Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Kemarau Panjang Belum Berakhir, Lampung Selatan Serentak Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung SelatanPeristiwa

Kemarau Panjang Belum Berakhir, Lampung Selatan Serentak Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan

redaksi
Last updated: 10 September 2026 10:27
redaksi
1 bulan ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Di tengah kemarau panjang yang masih melanda dan hujan yang belum kunjung turun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Selatan menggelar Salat Istisqa dan doa bersama.

Ikhtiar spiritual tersebut dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan untuk membawa rahmat, manfaat, dan keberkahan bagi masyarakat.

Salat Istisqa dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Selatan, Kamis (10/9/2026). Pelaksanaannya tidak hanya berlangsung di Kalianda, tetapi digelar secara serentak di 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.

Rangkaian ibadah tersebut menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah, jajaran Kemenag, Kantor Urusan Agama (KUA), ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadapi kondisi kekeringan yang masih berlangsung.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama hadir langsung mengikuti Salat Istisqa dan doa bersama tersebut bersama jajaran pemerintah daerah. Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Lampung Selatan Ahmad Rifa’i beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Bupati Egi mengatakan, Salat Istisqa menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat ikhtiar dan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera turun.

“Ini adalah ikhtiar kita bersama, doa kita bersama,” ujar Egi.

Menurutnya, kondisi yang tengah dihadapi masyarakat juga menjadi pengingat agar manusia senantiasa mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi.

Egi menilai, setiap keadaan yang dihadapi memiliki pelajaran yang dapat mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kehidupan dan lingkungan di sekitarnya.

“Dari setiap peristiwa pasti mengandung hikmah dan ini akan membawa berkah untuk kita semua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lampung Selatan Ahmad Rifa’i mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa secara serentak di seluruh kecamatan merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkab Lampung Selatan dan Kemenag dalam menyikapi kondisi kekeringan.

Menurut Rifa’i, Salat Istisqa tidak hanya menjadi sarana untuk memanjatkan doa agar hujan turun, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian masyarakat.

“Semoga hujan segera turun dengan cukup dan membawa manfaat serta keberkahan bagi kita semua,” ujar Rifa’i.

Pelaksanaan secara serentak di 17 kecamatan diharapkan menjadi ikhtiar bersama seluruh elemen masyarakat Lampung Selatan untuk menghadapi dampak kemarau yang masih berlangsung.

Hujan yang diharapkan bukan sekadar mengakhiri masa kering, tetapi juga menjadi penopang bagi berbagai aktivitas masyarakat, terutama sektor pertanian dan kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama Kemenag mengajak masyarakat untuk terus memperkuat doa sekaligus menjaga kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Salat Istisqa pun menjadi simbol bahwa menghadapi kemarau bukan hanya membutuhkan langkah teknis dan kesiapsiagaan, tetapi juga keteguhan spiritual serta kebersamaan.

Melalui doa yang dipanjatkan bersama dari berbagai penjuru Lampung Selatan, Pemkab dan Kemenag berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup, membawa keselamatan, kesehatan, manfaat, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan semakin mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat kemarau panjang. (Arya)

TAGGED:Lampung SelatanPeristiwa
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article Dua Gempa Guncang NTT dan Sultra Hari Ini, Magnitudo 4,2 dan 3,5
Next Article 34 Adegan Rekonstruksi Ungkap Rangkaian Pembunuhan Satu Keluarga di Palu
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengumuman Uji Hasil Pendataan Non ASN di Lingkungan Pemkab Lamsel 2022
Panwaslu Dorong Kades Se – Kecamatan Kalianda Jaga Netralitas di Pemilu 2024
Galakkan Penghijauan dan Optimalisasi Lahan, Bunda Winarni Kembali Tanam Pohon Di Kebun Edukasi Lamsel
(Berita Fhoto) Ketua DPRD Lamsel Terima Kunjungan Kemenkeu RI Dirjen Pajak DJP Bengkulu & Lampung
Ciptakan Fisik Sehat, Babinsa Semangati Warga Untuk Berolahraga
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?