Connect with us

Lampung Selatan

Menyongsong New Normal, Tim Gugas Lamsel Gelar Sosialisasi Ke Daerah-Daerah

Published

on

Hanuang.com – Satuan Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), terus mensosialisasikan protokol kesehatan guna menyongsong tatanan hidup baru atau lebih dikenal dengan new normal di Kabupaten berjuluk Gerbang Sumatera ini.

Pada Jum’at pagi (05/06/20) di Dermaga Canti Kecamatan Rajabasa, Tim II Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bersama TNI dan Polri turut memberikan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat yang hendak menyeberang menuju Pulau Sabesi.

Sebelum menaiki kapal, satu persatu penumpang diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermogun oleh petugas kesehatan. Selain itu, cuci tangan pakai sabun di air mengalir serta penggunaan masker menjadi hal yang harus di lakukan sebelum menaiki kapal.

Pada Kesempatan itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), M. Darmawan, memberikan arahan mengenai tatanan hidup baru atau new normal kepada para penumpang sebelum kapal motor berangkat menuju pulau Sabesi.

Dengan menggunakan alat pengeras suara
(toa), M. Darmawan yang juga sebagai Koordinator Logistik Gugus Tugas Covid-19 Lampung Selatan menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersiap untuk menuju tatanan hidup baru atau new normal. Untuk itu, dia meminta kepada para penumpang serta awak kapal untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

“Agar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dapat menerapkan tatanan hidup baru atau new normal, diperlukan keterlibatan serta kesadaran semua pihak untuk menjalankan protokol kesehatan tanpa harus dipaksakan,” ujar Darmawan.

“Rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, gunakan masker saat keluar rumah, jaga jarak minimal satu meter dengan orang lain, teta menjaga kesehatan tubuh,” ujar Darmawan menambahkan.

Sementara, di Kecamatan Tanjung Sari, Tim 4 Gugus Tugas Covid-19 yang dipimpin Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Priyanto Putro, menggandeng BNN Kabupaten Lampung Selatan beserta Uspika setempat memberikan sosialisasi tatanan hidup baru atau new normal.

Sedangkan di Kecamatan Sidomulyo, Tim III Gugus Tugas Covid-19 yang dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Burhanuddin, bersama Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan, Agus Sutono dan Anggota DPRD Lampung Selatan Ust. Sutaji Abdullah menyampaikan sosialisasi new normal di Kecamatan Setempat.

Pada bagian lain, Camat Way Sulan, Munir beserta Forkopimcam serta aparatur desa setempat turut mensosialisasikan new normal sekaligus membagikan masker pada pedagang dan pengunjung pasar Karang Pucung.

“Hari ini kami bersama Forkopimcam, Polpp, Staf Kecamatan serta Aparatur Desa, selain menyampaikan sosialisasi protokol kesehatan guna menyongsong new normal, juga membagikan masker pada pedagang dan pengunjung pasar Karang Pucung,” ujar Munir, Camat Way Sulan. (Arya)

 3,863 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Dua ABG Spesialis Pencuri Ratusan Ekor Ayam Dibekuk Polsek Kalianda

Published

on

By

Hanuang.com – Jajaran Polsek Kalianda berhasil mengungkap 2 (dua) orang Anak Baru Gede (ABG) pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), Senin (2/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib di desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Kedua pelaku yang masih ABG ini yakni, SUH (12) dan Mai (14) keduanya warga Kecamatan Kalianda Lamsel ini ditangkap karena sebelnya diduga telah melakukan pencurian 153 ekor ayam, Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 wib di Dusun Kubu Panglima Desa Tajimalela, milik korban Suhardin als Ujang (48) warga desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi Yakup, SPd mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, SIK, SH, MSi, Selasa (3/8/2021) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap dua remaja yakni SUH (12) dan Mai (14) keduanya warga Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib didesa Merak. Belantung Kecamatan Kalianda Lamsel.

Keduanya ditangkap lantaran sebelumnya, Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 wib telah melakukan pencurian 153 ekor ayam didusun Kubu Panglima desa Tajimalela, milik korban Suhardin als Ujang (48) warga desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.”Tuturnya.

Dalam menjalankan aksinya keduanya bermula pada, Senin 19 Juli 2021, sekitar pukul 01.00 wib, di kandang Ayam Usaha Jaya Dusun Sukamampir desa Tajimalela Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan ayam petelur sebanyak 153 ekor warna coklat yang dilakukan oleh pelaku.” ungkapnya.

