Connect with us

Lampung Selatan

Pemkab Lamsel Serahkan Sertifikat Hibah Untuk Mapolres

Published

on

Hanuang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menghibahkan sebidang tanah dan bangunan yang berada di Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, kepada Kepolisian Resort (Polres) setempat, Rabu (3/7/2019).

Hibah tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto kepada Kapolres Lampung Selatan AKBP. M. Syarhan, S.IK, MH disaksikan Kapolda Lampung Irjen Pol Drs. Purwadi Arianto, M.Si.

Dengan dilakukannya serah terima tersebut, pembangunan gedung baru Mapolres Lampung Selatan yang berada di Jalan Trans Sumatera atau tepatnya di depan SPBU Jati Indah,Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, resmi dimulai.

Pembangunan itu diawali dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Drs. Purwadi Arianto M.Si, bersama Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Kapolres Lampung Selatan AKBP. M. Syarhan, S.IK, MH serta anggota Forkopimda setempat.

Turut hadir dalam acara itu, Inspektur Wilayah II Irwasum Mabes Polri Brigjen Pol Drs. Bejo Sulaksono, pejabat utama Polda Lampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi masyarakat dan kepemudaan d wilayah Lampung Selatan.

Nanang berharap, hibah tersebut dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Polres Lampung Selatan, serta lebih memantapkan semangat baru untuk senantiasa meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, sekaligus melakukan sinergi dengan Forkopimda setempat.

“Kami menegaskan bahwa penyerahan hibah ini tidak ada niatan barter atau intervensi dibidang penegakan hukum. Artinya meskipun ada kerjasama dan pemberian hibah, jika dikemudian hari ada persoalan hukum, maka penegakan hukum tetap akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Nanang saat memberikan kata sambutannya.

Adapun lanjut Nanang, dokumen tanah Sertifikat yang diserahkan tersebut berdasarkan Naskah Hibah Daerah Nomor 020/1400/V.03/2019 dan Nomor B/315/VI/2019 Tanggal 24 Juni 2019, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, bangunan dengan luasan tanah 24.177 meter persegi yang dihibahkan tersebut, sebelumnya merupakan tempat pengujian kendaraan bermotor (uji KIR) milik Dinas Perhubungan Lampung Selatan.

“Untuk itu, kami juga berharap Pak Kapolda nanti bisa menyampaikan kepada pihak Mayapada Gruop, supaya bangunan uji KIR yang ada dibelakang ini bisa dipindahkan. Mudah-mudahan dengan hadirnya Kapolda hari ini, harapan kami bisa terealisasi,” cetusnya.

Selanjutnya, melalui pelaksanaan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Mapolres Lampung Selatan tersebut, ke depan Nanang juga berharap keberadaan bangunan tersebut dapat bermanfaat dalam mendukung kinerja Polres setempat

“Mudah-mudahan dengan adanya gedung yang baru nanti, dapat bermanfaat dalam menunjang berbagai pelaksanaan kegiatan Polres Lampung Selatan, utamanya yang berkaitan dengan pelayanan terhadap masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan AKBP. M. Syarhan mengucapkan terima kasih kepada Pemkab setempat. Dia berharap, dengan hibah tersebut, kinerja Polres Lampung Selatan dapat lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Serta dapat lebih maksimal dalam menjalankan tugas pokok sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang sangat merespon cepat hibah tanah ini, sehingga pembangunan Mapolres yang baru bisa terlaksana. Dan ini statusnya sudah ada setifikat, artinya sudah benar-benar legal,” kata Syarhan.

Hal senada disampaikan Kapolda Lampung Irjen. Pol. Purwadi Arianto. Menurutnya, hibah tersebut menunjukkan bahwa ada kemiteraan dan kerja sama yang baik antara instansi pemerintah dalam rangka mendukung kelancaran pembangunan hukum.

“Atas nama Kepolisian, kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Ini membuktikan bahwa kemiteraan di Lampung Selatan ini berjalan dengan baik,” ujar jenderal bintang dua ini.

Adapun, dari informasi yang dihimpun, anggaran pembangunan gedung baru Mapolres Lampung Selatan tersebut, berasal dari dana hibah Tahir Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir yang juga merupakan pemilik Mayapada Group.

Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir memberikan dana hibah sebesar Rp20 miliar untuk membangun Mapolres Lampung Selatan di lahan yang telah dihibahkan Pemkab Lampung Selatan. (Arya/Aziz)

21,756 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Lampung Selatan

Tata Kelola DD Di Lamsel Meraih Peringkat Ke Tiga Se-provinsi Lampung

Published

on

By

http://Hanuang.com – Tata Kelola Dana Desa Kabupaten Lampung Selatan menduduki peringkat ketiga dari 13 kabupaten se-Provinsi Lampung.

Per triwulan keempat tahun 2019 hingga 6 Januari 2020, Kabupaten Lampung Selatan memperoleh skor penilaian 85 % dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Hal itu berdasarkan Progres Tindak Lanjut Rencana Aksi (renaksi) Pencegahan Korupsi yang dirilis lembaga anti rasuah itu melalui Sistem Informasi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan terkait Tata Kelola Dana Desa melalui situs https://korsupgah.kpk.go.id/

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan, Rohadian menjelaskan, progres renaksi tata kelola dana desa itu meliputi Implementasi Siskeudes, Implementasi Siswaskeudes, serta Laporan Pertanggungjawaban Dana Desa.

Kemudian, Laporan Pertanggungjawaban Dana Desa kepada Inspektorat, Pengawasan Desa yang dilakukan Inspektorat, dan Publikasi Dana Desa.

“Kita (Lampung Selatan) mendapat skor penilaian 85 %. Ini menempatan Kabupaten Lampung Selatan pada posisi tiga besar dari 13 kabupaten yang ada di Provinsi Lampung,” ujar Rohadian, saat berkunjung ke Kantor Dinas Kominfo setempat, Rabu (19/2/2020).

Dari data itu Lampung Selatan menduduki peringkat ketiga.
Namun demikian, mantan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Lampung Selatan ini, tak menampik bila di awal tahun 2019 atau triwulan kedua, Kabupaten Lampung Selatan memperoleh skor penilaian 11 %.

“Itu (skor) kan hanya sementara. Angka itu di ekspose KPK pada triwulan ketiga,” tukasnya.

Menurutnya, rendahnya skor itu hanya sebatas keterlambatan dalam penyampaian data yang diminta KPK terkait progres renaksi tata kelola dana desa.

Seperti publikasi APBDes tahun 2019 dan realisasi APBDes tahun 2018 melalui baner, serta laporan realisasi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di awal tahun anggaran 2019.

“Jadi, masalahnya bukan dalam pengelolaan dana desanya. Hanya saja masih ada beberapa desa yang terlambat menyampaikan laporan. Sehingga proses input data di Sistem Informasi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK juga tertunda,” terangnya.

Lebih lanjut Rohadian menyampaikan, menyikapi informasi yang di ekspose KPK tersebut, pihaknya langsung melakukan gerak cepat dengan melakukan koordinasi dan pembinaan ke desa-desa maupun ditingkat kecamatan terkait penyampaian data-data yang diminta KPK.

“Kami justru menyampaikan terima kasih atas penilaian KPK. Angka (11 %) ini menjadi pelecut semangat kami. Dan Alhamdulillah, berkat kekompakan dan kerja keras kepala desa dan perangkat desa serta semua pihak terkait, skor penilaian mengalami kenaikan yang cukup signifikan di akhir 2019,” pungkasnya.

Diketahui, Sistem Informasi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK merupakan Monitoring Centre For Prevention (MCP) yang memberikan informasi capaian kinerja program koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi (Korsupgah) yang dilaksanakan oleh seluruh pemerintah daerah di seluruh Indonesia meliputi 8 Area Intervensi yang salah satu diantaranya adalah tentang Dana Desa. (Arya/Aziz)

832 kali dilihat, 832 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Kriminalitas

Di Natar, Istri Ajak Selingkuhan Bunuh Suaminya

Published

on

By

Keterangan Gambar : Kapolres Lampung Selatan, AKBP. Edi Purnomo Bersama Jajaran Saat Merilis Ungkap Kasus Pembunuhan Di Desa Haduyang, Kecamatan Natar

http://Hanuang.com – Kinerja jajaran Polres Lampung Selatan (Lamsel) patut diacungi jempol. Betapa tidak kurang dari 24 Jam jajarannya berhasil mengungkap pelaku pembunuhan di Desa Haduyang Kecamatan Natar Lamsel sekira pukul 19.00 WIB.

