Hanuang.com – Aktivitas gempa bumi kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (9/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya dua gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Gempa pertama mengguncang wilayah 52 kilometer utara Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 17.21.38 WIB.
Berdasarkan informasi BMKG, gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 4,2 dengan pusat gempa berada pada koordinat 8,15 Lintang Selatan (LS) dan 120,51 Bujur Timur (BT).
Pusat gempa berada pada kedalaman relatif dangkal, yakni 3 kilometer.
BMKG menyampaikan informasi tersebut melalui akun X resminya. Dalam keterangannya, BMKG mengingatkan bahwa informasi awal gempa mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data masih dapat mengalami perubahan seiring bertambahnya data.
“Info Gempa Mag:4.2, 9-Sep-26 17:21:38 WIB, Lok: 8.15 LS – 120.51 BT (52 km Utara RUTENG-MANGGARAI-NTT), Kedlmn: 3 km #BMKG,” demikian informasi BMKG.
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Buton Selatan
Sebelumnya, gempa bumi juga tercatat mengguncang wilayah 53 kilometer barat daya Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, pada pukul 16.28.52 WIB.
BMKG mencatat gempa tersebut berkekuatan magnitudo 3,5 dengan pusat gempa berada pada koordinat 5,85 LS dan 122,19 BT.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 18 kilometer.
Dalam informasi yang disampaikan BMKG, lokasi episentrum gempa berada di laut sekitar 53 kilometer barat daya Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.
“Gempa Info Gempa Mag:3.5, 9-Sep-26 16:28:52 WIB, Lok: 5.85 LS – 122.19 BT (53 km Barat Daya BUTONSELATAN-SULTRA), Kedlmn: 18 km #BMKG,” tulis BMKG.
BMKG kembali menegaskan bahwa informasi gempa yang disampaikan sesaat setelah kejadian bersifat sementara. Data dapat berubah setelah proses analisis dan pengolahan data gempa selesai dilakukan.
Masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Informasi terkait perkembangan aktivitas gempa dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.
Catatan: Data koordinat dan parameter gempa dapat diperbarui BMKG sesuai hasil pemutakhiran analisis. (Arya)