel. Tidak pernah tidur. Benar demikian?” kata Manshur lagi.

“Iya benar yang mulia,” ucap Syahroni.
“Dan kemudian anda diminta untuk menghadap atas panggilan penyidik KPK?” imbuh Manshur.

“Benar seperti itu yang mulia,” ungkap Syahroni.

Manshur juga menyebut bahwa Syahroni sebelumnya sudah menjadi orang yang disidik oleh KPK.

“Status saya sebagai saksi,” ujar Syahroni.

Pantauan Hanuang.com, dialog diatas tidak dijabarkan lebih jauh oleh majelis hakim. Hakim tidak bertanya mengapa dan apa alasan Syahroni sampai melarikan diri hingga tidak pulang ke rumahnya dan tidak tidur lalu kemudian ditemukan seseorang dengan kondisi yang tidak prima.

Informasi yang dihimpun, menyebutkan Syahroni sempat dicari-cari oleh sejumlah oknum karena kasus korupsi tersebut ditangani oleh KPK.

Dikonfirmasi terpisah, Jaksa KPK Wawan Yunarwanto menyatakan, bahwa Syahroni beralasan melarikan diri karena ketakutan.

“Pada saat OTT ada uang yang diamankan. Dan uang itu berkaitan dengan Syahroni. Penyidik sempat kesulitan mencari dia. Alasan dia takut,” ujarnya.

Wawan Yunarwanto mengaku tidak mengetahui apa alasan Syahroni melarikan diri.

“Dia bilang hanya takut saja. Dasar ketakutannya kita tidak tahu kenapa,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terkait informasi yang didapat hanuang.com, bahwa Syahroni memilih melarikan diri karena ada pihak yang diduga ingin membunuhnya, Wawan mengatakan tidak tahu menahu.

“Saya tidak tahu kalau soal itu. Yang pasti dia beralasan karena ketakutan. Saya enggak sampai ke sana. Itu di luar jangkauan saya,” tuturnya.

Sementara itu, Manshur Bustami menyatakan bahwa Syahroni sebelumnya menghilang dan akhirnya ditemukan di Pasar Tugu, Kota Bandar Lampung.

“Yang menemukan dan menjelaskan bahwa Syahroni seperti itu berdasarkan kesaksian salah satu saksi di Panitia Pokja. Maka kemudian saya tanyakan, dan diakui,” paparnya.

Syahroni sendiri ketika dicoba dikonfirmasi mengenai hal itu menolak memberikan tanggapan.

“Sudah dulu lah. Nanti-nanti lagi lah,” ujarnya sambil meninggalkan PN Tanjung Karang usai sidang selesai. (Kardo)


Sumber : Kardo kupas tuntas

5,483 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bandar Lampung

Dua Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Ditemukan Tewas Tenggelam

Published

on

By

Hanuang.com – dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, Lampung tenggelam di embung belakang kampus setempat, Senin, (07/10/19).

Kedua mahasiswa tersebut yakni, Ajrul Amin (18), dan Ikbal Firmansyah (18), Fakultas Matematika di Kampus setempat.

Menurut keterangan saksi yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa, sekitar pukul 14.00 WIB korban dan rekan-rekannya menuju embung, dengan tujuan untuk merayakan ulang tahun korban Ajrul Amin.

“Setelah sampai di embung sepatu korban dilemparkan oleh Ikbal ke tengah embung, karena sepatu korban dilempar ke tengah kemudian korban hendak mengambil sepatunya yang dilempar ke tengah embung, sewaktu korban berenang akan menuju ke sepatunya tiba- korban tenggelam” ungkapnya.

“Kemudian Ikbal hendak membantunya karena dia yang melemparkan sepatu tersebut, tiba-tiba sampainya ditengah hendak membantu, dia juga ikut tenggelam dan tidak timbul lagi. akhirnya saksi memberi tahu pihak kampus UIN tentang kejadian tersebut” jelasnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, Kedua korban meregang nyawa. Dan pada pukul 15.05 WIB korban Ikbal dapat ditemukan oleh BNPB dan Masyarakat, sedangkan korban Ajrul Amin ditemukan sekitar Pukul 15.25 WIB. (Arya)

2,473 kali dilihat, 41 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Bandar Lampung

Kompas Gramedia Lampung Award, Lamsel Terima Dua Penghargaan Inovasi Daerah

Published

on

By

Hanuang.com – Prestasi gemilang kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Kamis, (03/10/19).

Kali ini, Kabupaten Lampung Selatan berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang Kompas Gramedia Lampung Award 2019 dengan tema “Innovative Leader Award”.

Penghargaan pertama kategori Kesehatan dengan program unggulan “Terapi Sentuh Gratis” dan kedua kategori Pelayanan Publik dengan program “Layanan Kependudukan Online”.

Kompas Gramedia menilai, Lampung Selatan berhasil menjalankan program inovasi daerah dengan tema “Tersentuh Sentrik, Stimulasi Somatosensorik” yang menjadi salah satu program andalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar SKM Kabupaten Lampung Selatan.

Selain itu, Kompas Gramedia juga menilai program Layanan Kependudukan Online yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Lampung Selatan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam membuat dokumen kependudukannya secara online.

Adapun, penghargaan diserahkan oleh Pimpinan Tribun Pusat H. Herman Darmo dan Ketua Kompas Gramedia Area Sumbagsel Hadi Prayogo kepada Kepala Dinas Kominfo Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, pada Kamis malam (3/10/2019).

Malam penghargaan yang digelar di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung itu, turut dihadiri oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, para bupati/walikota, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Lampung Chandri beserta Kepala Dinas Kominfo se-Provinsi Lampung.

