Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Pasutri Lansia di Desa Kota Dalam Butuh Uluran Tangan, Harap Perhatian Pemkab Lampung Selatan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung Selatan

Pasutri Lansia di Desa Kota Dalam Butuh Uluran Tangan, Harap Perhatian Pemkab Lampung Selatan

redaksi
Last updated: 5 Agustus 2025 20:02
redaksi
1 tahun ago
Share
SHARE

Hanuang.com — Pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia di Dusun Banjarsari, Desa Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, hidup dalam kondisi memprihatinkan. Rohman (61) dan istrinya, Khalijah (58), tinggal di sebuah rumah sederhana berdinding geribik, di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan yang kian memburuk.

Rohman sudah dua tahun terbaring akibat penyakit stroke yang dideritanya, sementara sang istri mengalami gangguan penglihatan yang cukup parah dan sulit untuk beraktivitas di luar rumah. Situasi ini membuat keduanya sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah dan para dermawan.

“Saat ini untuk makan ayah dan ibu dari sumbangan anak-anaknya, itupun seadanya. Karena kami bekerja sebagai buruh harian, jika tidak kerja, tidak ada penghasilan,” ungkap Irwansyah, anak kedua dari pasangan lansia tersebut, saat ditemui Minggu (3/8/2025).

Irwansyah menuturkan bahwa meski memiliki tiga orang anak, mereka semua telah menikah dan tinggal terpisah. Namun, ia yang rumahnya berjarak sekitar 70 meter dari rumah orang tuanya, masih menyempatkan diri setiap pagi untuk merawat dan membersihkan sang ayah sebelum berangkat bekerja.

Dua minggu lalu, Rohman sempat dirawat selama empat hari di RSUD Bob Bazar Kalianda. Pihak rumah sakit menyarankan untuk merujuk ke rumah sakit di Bandar Lampung, namun karena keterbatasan biaya, keluarga terpaksa memilih untuk merawat Rohman di rumah.

“Meski pakai BPJS, tapi biaya untuk menunggu dan kebutuhan lain tetap harus ada. Sedangkan kalau saya tidak bekerja, ya tidak ada uang masuk,” keluh Irwansyah.

Kondisi ini semakin berat mengingat Khalijah, sang istri, tidak dapat melihat dengan jelas dan hanya mengandalkan ingatan serta meraba dinding untuk beraktivitas di dalam rumah. Ia sudah mengalami gangguan penglihatan selama belasan tahun dan tidak mampu lagi mencari penghasilan.

Meski begitu, Irwansyah menyebut Pemerintah Desa Kota Dalam telah menunjukkan kepedulian, di antaranya dengan mengantarkan ayahnya saat hendak dirujuk ke rumah sakit serta memastikan kedua orang tuanya menerima bantuan BPNT dan bantuan beras pangan.

“Alhamdulillah, pak Kades peduli. Orang tua kami juga terdata sebagai penerima bantuan BPNT sebesar Rp200 ribu per bulan, dan kemarin sempat dapat bantuan beras dari pemerintah,” jelasnya.

Namun demikian, pihak keluarga berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Egi dan Wakil Bupati Syaiful dapat memberikan bantuan lebih lanjut, khususnya untuk kebutuhan dasar dan perawatan medis.

“Harapan kami Pemkab Lamsel hadir dalam kondisi seperti ini. Terutama untuk pengobatan Ibu. Kalau penglihatannya membaik, Ibu bisa kembali merawat Ayah,” ujarnya haru.

Irwansyah juga berharap adanya bantuan berupa kursi roda untuk ayahnya, agar tidak hanya terbaring di atas kasur dan bisa berjemur di luar rumah untuk mempercepat proses pemulihan stroke.

“Kalau bisa keluar rumah dan berjemur, itu sangat membantu. Saat ini, Ayah hanya terbaring sepanjang hari,” tutup Irwansyah.

Kondisi Rohman dan Khalijah menjadi potret nyata betapa bantuan kemanusiaan dan perhatian pemerintah sangat dibutuhkan di pelosok desa. Diperlukan sinergi berbagai pihak agar mereka yang terpinggirkan tetap mendapatkan hak untuk hidup layak di masa senja mereka. (Arya)

TAGGED:Lampung Selatan
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article Persiapan Menuju Kongres PWI 2025 Makin Matang, SC Tetapkan Mekanisme Pencalonan Ketua Umum
Next Article Lampung Selatan Gelar Upacara HUT ke-80 RI di Menara Siger
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Di Palembapang, Serka Muslim Berikan Pelatihan Kepada Puluhan Linmas
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Lamsel Siap Pertahankan Nilai-Nilai Luhur
Lapas Kalianda Persiapkan Diri Menjadi Sentra Industri Batik Cetak Lapas Se-Indonesia
Nanang Ermanto Lantik 7 Pejabat Kepala Desa Di Natar
Putusan Bawaslu Lamsel, Himel Lolos Jadi Peserta Pilkada 2020
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?