Connect with us

Lampung Selatan

Lamsel Bakal Kembali Jadi Tuan Rumah Turnamen Sepakbola U11 Road To China

Published

on

Hanuang.com – Kabupaten Lampung Selatan bakal kembali menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga berskala nasional bertajuk Turnamen Sepakbola U11 Road to China.

Kepastian itu terungkap dalam audiensi antara Panitia Pelaksana Turnamen Sepakbola U11 Road to China dengan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Bupati Lampung Selatan, Rabu (19/6/2019).

Koordinator Regional Panitia Pelaksana Turnamen Sepakbola U11 Road to China, Sidik yang hadir dalam audiensi itu menjelaskan, kejuaraan yang rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 6-8 September 2019 itu, bakal diikuti 16 tim yang berasal dari 13 provinsi.

“Untuk regional, akan kita laksanakan pada tanggal 13 sampai dengan 15 Juli 2019. Itu diikuti 14 tim se-Provinsi Lampung. Kalau yang nasional itu tanggal 6 hingga 8 Juli 2019,” ungkap Sidik ketika ditemui tim Diskominfo Lamsel usai audiensi.

Adapun kata dia, tujuan dilaksanakannya kegiatan itu adalah untuk mendukung program pemerintah dalam menggalakkan pembibitan olahraga sepakbola sekaligus pengenalan budaya dan pendidikan sejak usia dini.

“Turnamen ini juga sebagai ajang pencarian bibit atau regenerasi sepakbola tanah air sebagai Timnas Pelajar. Selain itu memberi anak-anak kegiatan positif sehingga secara langsung menghindari dari kegiatan negatif dan bahaya narkoba,” kata dia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lampung Selatan Ariswandi mengatakan, pihaknya sengaja menggaet pihak ketiga untuk mengadakan turnamen sepakbola nasional U11.

Hal itu katanya, untuk melatih generasi-generasi baru pelaku sepakbola tanah air, khususnya dari Lampung Selatan untuk bersaing secara global.

“Secara fasilitas kita cukup lengkap. Disini (Lampung Selatan) ada dua stadion sepakbola, ada Stadion Radin Inten dan Stadion Jati,” tutur Ariswandi.

Sementara, Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan event olahraga tersebut. Menurutnya, salah satu tugas pemerintah daerah adalah ikut mengkampayekan olahraga kepada masyarakat.

“Saya ini orangnya hobi olahraga, paling yang gak bisa itu cuma olahraga renang. Dan orang yang suka olahraga itu pasti memiliki jiwa sportifitas,” cetus Nanang saat menerima audiensi Panitia Pelaksana Turnamen Sepakbola U11 Road to China.

Dirinya juga berharap, event itu dapat menjadi wadah bagi pemain muda untuk mengembangkan bakatnya dan membuka kesempatan bagi mereka untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Kita ini negara yang besar, tidak sulit mencari pemain yang baik. Saya harap melalui ajang ini akan muncul pemain-pemain hebat yang akan menjadi Tim Nasional,” kata Nanang. (Arya)

 2,057 total views,  6 views today

Kriminalitas

Di Pelabuhan Bakauheni, Ayah dan Anak Terjaring Bawa Paket Sabu-Sabu

Published

on

By

Hanuang.com – Masih di awal tahun 2021, Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan (Lamsel), berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis shabu-shabu dan mengamankan tiga orang tersangka.

Memilukan, dua tersangka yakni Ikhsan (63) serta Dedi (32) ternyata adalah ayah dan anak yang tertangkap basah sedang membawa paket Narkotika jenis shabu-shabu di dalam mobil yang mereka gunakan.

Diketahui, Ikhsan (63) lulusan SD ini tinggal di Jalan Lintas Timur RT/RW 002/012, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Sedangkan Dedi (32), tinggal di Jalan Kopi No. 40 RT/RW 002/003, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Kasat Narkoba AKP Abadi mengungkapkan, berawal dari kecurigaan petugas terhadap kendaraan Daihatsu Ayla Nopol BM 1729 AS warna abu-abu metalik yang melintasi areal Seaport Interdiction Bakauheni, sekira jam 18.30 WIB, pada hari Senin tanggal 4 Januari 2021.

