Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: UNESCO: Penting Jaga Keselamatan Jurnalis Saat Menjalankan Tugas
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Nasional

UNESCO: Penting Jaga Keselamatan Jurnalis Saat Menjalankan Tugas

redaksi
Last updated: 4 November 2023 21:36
redaksi
3 tahun ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Badan Pendidikan, Keilmuan dan Budaya PBB (UNESCO) menekankan pentingnya keselamatan jurnalis saat menjalankan tugasnya.

“Jurnalis harus dilindungi dalam situasi krisis seperti ini, dan jangan sekali-kali menjadi sasaran,” ujar Perwakilan UNESCO Yekthi Hesthi Murthi dalam siaran persnya, Kamis (2/11/23).

UNESCO juga menyesalkan terus berlanjutnya hilangnya nyawa jurnalis yang meliput konflik di Timur Tengah. Seperti yang ditunjukkan pada minggu paling mematikan bagi jurnalis dalam konflik yang terjadi baru-baru ini.

Data baru UNESCO menunjukkan bahwa serangan terhadap jurnalis dan pelanggaran hak-hak mereka sering terjadi selama masa pemilu. Terutama antara Januari 2019 dan Juni 2022.

“UNESCO mendokumentasikan 759 serangan individu terhadap jurnalis, termasuk 5 pembunuhan, selama 89 pemilu di 70 negara di seluruh dunia,” ujar Perwakilan UNESCO Yekthi.

Data ini menunjukkan bahwa 42% serangan terhadap jurnalis dilakukan oleh polisi dan aparat keamanan. Ringkasan terbitan UNESCO menunjukkan bahwa selama pemilu dan demonstrasi publik, banyak otoritas pemerintah memblokir hak masyarakat terhadap akses terhadap informasi.

“Dengan menerapkan pemadaman dan gangguan internet, dengan menyensor media dan suara-suara kritis, dan dengan mengawasi jurnalis secara digital. Semua intervensi ini dilakukan atas nama ketertiban umum dan keamanan nasional,” jelas Perwakilan UNESCO Yekthi.

TAGGED:Nasional
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article Polri Bongkar Rumah Produksi Narkotika di Bantul, Amankan 426 Bungkus Keripik Pisang, 2.022 botol Happy Water, dan 10 Kg Bahan Baku Narkoba
Next Article Membanggakan Lampung, Naura Cahya Mecca Menjadi Runner Up Puteri Remaja Indonesia
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KPPA “Mendongeng Bisa Mensiasati Kebosanan Anak Ditengah Pandemi COVID-19”
Pelanggaran Kode Etik Penyelenggaran Pemilu, DKPP Pecat Ketua KPU RI
Polri Tetapkan Enam Anggota Yanma Mabes Polri Tersangka Kasus Penganiayaan di TMP Kalibata
Lampung Selatan Berpeluang Jadi Panggung Strategis HPN dan Porwanas 2027
Polda Papua Diresmikan, Kapolri : “Ini Merupakan Hadiah Natal & Tahun Baru 2023”
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?