Ketua Dewan Juri Kompas Gramedia Award, Andi Asmadi mengatakan, selain sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi, penghargaan itu diberikan juga sebagai bentuk penghargaan Kompas Gramedia Grup kepada Mitra Bisnis dan Nara Sumber.

“Malam penganugerahan Kompas Gramedia Award bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dengan grup Kompas serta sebagai apresiasi kepada kepala daerah yang telah membuat program kerja yang inovatif,” kata Andi Asmadi.

Sedangkan, Pimpinan Tribun Pusat H. Herman Darmo berharap, dengan hadirnya Kompas Lampung Award, bisa menjadi pemacu semangat pemerintah daerah dalam membangun inovasinya untuk masyarakat.

“Satu setengah tahun yang lalu saya kemari dan sekarang saya berada disini lagi. Banyak perkembangan dan kemajuan yang pesat, pembangunan gedung-gedung tinggi. Mudah-mudahan kemajuan Lampung salah satunya berkat hadirnya grup Kompas di Provinsi Lampung,” ujar H. Herman Darmo dalam sambutannya.

Sementara itu, Mewakili Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Sefri mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan tersebut.

Dia mengatakan, pencapaian itu menjadi spirit jajaran Pemkab Lampung Selatan, khususnya RSUD Bob Bazar SKM Lampung Selatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lampung Selatan untuk menjadi yang lebih baik lagi kedepan.

Sebelumnya Sefri menjelaskan, program “Tersentuh Sentrik, Stimulasi Somatosensorik” merupakan terapi untuk anak dengan gangguan tumbuh kembang, dimana program tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2014 yang lalu.

“Ini (program, red) memang sudah berlangsung sejak tahun 2014, akan tetapi ruangannya masih tergabung antara terapi anak dan untuk orang dewasa,” tutur Sefri.

Selain itu, Sefri menuturkan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Lampung Selatan juga memiliki program “Pake Oli”, yaitu Pelayanan Administrasi Kependudukan secara Online.

“Dengan Pake Oli masyarakat dapat mengurus dan membuat dokumen kependudukan secara online,” katanya. (Arya)

3,665 kali dilihat, 33 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Bandar Lampung

Kapolda Lampung Lepas 550 Personil Untuk Pengamanan Unras Di Jakarta

Published

on

By

Hanuang.com – Kapolda Lampung, Irjen Pol. Drs Purwadi Arianto M.Si, Pimpin Langsung Upacara Pelepasan Personil Brimob Polda Lampung dalam rangka BKO Polda Metro Jaya dalam Aksi Unjuk Rasa (Unras) yang terjadi di Jakarta Ibukota Indonesia.

Acara Pelepasan dilaksanakan di Lapangan Sat Brimob Polda Lampung, Senin (23/09) Pukul 16.00 WIB, dihadiri oleh PJU Polda Lampung dan Seluruh Personil Brimob Polda Lampung.

Sebanyak 551 Personil Brimob Polda Lampung yang dipimpin langsung oleh Dansat Brimob, Kombes Pol. Doniyar Kusumaji, SIk akan diberangkatkan BKO ke Polda Metro Jaya dan bergabung dengan personil Brimob lainnya dalam rangka Pengamanan Aksi Uras yang terjadi di Jakarta Ibukota Indonesia.

Dalam Amanatnya Kapolda Lampung mengatakan bahwa Apel pada sore ini bertujuan untuk melepas rekan-rekan Sat Brimob Polda Lampung yang akan melaksanakan tugas BKO Polda Metrojaya dalam rangka pengamanan Aksi Unras yang terjadi di Jakarta.

“Kepada Personil Sat Brimob yang akan melaksanakan BKO saya berharap rekan-rekan dapat melaksanakan tugas ini dengan ikhlas laksanakan koordinasi dengan satuan Kepolisian Setempat, satuan TNI maupun instansi terkait dalam pelaksanaan tugasdan jaga nama baik satuan” Ujar Kapolda Polda Lampung.

Lanjutnya, Ada beberapa perhatian yang perlu saya sampaikan Tangani setiap aksi unras baik yang dilakukan oleh kelompok Mahasiswa maupun elemen masyarakat lainya secara Profesional, laksanakan pendekatan humanis, laksanakan PAM dengan maksimal baik PAM terbuka maupun PAM tertutup dengan senantiasa melibatkan unit intelijen dalam upaya merangkul ataupun menggalang kelompok yang melakukan aksi Unras.

Berikan APP yang jelas kepada seluruh anggota yang terlibat PAM Unras dan laksanakan apel Konsolidasi setiap selesai melaksanakan tugas,hindari hal hal yang dapat membahayakan diri maupun Masyarakat.

”Apabila akan melakukan tindakan Kepolisian maka pedomani tahapan-tahapan peraturan dlm tindakan kepolisian yaitu Perkap Nomer 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan Kepolisian. Perkap Nomer 8 Tahun 2009 tentang Implementasi prinsip dan standar HAM dlm penyelengaraan tugas Kepolisian RI. Perkap Nomer 2 tahun 2019 tentang Penindakan Huru hara Serta Jaga sikap toleransi,jgn arogan dan tidak mudah terpancing emosi,serta junjung tinggi harkat dan martabat Polri sebagai Aparat pengayom dan pelindung masyarakat. Jalanin sinergitas TNI-Polri dan instansi terkait sesuai tugas pokoknya masing-masing dalam pelaksanaan tugas pengamanan.” Tegas Kapolda Kembali.

Selesai Upacara dilanjutkan dengan pemberian CinderaMata dan ucapan selamat kepada seluruh Personil Brimob yang akan BKO oleh Kapolda dan PJU Polda Lampung. (Rilis)

3,017 kali dilihat, 37 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Trending