Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Forum Segekhi Suku Tegaskan Penolakan PLTP Gunung Rajabasa, Serukan Perjuangan Jaga Alam dan Ruang Hidup Masyarakat
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung Selatan

Forum Segekhi Suku Tegaskan Penolakan PLTP Gunung Rajabasa, Serukan Perjuangan Jaga Alam dan Ruang Hidup Masyarakat

Redaksi
Last updated: 17 Juli 2026 14:06
Redaksi
6 hari ago
Share
SHARE

Keterangan Gambar : Ilustrasi AI

Hanuang.com – Gerakan penolakan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, terus menguat. Gerakan Masyarakat Peduli Gunung Rajabasa (GMPGR) melalui Forum Segekhi Suku kembali menegaskan komitmennya menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan ruang hidup masyarakat adat dari potensi kerusakan ekologis.

Sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRD Lampung Selatan pada 22 Juni 2026, Forum Segekhi Suku menggelar aksi simpatik dengan memasang spanduk penolakan secara serentak di empat kecamatan, yakni Kalianda, Rajabasa, Penengahan, dan Bakauheni, Kamis (16/7/2026).

Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.30 WIB tersebut berjalan tertib, aman, dan kondusif. Pemasangan spanduk dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara damai sekaligus penegasan sikap masyarakat yang menolak aktivitas pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Rajabasa.

Perwakilan Forum Segekhi Suku menjelaskan, aksi tersebut merupakan implementasi dari amanah para tokoh adat dan penasihat hukum yang terus mengawal perjuangan masyarakat. Selain menjadi media penyampaian aspirasi, spanduk yang dipasang juga mengandung makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai perjuangan.

Kain berwarna putih melambangkan kesucian niat para leluhur dalam menjaga alam dan warisan budaya, sedangkan tulisan berwarna merah menjadi simbol keberanian serta keteguhan masyarakat dalam mempertahankan tanah kelahiran dari berbagai ancaman yang dinilai dapat merusak keseimbangan lingkungan.

Ketua Forum Segekhi Suku, Beta Rahmi (Adok Pengikhan Pukuk Sabuay Nimbau), menegaskan bahwa penolakan terhadap rencana pembangunan PLTP bukan sekadar bentuk penolakan terhadap sebuah proyek, melainkan bagian dari upaya mempertahankan kelestarian kawasan Gunung Rajabasa yang memiliki nilai ekologis, budaya, dan spiritual bagi masyarakat setempat.

“Kami tetap menolak dengan keras rencana pengeboran di Gunung Rajabasa. Tidak ada tawaran atau kompromi bagi kami. Perjuangan ini adalah upaya mempertahankan keberlanjutan alam agar Gunung Rajabasa tetap lestari bagi generasi mendatang,” tegas Beta Rahmi.

Forum Segekhi Suku juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dalam memperjuangkan kelestarian Gunung Rajabasa dengan mengedepankan cara-cara yang damai, konstitusional, dan bertanggung jawab. Masyarakat diimbau agar tidak mudah tergiur oleh keuntungan jangka pendek yang dinilai berpotensi mengancam kelestarian ekosistem serta keseimbangan kehidupan masyarakat sekitar.

Menurut Forum Segekhi Suku, menjaga Gunung Rajabasa merupakan tanggung jawab moral bersama demi memastikan warisan alam tersebut tetap lestari bagi generasi yang akan datang. Karena itu, mereka berkomitmen terus menyuarakan aspirasi masyarakat melalui berbagai langkah yang terukur dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan harapan kawasan Gunung Rajabasa tetap terjaga sebagai penyangga kehidupan dan identitas masyarakat Lampung Selatan. (Arya)

TAGGED:Gunung RajabasaLampung Selatan
Share This Article
Facebook Email Print
ByRedaksi
Farihan, S.H
Previous Article Faridz Nalla Samudera Lolos Taruna AAL, Bukti Daya Saing Generasi Muda Lampung Selatan
Next Article Korban Tenggelam di Perairan Pulau Rimau Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jelang Kedatangan Presiden RI, Arjuna Pantau Pelabuhan ASDP Bakauheni
Pemkab Lamsel Ikuti Detik-Detik Proklamasi Secara Virtual
KPU Lamsel Gencarkan Sosialisasi Pilkada 2020 Di Era New Normal
50 Anggota DPRD Dilantik Ketua PN Lamsel, Ini Penjelasan Sekwan
Tidak Tercover, DPRD Ajukan Hak Aspirasi Kenaikan Pendapatan Aparatur Desa Se-Lamsel
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?