Connect with us

Lampung Selatan

Bersama Ketua DPRD, Nanang Gelar Vicon Dengan Gubernur Lampung

Published

on

Hanuang.com – Gubernur Lampung, Ir. Arinal Djunaidi bersama jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan Para Kepala OPD Provinsi Lampung melakukan koordinasi terkait kesiapan dan penanganan corona virus disease (Covid-19) dengan seluruh Bupati/Walikota Se-Provinsi Lampung, pada Jum’at pagi (3/4/2020).

Melalui Penggilan Video Converence dengan para Bupati/Walikota Se-Lampung, Arinal mengatakan ketua gugus tugas penanganan covid-19 harus diambil alih oleh Kepala Daerah (Bupati/Walikota) dan tidak dapat ditugaskan kepada pejabat yang lain. hal itu sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tanggal 29 maret 2020 tentang pembentukan gugus tugas penanganan Covid-19.

Arinal juga meminta agar seluruh kepala daerah membuat usulan dan melaporkan anggaran dalam konteks pengendalian dan pencegahan terkait covid-19 kepada Kemendagri.

“Perlu saya sampaikan bahwa saat ini Gubernur, Bupati dan Walikota harus menjadi ketua gugus tugas di daerahnya dan tidak dapat digantikan oleh pejabat yang lain, di provinsi saat ini sudah saya ambil alih,” Ujarnya.

“Untuk menangani Covid-19 ini, diperlukan daya dukung pendanaan untuk keperluan gugus tugas yang dibebankan kepada APBD dan APBN. Saya minta kepada bupati/walikota dapat melaporkan langkah-langkah yang sudah dilakukan. Tadi pagi saya sudah berkoordinasi dengan kemendagri agar kita sudah membuat usulan dikaranakan APBD dan APBN dalam kondisi tertentu kita dapat menggunakan, tentu dalam konteks pengendalian dan pencegahan covid-19, maka dari itu wajib kita melaporkan kepada kemendagri apa saja dan jumlahnya berapa,”jelasnya.

Pada saat yang sama, Kapolda Lampung, Irjen Pol. Drs. Purwadi Arianto,M.Si mengatakan, kondisi saat ini sangat berpengaruh besar terhadap masalah kesehatan, politik, ekonomi, sosial, Budaya, pertahanan dan keamanan. Untuk itu Purwadi Arianto berharap dampak yang ditimbulkan ini harus disikapi dengan kesadaran yang tinggi dan tidak menyebarkan isue-isue yang menyebabkan suasana tidak kondusif di masyarakat.

“Dampak yang ditimbukkan covid-19 ini sudah kita rasakan bersama terutama dampak sosial yang berskala besar dan ekonomi. Untuk itu tentunya saya harapkan hal tersebut dapat kita sikapi dengan kesadaran yang tinggi dan tidak menyebarkan isue-isue yang dapat membuat keresahan di masyarakat,”Ujarnya.

Purwadi Arianto juga menyampaikan, meskipun dalam kondisi social distancing dan work from home, pelayanan untuk masyarakat harus tetap berjalan seperti pelayanan kesehatan, rumah sakit, pelayanan kantor pos, unit penanggulangan bencana, unit yang bertanggung jawab di kebun binatang, perushaan-perusahan komersial dan swasta yang berhubungan dengan logistik, operasional perbankan, media layanan informasi teknologi, pelayanan obat-obatan, dan pelayanan transportasi.

Sementara itu Plt. Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, yang didampingi oleh Ketua DPRD Lamsel Hendry Rosyadi, Kapolres Lamsel, AKBP. Edi Purnomo, Dandim 0427 Lamsel, Letkol. Robinson O Bessie, serta Sekretaris Daerah Lamsel, Thamrin melaporkan hal-hal yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam pencegahan penyebaran corona virus disease (COVID-19).

Nanang menjelaskan, sebagai daerah yang merupakan pintu gerbang pulau Sumatera yang merupakan jalur utama penyeberangan orang dan barang dari Sumatera ke pulau Jawa atau sebaliknya, telah melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona secara ketat.

Nanang juga menjelaskan telah membentuk Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tingkat Kabupaten. Bahkan, relawan tingkat desa sudah terbentuk dengan sendirinya berkat kesadaran masing-masing masyarakat terhadap bahayanya virus corona.

“Kami bersama Forkopimda serta instansi terkait telah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan Disinfektan hingga tingkat RT,” ujar Nanang.

“Masyarakat juga kini sudah secara swadaya melakukan penyemprotan disinfektan”, tambahnya.

“Tidak hanya itu, kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tetap waspada, tidak panik serta melakukan kontrol kesehatan secara ketat terhadap masyarakat yang baru tiba dari luar daerah, terutama daerah yang masuk zona merah virus corona,”imbuhnya.

Nanang juga mengatakan bahwa Lampung Selatan telah mempersiapkan anggaran penanganan covid-19 sebesar 56 miliar yang dibagi bebearapa claster. Claster pertama sebesar 17,6 miliar dan untuk dampak sosial sebeser 22 miliar serta dampak ekonomi sebesar 16,4 miliar.

Pada kesempatan terakhir video conference, tidak lupa Arinal menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Walikota yang sudah bekerja secara maksimal dan berpesan agar tetap serius dalam menangani wabah Corona dengan disertai harapan agar wabah Corona segera berakhir. (Arya)

 3,226 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Dua ABG Spesialis Pencuri Ratusan Ekor Ayam Dibekuk Polsek Kalianda

Published

on

By

Hanuang.com – Jajaran Polsek Kalianda berhasil mengungkap 2 (dua) orang Anak Baru Gede (ABG) pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), Senin (2/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib di desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Kedua pelaku yang masih ABG ini yakni, SUH (12) dan Mai (14) keduanya warga Kecamatan Kalianda Lamsel ini ditangkap karena sebelnya diduga telah melakukan pencurian 153 ekor ayam, Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 wib di Dusun Kubu Panglima Desa Tajimalela, milik korban Suhardin als Ujang (48) warga desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi Yakup, SPd mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, SIK, SH, MSi, Selasa (3/8/2021) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap dua remaja yakni SUH (12) dan Mai (14) keduanya warga Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib didesa Merak. Belantung Kecamatan Kalianda Lamsel.

