Connect with us

Lampung Utara

(Video) Lampung Utara Heboh, KPK Dikabarkan OTT Pejabat

Published

on

Hanuang.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Wilayah Lampung, Minggu malam, (06/10/19).

Kali ini KPK mendatangi Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Lampung Utara. Dan berdasarkan data yang berhasil dihimpun, KPK telah mengamankan salah seorang Kepala Dinas setempat.

“Itu yang sudah dibawa KPK Kadis PUPR nya,” ungkap salah seorang yang enggan disebutkan namanya.

“Kalau Bupati nya masih diperiksa, itu mobilnya mah sudah disegel oleh KPK” tambahnya.

Sedangkan menurut salah seorang penjagaan menyatakan bahwa dirinya tidak tahu apa-apa terkait ramainya wartawan dan warga di Rumdin setempat.

“Mohon maaf, saya tidak tau apa-apa” tandasnya.

Hal tersebut dipertegas oleh pihak lembaga anti rasuah (KPK_red) Febri Diansyah selaku Juru Bicara yang belum dapat memberikan klarifikasi. Menurutnya, setiap kegiatan KPK di seluruh Indonesia bersifat rahasia.

“Ya biasanya kalau ada kegiatan OTT saya dikabari,” tandasnya. (Arya)

3,861 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Lampung Utara

Selain Bupati Lampura, Berikut Daftar Tersangka Yang Ditetapkan Oleh KPK RI

Published

on

By

Keterangan Gambar : Foto Diambil Dari Google

Hanuang.com – KPK RI akhirnya menetapkan status tersangka kepada Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara sebagai tersangka kasus suap, Senin, (07/10/19).

Agung diduga menerima suap dari proyek yang digelar oleh Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten setempat.

Selain Bupati Agung, KPK juga menetapkan status tersangka kepada lima orang lainnya. Berikut daftar nama lengkap beserta status dan perannya :

  1. Raden Syahril, selaku orang kepercayaan Bupati Agung yang diduga sebagai penerima suap.
  2. Syahbuddin, selaku Kadis PUPR Lampura yang diduga sebagai penerima suap.
  3. Wan Hendri, selaku Kadis Perdagangan yang diduga sebagai penerima suap.
  4. Chandra Safari, selaku pihak swasta yang diduga sebagai pemberi suap.
  5. Hendra Wijaya, selaku pihak swasta yang diduga sebagai pemberi suap.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, keenam tersangka dijerat Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan pasal yang berbeda-beda. (Arya)

1,970 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Lampung Utara

Tak Bisa Makan Enak, Kakak Dan Adik Di Lampung Lahap Daging Kucing

Published

on

By

Hanuang.com – Miris, dua kakak adik, Wagimin (35) dan adiknya Suyatno (30), hanya karena ingin makan daging, warga Jalan Jeruk Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara itu sampai nekat memakan daging kucing mati.

Mereka makan daging kucing karena tidak mampu membeli daging hewan layak konsumsi, mereka hidup miskin dan memprihatinkan. Ironisnya, keberadaan mereka seperti lepas pantauan dari pemerintah setempat

Mengetahui hal ini, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung Utara Ardiansyah dan Komunitas Jum’at Berbagi (KBJ) menyambangi dan memberikan bantuan bahan pangan dan dari kunjungan KBJ, kedua kakak adik itu memiliki keterbelakangan mental yang sewaktu-waktu menunjukkan gejala.

Menurut penuturan Ketua SMSI, rumah yang saat ini ditempati Wagimin dan Suyatno merupakan warisan milik orang tuanya.

“Rumah itu tanpa pintu dan jendela, hanya dibatasi potongan seng bekas untuk menutupi, tidak ada satu pun perabotan rumah tangga. Suatu hari, kami mendengar kabar, kedua kakak beradik ini memakan kucing mati hanya karena ingin makan daging,” tutur Ardiansyah.

Masih kata Ardiansyah, “melihat dari keterbatasan yang, bisa jadi, usia yang disebutkan Wagimin saat ditanya awak media pun tidak tepat, kedua orangtuanya sudah lama tiada,” ungkapnya.

Koordinator KJB Lampura, Firmansyah, menyampaikan, jika keterbelakangan memtal yang mereka idap selama ini hanya sewaktu-waktu saja kambuh. Dan ia memastikan, keduanya bukan sakit jiwa.