Dalam kasus ini petugas berhasil mengamankan dua orang pelaku yakni inisal E dan D, satu pelaku adalah istri korban sekaligus pelaku utama.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan olah TKP berkordinasi Polsek Natar dan Reskrim terkait penemuan mayat tesebut dan hasil pemeriksaan saksi-saksi bahwa yang menjadi pelaku utama adalah Istri korban sendiri E,” ungkap Kapolres Lamsel AKBP Edi Purnomor, SH, SIK saat gelar pres rilis di Mapolres setempat. Rabu, (19/02/20).

Kapolres menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku yang membunuh korban adalah selingkuhan Istri korban berinisial D.

Sebelum dibunuh, kata Kapolres, Pelaku D mendatangi korban dirumahnya sekira pukul 00.30 WIB pada Selasa (18/2/2020) dini hari dengan alasan hendak membunuh selingkuhan Istri korban yang berinisial K. Sementara korban memang sudah merasa sakit hati dengan K (selingkuhan istrinya).

Lanjut Kapolres, sekitar pukul 01.30 WIB keduanya keluar rumah menggunakan motor masing-masing dimana korban membawa motor jenis Zealsum serta membawa senjata tajam jenis golok.

Sedangkan lanjut Kapolres, pelaku menggunakan motor jenia Vaga R dan membawa shookbreker yang sudah dipersiapkan. Pelaku mengajak korban menuju Dusun Sukarame Desa Haduyang karena pelaku sudah janjian dengan K.

“Sampai dilokasi (TKP) pelaku dan korban berhenti, dengan alasan K akan menemui mereka dilokasi. Sekira pukul 02.00 WIB ketika korban hendak buang air kecil dan menyembunyikan goloknya, tiba-tiba Pelaku memukul korban dengan shockbraker kebagian kepala dan korban tersungkur, guna memastikan korban tewas pelaku terus memukul korban sampai tidak bergerak lagi,” jelasnya Kapolres Lamsel

Kemudian kata Mantan Kapolres Mesuji ini, setelah itu pelaku membuang shockbraker dan seajam milik korban ke kali tidak jauh dari TKP dan pelaku meninggal korban dan membuat barang bukti yang digunakan untuk membunuh korban.

“Kemudian pukul 02.30 WIB pelaku meninggalkan lokasi dan menuju rumah korban untuk menemui E (istri korban) didepan rumah Pelaku bicara “Sudah saya selesaikan. Adapun Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP Jo Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara,” pungkasnya seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat, media, jajaran Polda Lampung dukungannya sehingga kasus ini bisa terungkap kurang 24 Jam. (Arya/Aan)

1,071 kali dilihat, 1,071 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Lampung Selatan

Gelar Razia ODOL, Satlantas Polres Lamsel Tindak 7 Kendaraan

Published

on

By

http://Hanuang.com – Razia kendaraan angkutan barang Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) terus dilakukan secara intensif oleh Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Lampung Selatan (Lamsel).

Razia ODOL ini, dilakukan di sejumlah titik jalur distribusi barang. Yakni di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan Jalan Lintas Timur (Jalintim).

Sejak pukul 9.30 WIB pagi tadi (17/2/2020), Satlantas Polres Lamsel berhasil menjaring 7 kendaraan ODOL. Sebanyak 7 Tilang dikeluarkan anggota dengan barang bukti SIM 4 Lembar, STNK 2 Lembar dan Buku KIR 1 Buah.

“Ini adalah giat Dakgar (Tindakan Pelanggar, tes) Gakkum dengan menggunkan Blanko tilang dengan sasaran kendaraan yang melebihi muatan (ODOL, red),” ujar Kasat Lantas AKP Agustinus Rinto, SE, MH mendampingi Kapolres Lamsel AKBP Edi Purnomo, SH, SIK, MM kepada wartawan.

Dikatakan AKP Agustinus, dari kegiatan tersebut, hasil yang didapat antara lain terciptanya Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Lamsel.

“Sebagai pendukungnya, kesadaran pengendara tentang pentingnya keselamatan dan kelengkapan surat-surat kendaraan maupun administrasi pribadi saat Berkendara,” lanjutnya.

Selain itu, menurutnya razia ODOL ini juga dapat memberikan efek jera kepada pengendara yang melanggar.

“Memberikan efek Jera kepada pelanggar lalu lintas. Juga mencegah pelanggar lalulintas yang dapat menyebabkan fatalitas lakalantas,” tukasnya. (Arya)

2,062 kali dilihat, 1,335 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Trending Topic