Keduanya ditangkap lantaran sebelumnya, Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 wib telah melakukan pencurian 153 ekor ayam didusun Kubu Panglima desa Tajimalela, milik korban Suhardin als Ujang (48) warga desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.”Tuturnya.

Dalam menjalankan aksinya keduanya bermula pada, Senin 19 Juli 2021, sekitar pukul 01.00 wib, di kandang Ayam Usaha Jaya Dusun Sukamampir desa Tajimalela Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan ayam petelur sebanyak 153 ekor warna coklat yang dilakukan oleh pelaku.” ungkapnya.

Adapun modus yang digunakan pelaku yakni dengan cara merusak pagar kawat, kemudian memanjat pagar kandang dan masuk selanjutnya para pelaku mengambil ayam petelur sebanyak 153 ekor, akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 12.240.000,- (dua belas juta dua ratus empat puluh ribu rupiah) dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalianda dan langsung ditindak lanjuti oleh Unit Reskrim dan melakukan penangkapan kedua pelaku, Senin (20/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib, didesa Merak Belantung Kecamatan Kalianda Lamsel.

Saat ini kedua pelaku yang akan dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana, bersama barang buktinya berupa ayam petelur warna coklat sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ” Pungkasnya. (humas)

 680 total views,  680 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Pasca Kebakaran Pasar Bakauheni, Pemkab Lamsel Siapkan Relokasi Kios Bagi Pedagang

Published

on

By

Hanuang.com – Pasar Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan terbakar hebat, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

Akibatnya, seluruh bangunan dan 263 kios pedagang ludes dilahap si jago merah.

Atas kejadian tersebut, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto beserta jajaran bergerak cepat memikirkan nasib pedagang Pasar Bakauheni yang kehilangan kiosnya.

Nanang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan tempat relokasi kios pedagang Pasar Bakauheni yang terkabar. Upaya itu dilakukan agar para pedagang bisa kembali berjualan setelah kios mereka ludes terbakar.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyediakan tempat relokasi di Pasar Siring Itik untuk para pedagang yang tertimpa musibah kebakaran,” ujar Nanang Ermanto disela meninjau lokasi Pasar Bakauheni pasca kebakaran, Selasa pagi (3/8/2021).

Usai meninjau lokasi kebakaran Pasar Bakauheni, Nanang beserta jajaran langsung menuju Pasar Siring Itik yang akan dijadikan tempat relokasi pedagang Pasar Bakauheni.

Nanang menyatakan, selain lokasi kedua pasar tersebut masih berada di satu desa, lokasi Pasar Itik lebih nyaman untuk pedagang dan pembeli, karena ada tempat parkirnya. Sehingga tidak menggangu pengguna jalan raya, dan tidak rawan kecelakaan.

“Jarak antara Pasar Bakauheni dan Pasar Siring Itik juga hanya 2 kilometer dan masih dalam satu desa, di Desa Bakauheni. Jadi Pak Yusri (Kadis Perdagangan) dan pak camat beritahu pedagang kalau pemerintah daerah menyediakan tempat untuk mereka kembali berusaha,” kata Nanang. (kmf)

 686 total views,  686 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Kemendagri Minta Pemda Cek Pemetaan Alokasi Bansos

Published

on

By

Hanuang.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta agar pemerintah daerah (Pemda) kembali mengecek pemetaan alokasi bantuan sosial (bansos) di wilayah masing-masing. Hal itu guna mencegah terjadinya kerentanan sosial akibat pandemi Covid-19.

Instruksi tersebut terungkap dalam rapat sosialisasi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terkait penerapan PPKM Level 1, 2, 3 dan 4 pada beberapa wilayah kabupaten/kota di Indonesia yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (3/8/2021).

Kegiatan tersebut turut diikuti oleh seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang mengikuti kegiatan itu secara virtual dari Aula Rajabasa kantor bupati setempat.

Nampak mengikuti kegiatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, Staf Ahli Bidang Keuangan Lampung Selatan, Akar Wibowo beserta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto, mengatakan, pemerintah daerah dapat mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menangani dampak dari pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Hal tersebut tertuang dalam Permendagri Nomor 39 Tahun 2020 tentang Pengutamaan Penggunaan Alokasi Anggaran Untuk Kegiatan Tertentu, Perubahan Alokasi dan Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Dalam Inmendagri telah disebutkan bagaimana tata cara pemerintah daerah bisa memberikan bansos. Jadi tidak lagi berbasis pada aturan tertulis,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Ardian, Dinas Sosial beserta stakeholder terkait harus melakukan pemetaan alokasi bansos, guna mencegah munculnya potensi-potensi kerentanan sosial akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi.

“Mengenai bansos ini kacamata kita jangan hanya terbatas pada data DTKS, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Lakukan pemetaan sosial, bansos ini yang paling penting dari kacamata kami adalah tepat sasaran,” ungkapnya lebih lanjut.

Ardian berharap, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Jajaran Pemerintahan terkait dapat saling bersinergi dan berkoordinasi dengan baik, guna mencegah kemungkinan munculnya masyarakat yang terdampak dari Covid-19. (ptm)

 691 total views,  691 views today

Continue Reading

Trending Topic