“Mereka bukan orang gila, saya kira hanya depresi ringan yang sewaktu-waktu kambuh. Itupun tidak mengganggu warga sekitar. Saya yakin, depresi yang dialami keduanya disebabkan faktor ekonomi yang tidak mampu mereka atasi karena berbagai keterbatasan yang mereka miliki,” ujar Firmansyah, Jum’at, (20/9/2019).

Saat dikunjungi, Wagimin dan Suyatno sedang memasak air dengan kayu bakar dan sebuah kaleng bekas.

“Ini air buat saya minum, Pak,” sambut Wagimin sambil mempersilakan tim masuk ke dalam rumahnya.

Komunikasi sangat baik dan lancar, hal ini tentu menampik anggapan jika Wagimin adalah orang gila dan tim langsung menyerahkan berbagai bantuan sembako yang dihimpun dari para dermawan.

Dalam wawancara, Wagimin mengatakan, ia bersama adiknya, beberapa waktu lalu, mengakui memakan kucing mati.

“Iya, Pak. Saya dan adik saya memang makan kucing mati. Waktu itu, yah, karena kepingin aja makan daging. Saya lihat kucing mati di pinggir jalan. Saya bawa pulang dan saya bakar untuk saya makan dengan adik saya,” tutur Wagimin.

Menurutnya, mereka memakan kucing mati itu bukan karena sudah terbiasa, namun karena saat itu tidak ada bahan makanan yang hendak mereka makan.

“Ya, saya makan kucing itu tidak setiap hari kok, Pak. Hanya kebetulan saja ada kucing mati, makanya saya bawa pulang untuk dimakan,” aku Wagimin.

Saat kedatangan tim, adiknya sedang pergi main. Dalam kesehariannya, Wagimin bekerja sebagai pemulung barang bekas untuk dijual. Tampak tumpukan kardus dan berbagai botol plastik bekas di samping rumah.

“Rumah kami ini peninggalan orang tua, Pak. Yah, beginilah. Kalau untuk tidur, yah, kami pakai kardus-kardus bekas. Kadang-kadang ada tetangga yang kasih kami makan, Pak,” ujar Wagimin. (Arya)

2,087 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Lampung Utara

Perdana, SMSI Lampura Gelar Audiens Bersama Kakimal Lampung

Published

on

By

Hanuang.com – Serikat Media Siber Indoesia (SMSI) Kabupaten Lampung Utara perdana melaksanakan audiensi bersama Kepala Pemukiman Angkatan laut (Kakimal) Lampung di Prokimal, Kecamatan Kotabumi Utara, Selasa, (13/8/2019).

Hadir dalam kegiatan itu, Kakimal Letkol Laut, Sri Depranoto, Penasehat SMSI, Antaufiq Riska, Ketua, Ardiansyah dan segenap jajaran.

Dewan Penasehat SMSI Lampura, Antaufiq Riska mengatakan maksud kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka menjalin silaturahmi. Sekaligus memperkenalkan  organisasi perkumpulan media siber atau lebih dikenal online, bila sebelumnya hanya ada organisasi menaungi para pewarta saja. Serta memperkenalkan jajaran, terutama  penerima mandat Ketua terpilih Ardiansyah.

“Selain perkenalan dan silaturahmi, tadi juga kita memberitahu beliau didapuk menjadi dewan pembina. Semoga keakraban dan kebersamaan ini terus terjalin, guna mendukung program pembangunan daerah yang tengah digalakkan dikabupaten kita cintai ini,” ungkapnya.

Hal itu diapresiasi oleh Kakimal Lampung, Letkol Laut (KH). Menurutnya, pihaknya menyambut baik maksud  kedatangan anggota pengurus SMSI Lampura. Dan tak lupa mengucapkan terima kasih atas kesediaan menjadikan Kakimal sebagai salah satu dewam pembina dalam organisasi tersebut.

“Sebelumnya saya menyambut hangat kedatangan anggota SMSI Lampura, karena telah menyempatkan hadir dalam menjalin silaturahmi bersama saya. Khusunya di Pemukiman angkatan laut ini,” tambahnya. (Rilis)

1,699 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Trending