Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Tragedi Jebakan Tikus Beraliran Listrik Renggut Nyawa Ibu dan Anak di Way Panji, Tangis Balita Pecah di Tengah Sawah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung Selatan

Tragedi Jebakan Tikus Beraliran Listrik Renggut Nyawa Ibu dan Anak di Way Panji, Tangis Balita Pecah di Tengah Sawah

Redaksi
Last updated: 4 Juli 2026 06:29
Redaksi
19 jam ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Dini hari baru saja berganti menjadi pagi ketika hamparan sawah di Dusun Rejomulyo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, masih diselimuti embun. Namun, suasana tenang itu mendadak berubah menjadi duka mendalam. Di tengah petak sawah, dua perempuan ditemukan tergeletak tak bernyawa, sementara tangisan seorang balita memecah kesunyian.

Korban diketahui adalah Enok (63) dan putrinya, Darmi alias Wanda (35). Ibu dan anak tersebut diduga meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik yang dipasang sebagai jebakan tikus di area persawahan. Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Orang pertama yang menemukan kedua korban adalah pemilik sawah sekaligus pemasang aliran listrik, Edi Apriawan alias Juna (41), warga Desa Sidoharjo. Pagi itu, sekitar pukul 05.00 WIB, ia berangkat ke sawah dengan maksud mematikan aliran listrik yang sebelumnya dipasang untuk menghalau hama tikus.

Namun setibanya di lokasi, langkahnya terhenti ketika mendengar suara tangisan bayi dari arah sawah.

Karena suasana masih gelap dan merasa takut, Juna memilih menunggu hingga ada warga lain yang melintas. Setelah bersama beberapa warga mendekati sumber suara, mereka dikejutkan dengan pemandangan memilukan.

Dua perempuan tampak tergeletak sambil memegang kabel listrik, sementara seorang balita berusia sekitar 20 bulan menangis di dekat salah satu korban yang diduga merupakan ibunya.

“Saya pergi ke sawah sekitar pukul 05.00 WIB untuk mematikan aliran listrik yang digunakan sebagai jebakan tikus. Setelah sampai di lokasi, saya melihat ada dua perempuan tengkurap sambil memegang kabel. Saat saya dan warga mendekati keduanya, mereka sudah meninggal dunia,” ujar Juna saat ditemui di kediamannya, Jumat (3/7/2026).

Balita tersebut kemudian dievakuasi bersama kedua korban ke rumah duka di Dusun Rejomulyo. Juna mengaku telah mendatangi keluarga korban dan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian atas musibah tersebut.

“Saya bersama keluarga sudah datang ke rumah korban dan memberikan bantuan atas musibah yang dialami,” katanya.

Duka juga dirasakan keluarga besar korban. Kerabat korban, Lady (52), mengaku menerima musibah itu dengan lapang dada meski kehilangan yang dirasakan sangat berat.

“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sidomulyo, Aiptu Wahyu SM, mewakili Kapolsek AKP Peri Setiawan, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan awal dari sejumlah saksi.

Menurutnya, kedua korban adalah warga Dusun Rejomulyo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji.

Terkait kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut, polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung.

“Hingga saat ini kami belum memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun pemilik lahan sawah. Dalam waktu dekat mereka akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” ujar Aiptu Wahyu kepada awak media.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya penggunaan aliran listrik sebagai jebakan tikus di area persawahan. Selain mengancam hama, metode tersebut juga berpotensi merenggut nyawa manusia yang melintas tanpa mengetahui adanya aliran listrik aktif. Tragedi di Way Panji meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, sekaligus menjadi peringatan agar praktik berbahaya tersebut tidak lagi memakan korban jiwa. (Arya)

TAGGED:KapolsekKepolisianLampung SelatanPeristiwaTragedi
Share This Article
Facebook Email Print
ByRedaksi
Farihan, S.H
Previous Article Gema HELAU Perkuat Budaya Gotong Royong Menuju Lampung Selatan Yang Bersih dan Lestari
Next Article PWI Lampung Selatan Tancap Gas Menuju Porwanas 2027, Kirim 14 Atlet dan Perkuat Kompetensi Wartawan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Curi Ratusan Butir Telur di Tajimalela, 2 Warga Sukatani Ditangkap Polisi
Korban Kebakaran di Desa Kekiling Terima Bantuan Dari Winarni
Bahan Pokok di Pasar Murah Dekranasda Lamsel Ludes Terjual
Ayo Lawan Corona, Ketua DPRD Lamsel Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua
Menjadi Agenda Tahunan, Ketua DPRD Lamsel Bagikan Ribuan Paket Berbuka Puasa Untuk Masyarakat
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?