Connect with us

Lampung Selatan

Sinergi Kawasan Budidaya Perikanan, KKP Gelar MoU Bersama Pemkab Lamsel

Published

on

Hanuang.com – Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyepakati komitmen kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan untuk bersinergi mengembangkan kawasan perikanan budidaya, khususnya udang, di Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang.

Di lokasi itu, akan dibangun untuk percontohan model kawasan budidaya udang berkelanjutan. Percontohan tersebut sebagai stimulan pemanfaatan potensi tambak melalui usaha budidaya udang berkelanjutan dan berkualitas guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nota kesepakatan (MoU) antara KKP dengan Pemkab Lampung Selatan ditandatangani oleh Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto dan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto, di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, pada Kamis (2/7/2020).

Penandatanganan MoU itu, turut disaksikan Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi SDM Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Elvi Wijayanti, serta Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Alan F Koropitan.

Hadir juga, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Abdul Muis, anggota DPRD Provinsi Lampung, Ketua DPRD Lampung Selatan, H. Hendry Rosyadi beserta sejumlah anggota Komisi II, Sekretaris Daerah, Thamrin berserta pejabat Pemkab Lampung Selatan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Komisi IV DPR RI dan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP yang telah banyak memberikan bantuan dan fasilitas kepada masyarakat Lampung Selatan.

“Alhamdulillah sudah teken MoU. Mudah-mudahan Kabupaten Lampung Selatan bisa menjadi kawasan budidaya udang sesuai harapan kita semua. Sekali lagi tidak henti-hentinya saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi IV dan Dirjen KKP,” ujar Nanang.

Nanang juga berharap akan lebih banyak lagi program dari kementerian/lembaga terkait perikanan budidaya untuk mendukung pengembangan kawasan tambak udang di daerahnya.

Sehingga kedepan dapat meningkatkan produksi dan dapat mendukung mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan sebagai lumbung udang nasional.

“Tadi juga sudah dapat bantuan Rp.8 miliar. Kedepan kami harap bantuan terus mengalir ke Lampung Selatan. Semoga dengan hadirnya tokoh-tokoh dari pusat ini, Lampung Selatan benar-benar bisa maju di sektor perikanan, dan bisa terbebas dari gizi buruk,” kata Nanang.

Sementara, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, pengembangan klaster kawasan budidaya ini sangat sejalan dengan komitmen KKP untuk mendorong pengembangan perikanan budidaya secara berkelanjutan.

Baik dari aspek lingkunganya, ekonomi dan sosialnya. Disamping itu menurutnya, sistem klaster akan merubah pengelolaan usaha budidaya tambak dari parsial menjadi klasterisasi.

“Kami punya program khusus untuk membangun kawasan tambak-tambak udang. Tujuan untuk meningkatkan ekspor sebesar 250% di tahun 2024. Dan ini sudah masuk RPJMN 2020-2024. Pak Presiden juga memberikan perhatian yang luar biasa dengan program ini,” ujarnya.

Slamet Soebjakto menyebut, di Indoensia hanya terdapat lima kawasan atau daerah yang menjadi model percontohan kawasan budidaya udang berkelanjutan.

Pertama di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Lalu Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

“Sebenarnya ini pengalihan kawasan di Cilacap milik Perhutani. Karena saat itu pengalihannya perlu waktu, maka Kementerian LHK mengarahkan ke Lampung Selatan. Sehingga saat itu kami langsung datang. Karena disini (Ketapang) memang lahannya sudah siap dan sudah ada kelompok-kelompok pembudidaya udang, Hanya saja belum tertata dengan baik,” katanya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin meminta kerjasama yang dilakukan tidak hanya sekedar seremoni penandatangan MoU semata. Menurutnya hal itu harus segera ditindaklanjuti sehingga program tersebut dapat benar-benar terealisasi.

“Jangan hanya komitmen tanda tangan MoU. Tapi harus ada kelanjutannya. Saya bilang ke pak bupati, nanti lahannya dicek. Apakah izinnya sudah ada dari Kementerian LHK. Kalau ada masalah, nanti tolong bicara dengan saya,” tegas anggota DPR RI asal Provinsi Lampung ini.