“Ketika dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut, petugas menemukan empat paket shabu-shabu disembunyikan dibawah jok penumpang yang dikendarai oleh pelaku Ikhsan dan Dedi,” urai AKP Abadi, Minggu (17/1/2021).

AKP Abadi meneruskan, dari hasil interogasi petugas, diketahui tersangka Ikhsan (63) dan Dedi (32) memiliki pertalian darah sebagai ayah dan anak. Mereka mengakui, barang haram tersebut adalah miliknya yang dibawa dari Pekanbaru dan akan dikirim ke pulau Jawa yakni Kota Surabaya.

Bersama tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa empat paket besar Narkotika jenis shabu-shabu dengan berat kotor empat kilogram dan dibawa ke Mapolres Lamsel guna kepentingan penyelidikan serta penyidikan lebih lanjut.

“Tim Sat Narkoba Lamsel dipimpin langsung oleh saya sendiri, kemudian melakukan pengembangan kasus berdasarkan pengakuan para tersangka. Dalam kurun waktu empat hari, tepatnya pada hari Jum’at tanggal 8 Januari 2021, kami berhasil menangkap satu tersangka lagi atas nama Danu warga Surabaya,” jelas mantan Kasat Narkoba Lampung Timur itu.

Tersangka Danu, kemudian dibawa oleh petugas dari Kota Surabaya ke Mapolres Lamsel untuk menghadapi proses hukum lebih lanjut.

“Tersangka dijerat Pasal 114 ( 2 ) dan pasal 112 Ayat (2) Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara, paling singkat enam tahun dan paling lama dua puluh tahun,” pungkas AKP Abadi. (*)

 2,168 total views,  606 views today

Continue Reading

Kriminalitas

KSKP Bakauheni Amankan Ribuan Burung Kicau Tanpa Dokumen

Published

on

By

Hanuang.com – Modus penyelundupan satwa liar ke Pulau Jawa, melalui Pelabuhan Penyebrangan ASDP Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), sepertinya semakin marak.

Terbukti, jajaran personil Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni kembali berhasil menangkap 2 pelaku, yang berupaya menyelundupkan 1.722 ekor satwa liar dilindungi, di pos pemeriksaan Seaport Interdiction (SI), Jum’at (15/1/2021) sekitar pukul 21.30 WIB semalam.

Masing-masing pelaku yakni, Rohmad Khudori (43) selaku sopir dan Hendi Dwi Setiawan (21), seorang mahasiswa asal warga Kelurahan Buana Bhakti, Kecamatan Kerinci, Kabupaten Siak. Mereka bertindak sebagai kurir atau pengantar satwa liar kepada pemiliknya di Pulau Jawa.

Kepala KSKP Bakauheni, AKP Ferdiansyah mengungkapkan, polisi menangkap kedua kurir satwa liar tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap kendaraan roda empat Toyota Avanza warna hitam B 1667 UID, petugas mendapati 60 paket keranjang plastik dan 4 kardus kecil. Setelah diperiksa lagi, ternyata berisikan satwa liar burung berbagai jenis,” Terangnya kepada wartawan, Sabtu (16/1/2021).

Mantan Kasat Narkoba Polres Lamsel ini juga menjelaskan, berdasarkan keterangan salah seorang pelaku, satwa liar berupa burung tersebut diangkut dari daerah Panjang Bandar Lampung dan akan dibawa menuju ke daerah Semarang.

“Mereka diberikan ongkos sebesar Rp. 3 juta, namun baru diterima Rp. 2 juta. Sedangkan sisanya akan diberikan lagi setelah satwa-satwa itu sampai ke tujuan,” Jelasnya lagi.

Atas dasar hal tersebut, kedua pelaku beserta barang bukti diamankan ke Markas KSKP Bakauheni guna proses hukum lebih lanjut. “Polisi tengah melakukan penyelidikan, ke pemilik dan penerima satwa liar tersebut,” Tukasnya.

Diketahui, barang bukti yang berhasil disita yakni satu unit Mobil Toyota Avanza warna hitam metalik dengan Nopol : B 1767 UID berikut kunci kontak kendaraan.

