Connect with us

Lampung Selatan

Di Candipuro, Sebanyak 41 KPM PKH Graduasi Mandiri Dari Kepesertaan

Published

on

Hanuang.com – PKH (Program Keluarga Harapan) menjadi salah satu fokus Presiden Republik Indonesia H.Ir. Joko Widodo dalam mendorong kemandirian untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.

PKH merupakan proses yang mengarah kepada perubahan sikap dan perilaku yang mendorong peningkatan produktivitas Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan KPM menjadi cita-cita mulia PKH. Untuk mencapai cita-cita tersebut KPM harus mampu mandiri, sejahtera, produktif dan tidak bergantung pada bantuan sosial pemerintah.

Jika kondisi kesejahteraan KPM meningkat, KPM dapat melakukan Graduasi Mandiri.

Ada dua hal penting agar KPM bisa melakukan graduasi mandiri, yaitu mempunyai kemampuan secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mempunyai kesadaran dan perubahan sikap untuk mandiri tidak menerima lagi bantuan dari PKH.

Untuk mewujudkan graduasi Mandiri KPM PKH, tidak cukup hanya menunggu. Namun diperlukan desain dan intervensi dari berbagai pihak (terutama dari SDM PKH), agar KPM mempunyai kemampuan dan kemauan untuk dapat melakukan Graduasi Mandiri.

KPM memerlukan bimbingan dan motivasi, informasi peluang usaha,serta link ke lembaga usaha sebagai upaya untuk meningkatkan penghasilan keluarganya.

Dalam upaya untuk mencapai Graduasi Mandiri KPM PKH, pendamping PKH Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melakukan pemberdayaan terhadap KPM dampingannya, agar KPM mempunyai kemampuan untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.

Sedikitnya ada 41 KPM PKH yang menyatakan graduasi mandiri yakni diantaranya :

  1. Sukarni, warga Sinar Pasemah, yang mempunyai rumah permanen dan memiliki mesin bor.
  2. Ida Ragil, warga Sinar Pasemah, yang mempunyai rumah permanen dan memiliki warung pecel.
  3. Wiwik Winarti, warga Sinar Pasemah, yang mempunyai rumah permanen dan sudah memiliki usaha cetak batako bersama suami, usaha jahit, dan menjadi tenaga pengajar Paud.
  4. Surni, warga Sinar Pasemah, yang mempunyai rumah permanen dan memiliki usaha warung.
  5. Mariam Painem, warga Sinar Pasemah, yang mempunyai rumah permanen dan memiliki usaha warung.
  6. Rohmah, warga Sinar Pasemah, yang mempunyai rumah permanen dan memiliki usaha pertanian.
  7. Jumsiti, warga Bumi Jaya, yang mempunyai rumah keramik dan memiliki usaha sawah serta motor 2 unit.
  8. Suwarsih, warga Bumi Jaya, yang mempunyai rumah mewah serta motor 3 unit.
  9. Mugiyati, warga Bumi Jaya, yang mempunyai sawah dan ladang yang luas.
  10. Sariyah, warga Bumi Jaya, yang mempunyai rumah permanen dan sawah serta motor 1 unit.
  11. Supriyati, warga Bumi Jaya, yang mempunyai rumah permanen, dan memiliki usaha toko serta motor 2 unit.
  12. Rumyati, warga Titiwangi, yang mempunyai rumah permanen dan memiliki toko, sawah, serta motor 2 unit.
  13. Surya Ningsih, warga Titiwangi, yang mempunyai rumah permanen dan memiliki usaha pabrik penggilingan dedak, usaha nasi uduk, serta motor 2 unit.
  14. Mutingah, warga Titiwangi, yang mempunyai rumah permanen dan memiliki usaha toko, bajak, sawah, serta motor 2 unit.
  15. Tuti Riswanti, warga Titiwangi, yang mempunyai rumah mewah dan memiliki usaha jualan sayur keliling.
  16. Mugiono, warga Titiwangi, yang mempunyai rumah permanen dan memiliki sawah serta motor 2 unit.
  17. Tika Yulianti, warga Sinar Palembang.
  18. Tika Nirayah, warga Sinar Palembang.
  19. Martinah, warga Sinar Palembang.
  20. Win Hayati, warga Sinar Palembang.
  21. Nur Hikmah, warga Sinar Palembang.
  22. Siti Robingatun, warga Sinar Palembang.
  23. Suyono, warga Sinar Palembang.
  24. Eva Yuni Lestari, warga Rawa Selapan, yang mempunyai rumah keramik dan memiliki usaha meubel, motor 2 unit, yang bekerja sebagai pegawai honorer SD serta pegawai KPN.
  25. Uswatun khasanah, warga Rawa Selapan yang mempunyai rumah permanen dan memiliki sawah, motor 2 unit serta usaha kredit kain.
  26. Siti Rohani, warga Rawa Selapan, yang mempunyai rumah permanen dan memiliki usaha sawah serta motor 1 unit.
  27. Rohimah, warga Rawa Selapan, yang mempunyai rumah keramik, dan memiliki usaha sawah serta motor 2 unit.
  28. Rini Lestari, warga Batuliman Indah.
  29. Teti Kaswati, warga Batuliman Indah.
  30. Siti Fatonah, warga Beringin Kencana.
  31. Uti Setiawati, warga Beringin Kencana.
  32. Neneng Dwi Suryani, warga Beringin Kencana.
  33. Endang Sugih Ayem, warga Beringin Kencana.
  34. Samirah, warga Trimomukti.
  35. Sulastri, warga Trimomukti.
  36. Sri Zaenab, warga Batuliman Indah.
  37. Tri Rahayu, warga Batuliman Indah.
  38. Munifah, warga Rantau Minyak.
  39. Purwati, warga Rantau Minyak.
  40. Holiyah, warga Rantau Minyak.
  41. Suharti, warga Rantau Minyak.