Dalam kesempatan itu, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga mengucapkan terima kasih kepada DPJB KKP, KSP, dan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi yang telah memberikan perhatian yang luar biasa kepada Kabupaten Lampung Selatan.

“Kalau dulu gak pernah saya lihat seperti ini. Saya hanya terima laporan. Tapi hari ini, dengan hujan-hujanan bapak ibu sudah mau datang melihat ke lapangan. Supaya program Pak Jokowi ini bisa berjalan dengan baik. Tujuannya cuma satu, kesejahateraan rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, acara kesepakatan bersama itu dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Teknis Kelompok Kerja Klaster Udang Nasional Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi RI. (Arya/Aziz)

 1,518 total views,  4 views today

Lampung Selatan

Puluhan Pelajar SMK Ikuti Pembinaan Pelatihan Panen Raja Patin

Published

on

By

Hanuang.com – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Partai Perindo Lampung Selatan (Lamsel) dibidang budidaya ikan air tawar terus bergerak nyata.

Setelah sebelumnya memberikan pembinaan budidaya kepada puluhan warga Natar, hari ini (5/7/2020) Perindo Lamsel memberikan pembinaan panen ikan kepada puluhan pelajar SMK, di kolam yang berada di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi.

Ketua DPD Partai Perindo Lamsel, H Aribun Sayunis mengungkapkan, pembinaan kepada pelajar SMK itu sebenarnya telah terjalin sejak lama. Yakni dalam bentuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) siswa SMK. Namun, kendati masa PKL telah rampung, pembinaan yang dilakukan Aribun Sayunis tetap dilakukan.

“Kita tidak pernah membatasi siapapun yang berminat untuk usaha dibidang perikanan air tawar. Sebisa mungkin kita bina, dari cara pembudidayaan hingga pemanenan,” ujar Aribun kepada media.

Terlebih, sosok Aribun Sayunis sejak puluhan tahun lalu telah menyandang sebutan pengusaha ikan sukses dari Kecamatan Palas dengan nama Raja Patin.

Sehingga, ia menjadi satu-satunya tokoh pengusaha ikan asal Provinsi Lampung yang menduduki posisi nomor 4 di pengurusan Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) pusat. Ia juga merupakan Ketua APCI Provinsi Lampung.

“Saya sangat senang, jika ada yang mau belajar tentang budidaya. Agar nantinya, kita bisa menciptakan regenerasi usahawan dibidang perikanan,” lanjutnya.

Ia mengatakan, untuk pemasaran ikan air tawar, tidak begitu terpengaruh di masa pandemi covid-19. Utamanya, di dalam pasar lokal Provinsi Lampung.

“Sebab, konsumsi ikan juga baik untuk dapat menjaga imun tubuh dan mencegah penularan virus corona. Untuk itu, kalau untuk pemasaran di sekup lokal tidak terpengaruh. Hal itu juga kerap kita sampaikan kepada para pelajar dan siapapun yang menimba ilmu dengan kita dibidang budidaya,” Paparnya.

Untuk diketahui, Aribun Sayunis juga merupakan satu-satunya tokoh pengusaha ikan yang sukses memasarkan hasil budidayanya ke pasar ekspor. Yakni, ke negara bagian timur tengah, khususnya fi Arab Saudi.

Ikan air tawar yang ia ekspor ke Arab, menjadi konsumsi makanan pokok bagi jamaah haji dari Indonesia dan negara lainnya. Untuk itu, sosok usahawan Aribun Sayunis patut menjadi percontohan bahwa budidaya ikan dapat menjadi media kesuksesan. (*)

 2,450 total views,  2,450 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Tim Buser Tanjung Bintang Berhasil Amankan Pelaku Penipuan Truk Hino 3 Tahun Lalu

Published

on

By

Hanuang.com – Tim buru sergap (buser) Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Bintang, Lampung Selatan, berhasil mengamankan tersangka kasus penipuan berinisial JA (40), pada hari Senin tanggal 3 Agustus 2020.

Dipimpin oleh panit 1 Reskrim Ipda Nurdin Efendi SE dan anggota Buser Polsek Tanjung Bintang, telah berhasil mengamankan JA dikediaman orang tuanya yang berada di Desa Sindang Anom Kecamatan Sekampung udik Kabupaten Lampung Timur.