60 box keranjang plastik yang berisikan satwa liar berupa burung berbagai jenis yang berjumlah sekitar 1.722 ekor. Rinciannya, 380 ekor burung jenis Jalak Kebo, 385 ekor burung jenis Pleci, 80 ekor burung jenis Cinenen, 210 ekor burung jenis Gelatik Batu, 570 ekor burung jenis Prenjak Jawa, 11 ekor burung jenis Sirih-Sirih, 57 ekor burung jenis Madu Belukar, 3 ekor burung jenis Poksai, 5 ekor burung jenis Cucak Gunung, 13 ekor burung jenis Kinoy dan 8 ekor burung jenis Cucak Ranting. (*)

 4,962 total views,  533 views today

Continue Reading

Kriminalitas

Polsek Sidomulyo Bekuk Kawanan Pencuri Kabel PLN

Published

on

By

Hanuang.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Sidomulyo Lampung Selatan (Lamsel), berhasil meringkus tiga orang tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) kabel milik PT. PLN (Persero) ULP Sidomulyo.

Diketahui, tersangka yang diamankan petugas yakni Yuda Isworo (24), Jaka Riyanto (23) dan Riki Widiyanto (21), ketiganya warga Dusun Tegal lega RT/RW 003/001, Desa Karanganyar, Kecamatan Jati Agung.

Kapolsek Sidomulyo Iptu Hengky Darmawan menjelaskan, para tersangka menjalankan aksinya sekira jam 04.00 WIB pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2021. Dengan tempat kejadian perkara (TKP), gardu sisipan S-273 PLN yang berada ditengah areal persawahan Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo.

“Modus operandi pelaku, yakni membuka box kemudian melepas tiga sekring untuk memutus arus lalu dilanjutkan dengan memutus sekring atas. Selanjutnya, pelaku memotong pipa pengaman kabel tembaga milik PT. PLN (Persero) ULP Sidomulyo,” sebut Iptu Hengky, Jum’at (15/1/2021).

Iptu Hengky melanjutkan, saksi Andi Nurdika (31) kebetulan melintasi TKP dan bergerak cepat menghubungi piket Polsek Sidomulyo melaporkan kejadian tersebut. Sekira jam 05.00 WIB, Kapolsek Sidomulyo didampingi Kanit Reskrim bersama warga memergoki lima orang pelaku yang kedapatan sedang melakukan tindak pidana curat.

“Setelah dilakukan interogasi, tiga orang pelaku yaitu Yuda Isworo (24), Jaka Riyanto (23), dan Riki Widiyanto (21), mengaku telah melakukan pencurian sebanyak tiga kali di wilayah Sidomulyo pada bulan Agustus dan Desember 2020, juga satu kali di wilayah Candipuro. Sedangkan, dua orang lainnya Prima Saputra (29), dan Ahmad Sobirin (29) tidak terbukti terlibat dan ditetapkan sebagai saksi,” tegas Iptu Hengky.

Terungkap, sebelumnya para pelaku telah melakukan curat sekira jam 02.00 WIB pada hari Rabu tanggal 30 Desember 2020. Pelaku mencuri kabel puding jurusan sebanyak empat buah kabel, dengan panjang kurang lebih lima meter.

“Modusnya, pelaku membuka box gardu kemudian mematikan tegangan arus listrik dan mematikan saklar pada gardu, lalu melepas cut out untuk memutus arus listrik. Setelah itu, pelaku memotong kabel puding jurusan yang ukuran 70 mm dan empat buah kabel sepanjang 5 meter lalu dibawa kabur oleh para tersangka,” imbuh Iptu Hengky.

Akibat kejadian tersebut, korban yakni PT. PLN (Persero) ULP Sidomulyo mengalami kerugian materi sebesar Rp. 11.409.000 (sebelas juta empat ratus sembilan ribu rupiah). Kemudian, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sidomulyo.

Selain para tersangka, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah gagang gergaji besi, dua buah pipa pralon ukuran 3/4 inc warna putih, kabel diameter 70 dua gulung, kabel diameter 150 satu gulung, dua buah mata gergaji besi, satu buah kunci pas 24 dan satu unit mobil Daihatsu Xenia Nopol B 1152 CKJ.

“Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh,” pungkas Iptu Hengky. (*)

 5,053 total views,  525 views today

Continue Reading

Trending Topic