Connect with us

Lampung Selatan

Pengguna Ferizy Naik 58%, ASDP Dinilai Sukses Lakukan Transformasi dan Terus Pacu Digitalisasi

Published

on

Hanuang.com, Jakarta, 22 Oktober 2021 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari klaster logistik yang berhasil menjalankan transformasi di tengah persaingan global dan menjadi perusahaan yang profesional, transparan dan akuntabel.

Hal ini disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir kepada Presiden Joko Widodo yang disaksikan 20 Direktur Utama BUMN terpilih di sela kegiatan Rakor BUMN di Hotel Meruorah Labuan Bajo, pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Erick merespon positif atas apresiasi dan dukungan serta dari Presiden Jokowi atas transformasi yang sudah dijalankan perusahaan BUMN. “Terlebih transformasi yang diterapkan sejumlah BUMN mampu menaikkan revenue secara akumulasi dan pencapaian net income total seluruh BUMN yang menyamai tahun lalu. Padahal situasi masih pandemi. Hal itu patut kita syukuri,” ujar Menteri Erick.

Ia menyampaikan, ASDP menjadi salah satu BUMN yang dipandang berkinerja baik dalam 2 tahun terakhir dan melakukan transformasi bisnis sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Menteri Erick melakukan transformasi terhadap BUMN. Erick memastikan bahwa BUMN menjalankan 5 program prioritas utama yang telah dipaparkan kepada seluruh jajaran BUMN, yakni transformasi, penerapan core value dengn AKHLAK sebagai kunci, rekstrukturisasi bisnis, pemgembangan digital dan peningkatan investasi.

“Pengembangan digital tidak kalah penting apalagi di era disrupsi saat ini menuju teknologi yang semakin canggih dan modern, dan contohnya kita akan mendorong teknologi 5G,” tutur Menteri Erick lagi.

Salah satu keberhasilan ASDP dalam transformasi ialah suksesnya program digitalisasi penyeberangan yang dikebut perusahaan. ASDP berhasil mencatatkan pertumbuhan pengguna (user) yang membeli tiket penyeberangan via Ferizy periode Januari – September 2021 mencapai 245.719 user atau tumbuh sebesar 58 persen bila dibandingkan dengan Tahun 2020.

Tercatat sejak awal implementasi Ferizy hingga saat ini, jumlah pengguna (user) Ferizy mencapai 669.377 user, dengan rata-rata pertumbuhan sejumlah 27.302 user di tiap bulannya selama Tahun 2021. Hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan pengguna (user) Ferizy yang cukup signifikan mengingat jumlah pengguna (user) Ferizy saat awal implementasi pada 1 Mei 2020 adalah 45.295 user.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, peningkatan user Ferizy pada tahun ini merupakan bukti komitmen ASDP dalam mengakselerasi digitalisasi penyeberangan melalui layanan online ticketing Ferizy yang diimplementasikan di 4 pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

“Perlahan namun pasti, ASDP telah berhasil melakukan peningkatan taraf peradaban dalam industri penyeberangan yang lebih modern. Kami meyakini bahwa digitalisasi penyeberangan yang kami lakukan saat ini juga mampu mengubah wajah industri penyeberangan menjadi berkelas dunia, tentu dengan penguatan pada sisi kualitas layanan dan keselamatan penumpang,” tuturnya.

Jila dilihat berdasarkan data produksi sejak 1 Mei 2020 hingga saat ini, tercatat bahwa Ferizy telah melayani 1,14 juta pejalan kaki dan 7,88 juta kendaraan di 4 pelabuhan utama. Jika dibandingkan dengan produksi periode Mei – Desember 2020, didapati bahwa produksi di Tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 29% atau sejumlah 1,15 juta pengguna jasa.