Menurut Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Lamsel, Salasi menuturkan bahwa pihaknya akan terus berusaha mengajak peserta KPM PKH agar bisa graduasi mandiri.

“Data update sampai hari ini sudah sebanyak 721 KPM PKH di Lamsel yang sudah mengundurkan diri” ungkapnya.

“Data ini akan terus bertambah mengingat makin tingginya kesadaran KPM PKH tentang siapa yang layak menerima PKH, ditambah lagi rencana pelabelan rumah KPM PKH, dimana surat edarannya sudah diberikan kepada Kepala Desa yang ada diwilayah Lamsel” tutupnya. (Arya)

 2,249 total views,  6 views today

Lampung Selatan

Hati-Hati Penipuan…!!! Ada Oknum Jual Nama Ajudan Bupati Lamsel Minta Uang Ke Perusahaan

Published

on

By

Hanuang.com – Nama Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto dicatut orang tidak bertanggungjawab. Modusnya, sang penipu yang mengaku ajudan orang nomor satu di kabupaten ini meminta sejumlah uang ke perusahaan.

Beruntung, insiden ini cepat terendus lantaran pihak perusahaan mengkonfirmasi langsung terhadap H. Nanang Ermanto, Rabu (1/12) kemarin.

Dirinya langsung menampik tudingan tersebut dan meminta pihak perusahaan tidak meladeni bahkan terpancing dengan modus penipuan tersebut.

Nanang mengaku, sangat dirugikan dengan adanya praktek penipuan yang mencatut namanya tersebut. Sebab, dirinya tidak pernah menginstruksikan bahkan menyuruh ajudannya untuk meminta sejumlah uang kepada perusahaan dengan alasan apapun.

“Jelas tindakan praktek penipuan ini sangat merugikan saya. Karena dia mengaku ajudan dan diperintah langsung oleh Bupati untuk meminta sejumlah uang. Tapi saya tegaskan disini bahwa itu tidak benar dan bohong,” ungkap Nanang meluapkan kekesalannya.

Ia menambahkan, pihak perusahaan ataupun internal pejabat Pemkab Lamsel jangan percaya jika ada oknum yang mengaku suruhan Bupati dengan meminta sejumlah uang dalam bentuk apapun.

“Untungnya, ini pihak perusahaan yang dimintai sejumlah uang dan mengaku orang suruhan Bupati mengkonfirmasi langsung hal ini. Sehingga, langsung kami tegaskan kepada mereka jika ini adalah penipuan,” tegasnya.

Lebih lanjut Nanang mengatakan, persoalan ini tidak lantas dilaporkannya kepada aparat penegak hukum. Sebab, sejauh ini beberapa perusahaan yang sempat dihubungi oleh oknum penipu itu belum memberikan sejumlah uang yang mereka inginkan.