Adapun modus yang digunakan pelaku yakni dengan cara merusak pagar kawat, kemudian memanjat pagar kandang dan masuk selanjutnya para pelaku mengambil ayam petelur sebanyak 153 ekor, akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 12.240.000,- (dua belas juta dua ratus empat puluh ribu rupiah) dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalianda dan langsung ditindak lanjuti oleh Unit Reskrim dan melakukan penangkapan kedua pelaku, Senin (20/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib, didesa Merak Belantung Kecamatan Kalianda Lamsel.

Saat ini kedua pelaku yang akan dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana, bersama barang buktinya berupa ayam petelur warna coklat sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ” Pungkasnya. (humas)

 575 total views,  575 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Pasca Kebakaran Pasar Bakauheni, Pemkab Lamsel Siapkan Relokasi Kios Bagi Pedagang

Published

on

By

Hanuang.com – Pasar Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan terbakar hebat, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

Akibatnya, seluruh bangunan dan 263 kios pedagang ludes dilahap si jago merah.

Atas kejadian tersebut, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto beserta jajaran bergerak cepat memikirkan nasib pedagang Pasar Bakauheni yang kehilangan kiosnya.

Nanang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan tempat relokasi kios pedagang Pasar Bakauheni yang terkabar. Upaya itu dilakukan agar para pedagang bisa kembali berjualan setelah kios mereka ludes terbakar.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyediakan tempat relokasi di Pasar Siring Itik untuk para pedagang yang tertimpa musibah kebakaran,” ujar Nanang Ermanto disela meninjau lokasi Pasar Bakauheni pasca kebakaran, Selasa pagi (3/8/2021).

Usai meninjau lokasi kebakaran Pasar Bakauheni, Nanang beserta jajaran langsung menuju Pasar Siring Itik yang akan dijadikan tempat relokasi pedagang Pasar Bakauheni.

Nanang menyatakan, selain lokasi kedua pasar tersebut masih berada di satu desa, lokasi Pasar Itik lebih nyaman untuk pedagang dan pembeli, karena ada tempat parkirnya. Sehingga tidak menggangu pengguna jalan raya, dan tidak rawan kecelakaan.

“Jarak antara Pasar Bakauheni dan Pasar Siring Itik juga hanya 2 kilometer dan masih dalam satu desa, di Desa Bakauheni. Jadi Pak Yusri (Kadis Perdagangan) dan pak camat beritahu pedagang kalau pemerintah daerah menyediakan tempat untuk mereka kembali berusaha,” kata Nanang. (kmf)

 582 total views,  582 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Kemendagri Minta Pemda Cek Pemetaan Alokasi Bansos

Published

on

By

Hanuang.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta agar pemerintah daerah (Pemda) kembali mengecek pemetaan alokasi bantuan sosial (bansos) di wilayah masing-masing. Hal itu guna mencegah terjadinya kerentanan sosial akibat pandemi Covid-19.

Instruksi tersebut terungkap dalam rapat sosialisasi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terkait penerapan PPKM Level 1, 2, 3 dan 4 pada beberapa wilayah kabupaten/kota di Indonesia yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (3/8/2021).

Kegiatan tersebut turut diikuti oleh seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang mengikuti kegiatan itu secara virtual dari Aula Rajabasa kantor bupati setempat.

Nampak mengikuti kegiatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, Staf Ahli Bidang Keuangan Lampung Selatan, Akar Wibowo beserta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto, mengatakan, pemerintah daerah dapat mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menangani dampak dari pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Hal tersebut tertuang dalam Permendagri Nomor 39 Tahun 2020 tentang Pengutamaan Penggunaan Alokasi Anggaran Untuk Kegiatan Tertentu, Perubahan Alokasi dan Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Dalam Inmendagri telah disebutkan bagaimana tata cara pemerintah daerah bisa memberikan bansos. Jadi tidak lagi berbasis pada aturan tertulis,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Ardian, Dinas Sosial beserta stakeholder terkait harus melakukan pemetaan alokasi bansos, guna mencegah munculnya potensi-potensi kerentanan sosial akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi.

“Mengenai bansos ini kacamata kita jangan hanya terbatas pada data DTKS, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Lakukan pemetaan sosial, bansos ini yang paling penting dari kacamata kami adalah tepat sasaran,” ungkapnya lebih lanjut.

Ardian berharap, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Jajaran Pemerintahan terkait dapat saling bersinergi dan berkoordinasi dengan baik, guna mencegah kemungkinan munculnya masyarakat yang terdampak dari Covid-19. (ptm)

 587 total views,  587 views today

Continue Reading

Trending Topic