ASDP terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan layanan yang dilakukan secara berkelanjutan (continuous improvement) demi mengimbangi dinamika bisnis dan perubahan tuntutan pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.  “Kami tetap memastikan penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal juga ditingkatkan dan dilaksanakan secara ketat sesuai prosedur yang berlaku. Keselamatan, kesehatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa maupun petugas ASDP menjadi prioritas utama kami,” kata Shelvy.

Salah satu komitmen ASDP adalah terus memacu penetrasi digitalisasi penyeberangan melalui layanan online ticketing Ferizy yang telah berlaku di 4 pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk, serta penerapan metode pembayaran non tunai (cashless) dengan kartu uang elektronik, virtual account dan dompet elektronik yang penerapannya dilakukan di lebih dari 20 pelabuhan ASDP.

Belum lama ini, ASDP mendukung program Pemerintah dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan menerapkan verifikasi data vaksin pengguna jasa pada proses reservasi tiket online Ferizy yang terintegrasi bertahap dengan Aplikasi PeduliLindungi. Layanan penjualan tiket online Ferizy yang berlaku di Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk telah terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi, dimana data vaksin menjadi syarat wajib dalam proses reservasi tiket online di Ferizy.

Sejak pandemi tahun lalu, ASDP mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan pembelian tiket online secara mandiri via Ferizy, terutama di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Kini beli tiket via online semakin mudah, beli sendiri melalui ponsel mulai dari H-60 hingga maksimal 2 jam sebelum jadwal masuk pelabuhan. Pengguna jasa tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup scan barcode yang didapat saat beli online, lalu akan mendapatkan Boarding Pass untuk naik ke kapal. Pembelian tiket secara online ini turut mendukung kebijakan Pemerintah di masa pandemi Covid-19 untuk menjaga jarak (physical distancing) demi meminimalisir interaksi dengan petugas loket.

Untuk tahun 2021 ini, ASDP menargetkan dapat meraih total pendapatan sebesar Rp 3,8 triliun dengan capaian laba bersih sebesar Rp 111,24 miliar. Adapun produksi penyeberangan pada tahun ini, ASDP membidik target penumpang yang dilayani sebanyak 5,9 juta orang, kendaraan roda 2 & 3 sebanyak 3,3 juta unit, kendaraan roda 4 sebanyak 2,9 juta unit, dan total barang yang diangkut sebanyak 1,2 juta ton. (*)

 2,394 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Sambut Hari Anti Korupsi, Pemkab Lamsel Ikuti Seminar Nasional Oleh KPK RI

Published

on

By

Hanuang.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) menggelar seminar nasional yang dipusatkan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu 1 Desember 2021.

Seminar nasional yang digelar dalam rangka menyambut hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember 2021 mendatang, mengangkat tema tentang Transformasi Perizinan Berbasis Risiko dalam Sektor Pertambangan serta dibuka langgsung oleh Ketua KPK RI Firli Bahuri.

Seminar nasional itu berlangsung di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra, Jalan Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Thamrin mengikuti seminar itu secara daring melalui aplikasi zoom meeting, dari dari ruang kerja sekda, kantor bupati setempat.

Turut hadir mendampingi Sekda Thamrin, Pelaksana tugas (Plt) Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang dan Kemasyarakatan Isro’ Abdi, Inspektur Kabupaten Anton Carmana, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Achmad Herry.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPK RI Firli Bahuri mengatakan, ada empat permasalahan bangsa yang harus segera diselesaikan, yaitu Bencana Alam dan Non Alam, Narkoba, Terorisme dan Radikalisme serta Korupsi.

Menurutnya, tujuan nasional dapat segera terwujud apabila pemerintah dapat menyelesaikan empat permalasalahan bangsa tersebut.

“Kenapa kita harus selesaikan, karena sesungguhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ada karena semangat kebangsaan. Karena semangat para pendiri bangsa kita,” ujarnya.

Firli Bahuri menjelaskan tindak pidana korupsi merupakan permasalahan bersama, yang apabila dibiarkan, maka dapat merampas Hak Asasi Manusia (HAM) secara terus-menurus.