“Karena memang belum ada korbannya, jadi tidak sampai ke pihak kepolisian. Kalau toh memang pihak perusahaan yang melaporkan kejadian ini silahkan saja. Yang jelas saya tidak pernah memberikan perintah apapun terhadap ajudan saya,” tukasnya.

Terpisah, Ajudan Bupati Lamsel, Arya membenarkan hal tersebut. Sebab, orang yang pertama kali dikonfirmasi oleh pihak perusahaan yang hampir menjadi korban penipuan adalah dirinya.

“Ada dua perusahaan yang konfirmasi ke saya. Satu Perusahaan Batu dari Kecamatan Bakauheni dan satu lagi PTPN. Setelah saya komunikasikan dengan pak Bupati ternyata ini tidak benar. Kita pastikan itu adalah ulah oknum penipu yang tidak bertanggungjawab,” kata Arya.

Dia menjelaskan, dalam melancarkan praktek penipuan itu para pelaku menghubungi perusahaan melalui sambungan telepon. Dia mengaku, sebagai ajudan Bupati yang mengatasnamakan dirinya (Arya_red).

“Dari telepon mengaku-ngaku sebagai diri saya. Lalu, dia berpura-pura sedang bersama Pak Bupati. Dalam percakapan itu dia memberikan teleponnya kepada orang yang mengaku Bupati. Itu jelas tidak benar karena saya tidak pernah diperintah bapak untuk meminta-minta ke perusahaan,” pungkasnya. (idh)

 812 total views,  812 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Arjuna Serahkan DIPA dan TKDD Tahun 2022, Lamsel Kebagian Rp. 2,7 Triliun

Published

on

By

Hanuang.com – Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer ke Daerah Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2022 kepada bupati dan wali kota se-Provinsi Lampung di ballroom Novotel, Bandar Lampung, Rabu, 1 Desember 2021.

Sebelumnya, Gubernur Lampung telah menerima DIPA dan TKDD dari Presiden RI Joko Widodo, di Mahan Agung, Bandar Lampung secara virtual, pada Senin (29/11) kemarin.

Adapun, berdasarkan data yang dilansir dari www.djpk.kemenkeu.go.id total dana yang akan ditransfer untuk pemerintah provinsi dan 15 pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung sebesar Rp21.079.743.585.000. Dari besaran itu, khusus untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan jumlahnya mencapai Rp1.733.369.207.000.

Sementara itu, DIPA dan TKDD Tahun Anggaran 2022 Kabupaten Lampung Selatan diterima langsung Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dari Gubernur Lampung Arinal.

Pada kesempatan itu, Arinal meminta pemanfaatan APBD dan APBN agar dilakukan secara cermat, efektif dan tepat sasaran dengan tata kelola yang baik untuk kepentingan rakyat.

Gubernur Arinal menambahkan, percepatan realisasi belanja pemerintah dimasa pandemi menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomian. Meski demikian, pelaksanaannya harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi dan akuntabilitas.

“Jajaran pemerintah harus membuktikan dapat bekerja dengan cepat, responsif dan bertanggungjawab terhadap segala permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara kita,” ujar Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menyampaikan arahannya. 

Oleh karena itu, Arinal mengajak kepada para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pimpinan/Kepala Daerah di Provinsi Lampung serta semua pihak yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan, agar dapat menjaga amanah dengan baik.

“Sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat persatuan, harapan kita menjaga kesehatan bersama dapat terwujud dan perekonomian bangkit kembali,” kata Arinal.

Sementara, dalam acara penyerahan DIPA Dan TKDD tersebut, juga sekaligus dilaksanakan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022 di Provinsi Lampung. (AZ)

 412 total views,  411 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Ini Pengumuman Hasil Tes PU Untuk Calon Satpol PP Lamsel 2021

Published

on

By

DOWNLOAD FILE DAFTAR NAMA-NAMA PESERTA SELEKSI PENERIMAAN THLS SAT POL PP KABUPATEN LAMPUNG SELATAN YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT (TMS) PADA TES PENGETAHUAN UMUM “PU” TANGGAL 29 NOVEMBER TAHUN 2021, SELENGKAPNYA BUKA LINK DIBAWAH INI :

PENGUMUMAN HASIL TES PENGETAHUAN UMUM PENERIMAAN THLS SATPOL PP KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2021

 1,482 total views,  853 views today

Continue Reading

Trending Topic