Kapolsek Tanjung Bintang, AKP Talen Hapis menjelaskan, kronologis penipuannya, bermula dari korban Muhidin (46), mempercayakan kemudi kendaraan truk Hino milik korban kepada pelaku JA untuk mengantar muatan 10 ton pakan ternak ke Palembang, (26/10/2017).

Namun nahas, truk muatan pakan ternak itu tak pernah sampai ke tujuan, bahkan pelaku menghilang bak ditelan bumi bersama mobil truk Hino warna hijau kesayangannya. tiga tahun berselang, keberadaan pelaku diendus tim buser di kediaman orang tuanya untuk merayakan lebaran idul adha.

“Mendengar informasi tersebut, tim buser langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku untuk kemudian menjalani proses hukum demi mempertanggung jawabkan segala perbuatannya. Pelaku disangkakan telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan melanggar pasal 378 KUHAP,” Terang AKP Talen.

AKP Talen menambahkan, dari tangan pelaku, tim buser berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda anak-anak bewarna pink dan foto copy BPKB mobil truck Dutro Hino Warna Hijau, dengan Nomor Polisi BE 9278 CJ atas nama MUHIDIN.

“akibat tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut, korban Muhidin ditaksir mengalami kerugian sekitar dua ratus juta rupiah,” Tutupnya. (Arya/Doy)

 2,676 total views,  2,676 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Di Sidomulyo, Nanang Beri Bantuan Ke Rumah Warga Yang Roboh

Published

on

By

Hanuang.com – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyalurkan bantuan kepada Zubaidah (43), warga Kecamatan Sidomulyo yang tertimpa musibah rumah roboh pada Rabu (5/8/2020) dini hari.

Bantuan itu diserahkan Nanang kepada Zubaidah, di kediamannya Dusun Seputih Desa Siring Jaha, Kecamatan Sidomulyo, pada pagi harinya, Rabu (5/8/2020).

Diketahui, rumah Zubaidah yang ditempati dua orang anggota keluarga tersebut roboh akibat hujan deras yang mengguyur sejak pukul 04.00 WIB Rabu dini hari.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya saja, Agus (16), putra ke-2 Zubaidah mengalami luka ringan. Sebab ada saat kejadian, posisinya masih tertidur.

Sementara itu, pada kesempatan itu Nanang menyerahkan bantuan berupa family kids, selimut, tas sekolah, serta peralatan mandi. Ada juga paket sembako berisi beras 10 Kilogram, mie instan, minyak goreng 1 Liter, dan gula 1 Kilogram.

Nanang berharap bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan itu, dapat meringankan beban Zubaidah dan keluarganya.

“Jangan dilihat dari nilainya. Tapi ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kepada warganya,” ujar Nanang saat berbincang dengan Zubaidah.

Nanang Ermanto juga meminta korban agar bersabar dan tabah. “Yang sabar, namanya musibah. Sementara tinggal di tempat pak Bambang (kerabat korban) dulu ya. Warga lain juga tolong dibantu membersihkan rumahnya,” ucap Nanang.

Sedangkan, kepada Agus, Nanang meminta agar rajin belajar sehingga bisa membanggakan orang tua. “Sekolah yang bener. Bantu ibumu,” pesan Nanang.

Selain itu, Nanang juga berjanji, akan membantu perbaikan rumah Zubaidah melalui program bedah rumah.

Ia menyebut, Pemkab Lampung Selatan akan menggulirkan program perbaikan rumah tidak layak huni menjadi rumah yang layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Program tersebut kata Nanang, tidak dibiayai oleh APBN maupun APBD, tapi murni swadaya dari para pejabat di lingkungan Pemkab Lampung Selatan. Hal ini sebagai bentuk kepedulian kepada warga masyarakat Lampung Selatan.

“Mulai bulan depan akan kita launching pengerjaannya. Tidak menggunakan anggaran dari APBN maupun APBD. Meskipun dari APBN sudah ada, dari APBD juga ada. Kita tambah dari swadaya para pejabat Lampung Selatan,” ungkap Nanang.

Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto turut didampingi Kepala Pelaksana BPBD, M. Darmawan serta beberapa pejabat eselon II, serta Camat Sidomulyo. (Arya)

 441 total views,  441 views today

Continue Reading

Trending Topic