Sehingga kata dia, akan berimbas pada menurunnya kualitas pendidikan dan juga berpengaruh terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Tindakan korupsi bukan hanya kejahatan yang merugikan uang negara, tapi jauh dari itu korupsi merampas hak-hak rakyat. Itulah kejahatan korupsi, merampas HAM dan korupsi masih menjadi persoalan kita bersama,” kata Firli Bahuri.

Oleh karena itu, lanjut Firli Bahuri, dalam mewujudkan tujuan negara yang maju serta bebas dari adanya tindak pidana korupsi, terdapat lima peranan penting yang harus dilakukan oleh seluruh kepala daerah di seluruh Indonesia.

Dirinya menyebut, beberapa peranan penting kepala daerah tersebut diantanya, mewujudkan tujuan negara, menjamin stabilitas politik dan keamanan, menjamin keselamatan masyarakat dari segala gangguan bencana dan pertumbuhan ekonomi, menjamin kepastian kemudahan invertasi dan perizinan usaha dan menjamin keberlangsungan program pembangunan nasional.

“Tolong kepada pada Gubernur dan Bupati/Wali kota bisa memberikan kemudahan investasi dan kemudahan izin berusaha. Ini erat kaitannya dengan mewujudkan nilai Undang-Undang Dasar 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandasnya. (ptm)

Penulis : Putri Maisuri Lohentia

 156 total views,  156 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Lestarikan Seni dan Budaya, DKLS Akan Gelar Festival Gitar Klasik Lampung

Published

on

By

Keterangan Foto : Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS), Winarni Nanang Ermanto

Hanuang.com – Pemkab bersama Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS), akan menggelar Festival Gitar Klasik Lampung. Giat tersebut dalam rangka memperingati HUT Lamsel Ke – 65 Tahun.

Rencananya kegiatan tersebut akan digelar pada Sabtu (04/12/21) di GOR Way Handak Kabupaten Lampung Selatan.

Ketua Divisi Musik DKLS, Erdiyansyah menjelaskan bahwa hal tersebut sebagai salah satu upaya dalam melestarikan seni gitar klasik Lampung dan memberikan fasilitas untuk seniman Lamsel mengadakan fest gitar klasik Lampung.

“Alhamdulillah antusias sudah terlihat, terbukti dengan belasan peserta dari sanggar budaya atau sekolahan yang sudah mendaftarkan dirinya. Ini juga merupakan salah satu program divisi kita” ujar Erdiyansyah mewakili Ketua Umum DKLS, Winarni Nanang Ermanto, Rabu, (01/12/21).

Sebagaimana diketahui bahwa beberapa tahun belakangan ini gairah musik tradisi klasik Lampung mulai kembali bergeliat, dan bermunculan dari seniman-seniman muda Lamsel.

“Selama ini ada kesan musik tradisi Lampung hanya dimainkan oleh musisi tua atau seniman senior. Tetapi beberapa sanggar seni yang ada seperti sanggar angkon muakhi, sanggar saybuay, dan banyak lagi bergeliat untuk melestarikan. Tentunya dengan dibimbing oleh para maestro seni yang ada di Lamsel” tambahnya.

“Mulai dari pendaftaran hingga nanti pelaksanaannya juga tidak dipungut biaya sekalipun alias gratis termasuk bagi para penonton dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19” jelasnya.

Melihat animo yang begitu besar, maka DKLS memberikan fasilitas festival gitar klasik Lampung agar para seniman semakin terpacu semangatnya dalam melestarikan seni tradisi klasik musik lampung khususnya gitar tunggal.

“Kita berharap event ini akan digelar rutin setiap tahunnya. Bahkan mungkin akan dikembangkan hingga mencakup peserta dari luar Lamsel” jelas Erdy.

