Hanuang.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Selatan memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Selatan melalui kunjungan silaturahmi dan audiensi, Senin (2/11/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor BPS Kabupaten Lampung Selatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam menyebarluaskan informasi statistik yang akurat, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kunjungan jajaran PWI Lampung Selatan disambut langsung oleh Kepala BPS Lampung Selatan, Eko Purnomo, beserta jajaran.
Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi, mengatakan bahwa silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dengan berbagai lembaga guna memperkuat kemitraan dalam mendukung keterbukaan informasi publik.
“Terima kasih atas sambutannya. Kami ini pengurus baru, kurang lebih baru berjalan satu tahun. Silaturahmi ini untuk saling mengenal sekaligus memperkuat sinergi antara PWI dan BPS Lampung Selatan,” ujar Edwin.
Menurutnya, hubungan antara insan pers dan BPS sejatinya telah terjalin sejak lama. Bahkan, sejumlah wartawan pernah terlibat langsung dalam kegiatan statistik yang diselenggarakan BPS, termasuk menjadi petugas sensus.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih luas, terutama dalam menyampaikan data dan informasi statistik kepada masyarakat secara tepat, berimbang, serta bertanggung jawab.
Dalam kesempatan itu, Edwin menegaskan bahwa PWI Lampung Selatan memiliki jejaring media yang berpotensi menjadi mitra strategis BPS dalam memperluas jangkauan publikasi.
Dengan sekitar 70 media dalam jaringan PWI Lampung Selatan, pihaknya menyatakan siap mendukung penyebarluasan informasi mengenai data statistik, program kerja, serta berbagai kegiatan BPS kepada masyarakat.
“Kami memiliki sekitar 70 media. Jika BPS membutuhkan dukungan untuk menyebarluaskan informasi atau publikasi kegiatan, kami siap membantu. Harapannya, sinergi dan kerja sama ini bisa semakin erat,” tegasnya.
Menurut Edwin, keberadaan media memiliki peran penting dalam menjembatani informasi dari lembaga penyedia data kepada masyarakat. Data statistik yang disajikan secara tepat dan diberitakan dengan bahasa yang mudah dipahami dapat membantu masyarakat mengetahui perkembangan pembangunan daerah.
Karena itu, kolaborasi antara BPS dan insan pers diharapkan tidak hanya sebatas publikasi kegiatan, tetapi juga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya data dalam kehidupan sehari-hari.
Edwin juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia mengingatkan bahwa setiap anggota PWI memiliki tanggung jawab menjaga nama baik organisasi serta menjalankan profesi sesuai Kode Etik Jurnalistik dan ketentuan perundang-undangan.
“Jika ada yang meresahkan dengan mengatasnamakan PWI, kami tegaskan itu oknum. Di PWI ada seleksi dan persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk UKW serta menjaga kode etik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kredibilitas pers tidak hanya ditentukan oleh kecepatan menyampaikan informasi, tetapi juga oleh akurasi, kualitas pemberitaan, dan tanggung jawab terhadap kepentingan publik.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Lampung Selatan, Eko Purnomo, menyambut baik kunjungan jajaran PWI. Ia mengapresiasi inisiatif silaturahmi tersebut dan berharap hubungan kedua lembaga dapat semakin erat.
Dalam pertemuan itu, Eko turut menjelaskan peran dan fungsi BPS sebagai instansi vertikal yang independen dalam penyelenggaraan kegiatan statistik.
Menurutnya, BPS memiliki peran strategis dalam menyediakan berbagai indikator makro yang menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
Pelaksanaan tugas BPS mencakup pengumpulan data, pengolahan, analisis, hingga penyajian informasi statistik yang dibutuhkan pemerintah maupun masyarakat.
“Terima kasih sudah berkunjung ke BPS Lampung Selatan. Kami perkenalkan kembali bahwa BPS merupakan kantor vertikal yang independen, sama seperti PWI. Untuk daerah, peran kami menyediakan indikator makro yang datanya digunakan oleh pemerintah,” jelas Eko.
Ia menegaskan bahwa penyediaan data statistik berkualitas membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk kalangan pers yang memiliki jangkauan luas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Selain dukungan publikasi, BPS juga membuka ruang bagi kritik dan masukan konstruktif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan serta penyelenggaraan kegiatan statistik.
“Kami membutuhkan support dan dukungan dari semua pihak, termasuk PWI. Dalam artian, kami juga membutuhkan kritik maupun masukan. Semoga melalui audiensi ini, hubungan yang sudah terjalin dapat semakin erat,” ungkapnya.
Eko berharap hubungan baik antara BPS dan PWI dapat terus dipelihara melalui komunikasi terbuka, pertukaran informasi, serta kolaborasi yang saling mendukung.
Sekretaris PWI Lampung Selatan, Desi Habibi, turut mengapresiasi respons positif BPS terhadap permohonan audiensi yang sebelumnya disampaikan PWI.
Ia menilai keterbukaan BPS dalam menerima kunjungan tersebut merupakan langkah positif untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih intensif.
Habibi berharap pertemuan tersebut menjadi awal kolaborasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam penyebarluasan data statistik yang akurat dan mudah dipahami.
“Harapannya, hubungan baik ini dapat terus terjaga melalui komunikasi yang terbuka, pertukaran informasi, serta dukungan dalam menyampaikan data statistik yang akurat dan mudah dipahami publik,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya data berkualitas dalam mendukung pembangunan daerah.
BPS memiliki tanggung jawab menyediakan data statistik yang dapat dipertanggungjawabkan, sedangkan insan pers berperan menyampaikan informasi tersebut kepada publik melalui pemberitaan yang informatif, berimbang, dan mudah dipahami.
Kedua peran tersebut saling melengkapi. Data yang berkualitas akan semakin bermanfaat ketika masyarakat dapat mengakses dan memahami informasi yang disajikan. Sebaliknya, pemberitaan yang akurat membutuhkan sumber data yang kredibel agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dengan dukungan jejaring sekitar 70 media, PWI Lampung Selatan berpeluang membantu memperluas jangkauan informasi statistik sekaligus mendorong peningkatan literasi statistik masyarakat.
Masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya data dalam membaca perkembangan ekonomi, sosial, kependudukan, dan berbagai indikator pembangunan lainnya.
Pada akhirnya, silaturahmi PWI dan BPS Lampung Selatan bukan sekadar pertemuan antarlembaga, melainkan langkah untuk membangun kemitraan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan publik.
Sebab, pembangunan yang terukur membutuhkan data yang akurat, sementara data yang berkualitas perlu disampaikan secara luas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. (Arya)