Terpisah, Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto memberikan apresiasi serta support setinggi-tingginya dalam pelaksanaan pelestarian seni budaya Lampung tersebut.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pemenang akan mendapatkan uang pembinaan dan dimeriahkan oleh bintang tamu yang sudah tidak asing lagi, yakni Imam Rozali selaku seniman gitar tunggal Lampung. (Arya)

 244 total views,  244 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Hati-Hati Penipuan…!!! Ada Oknum Jual Nama Ajudan Bupati Lamsel Minta Uang Ke Perusahaan

Published

on

By

Hanuang.com – Nama Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto dicatut orang tidak bertanggungjawab. Modusnya, sang penipu yang mengaku ajudan orang nomor satu di kabupaten ini meminta sejumlah uang ke perusahaan.

Beruntung, insiden ini cepat terendus lantaran pihak perusahaan mengkonfirmasi langsung terhadap H. Nanang Ermanto, Rabu (1/12) kemarin.

Dirinya langsung menampik tudingan tersebut dan meminta pihak perusahaan tidak meladeni bahkan terpancing dengan modus penipuan tersebut.

Nanang mengaku, sangat dirugikan dengan adanya praktek penipuan yang mencatut namanya tersebut. Sebab, dirinya tidak pernah menginstruksikan bahkan menyuruh ajudannya untuk meminta sejumlah uang kepada perusahaan dengan alasan apapun.

“Jelas tindakan praktek penipuan ini sangat merugikan saya. Karena dia mengaku ajudan dan diperintah langsung oleh Bupati untuk meminta sejumlah uang. Tapi saya tegaskan disini bahwa itu tidak benar dan bohong,” ungkap Nanang meluapkan kekesalannya.

Ia menambahkan, pihak perusahaan ataupun internal pejabat Pemkab Lamsel jangan percaya jika ada oknum yang mengaku suruhan Bupati dengan meminta sejumlah uang dalam bentuk apapun.

“Untungnya, ini pihak perusahaan yang dimintai sejumlah uang dan mengaku orang suruhan Bupati mengkonfirmasi langsung hal ini. Sehingga, langsung kami tegaskan kepada mereka jika ini adalah penipuan,” tegasnya.

Lebih lanjut Nanang mengatakan, persoalan ini tidak lantas dilaporkannya kepada aparat penegak hukum. Sebab, sejauh ini beberapa perusahaan yang sempat dihubungi oleh oknum penipu itu belum memberikan sejumlah uang yang mereka inginkan.

“Karena memang belum ada korbannya, jadi tidak sampai ke pihak kepolisian. Kalau toh memang pihak perusahaan yang melaporkan kejadian ini silahkan saja. Yang jelas saya tidak pernah memberikan perintah apapun terhadap ajudan saya,” tukasnya.

Terpisah, Ajudan Bupati Lamsel, Arya membenarkan hal tersebut. Sebab, orang yang pertama kali dikonfirmasi oleh pihak perusahaan yang hampir menjadi korban penipuan adalah dirinya.

“Ada dua perusahaan yang konfirmasi ke saya. Satu Perusahaan Batu dari Kecamatan Bakauheni dan satu lagi PTPN. Setelah saya komunikasikan dengan pak Bupati ternyata ini tidak benar. Kita pastikan itu adalah ulah oknum penipu yang tidak bertanggungjawab,” kata Arya.

Dia menjelaskan, dalam melancarkan praktek penipuan itu para pelaku menghubungi perusahaan melalui sambungan telepon. Dia mengaku, sebagai ajudan Bupati yang mengatasnamakan dirinya (Arya_red).

“Dari telepon mengaku-ngaku sebagai diri saya. Lalu, dia berpura-pura sedang bersama Pak Bupati. Dalam percakapan itu dia memberikan teleponnya kepada orang yang mengaku Bupati. Itu jelas tidak benar karena saya tidak pernah diperintah bapak untuk meminta-minta ke perusahaan,” pungkasnya. (idh)

 1,077 total views,  1,077 views today

Continue Reading

Trending Topic