Connect with us

Lampung Selatan

Tim Trauma Healing Polda Lampung Terus Berusaha Hilangkan Trauma Anak Pasca Tsunami

Published

on

Hanuang.com – Karo SDM Polda Lampung, Kombes Pol. Novin Pranta, menjelaskan bahwa Tim Trauma Healing Polda Lampung berhasil menghilangkan taruma seorang anak berusia 4 tahun, saat Konfrensi pers, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar, Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), Rabu, (26/12/18).

“Tim Trauma Healing Polda Lampung, telah berhasil menghilangkan trauma salah seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang terus menangis dan memegangi ranting pohon pasca musibah stunami yang melanda Kabupaten Lampung Selatan,” ungkap Novian Pranata, didampingi Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Sulistiyaningsih dan Kabag Psikologi Polda Lampung, AKBP. Isti.‎

‎Alhamdulillah, lanjut Novian Pranata, anak perempuan tersebut sudah tidak lagi menangis dan sudah kembali mau bermain dengan anak-anak lainnya.

“Meski demikian, tim akan terus melakukan upaya agar rasa trauma yang dialami anak-anak benar-benar hilang,” tambahnya.

Menurutnya, tim Trauma Healing Polda Lampung, pihaknya juga berupaya menghilangkan trauma pada orang tua dalam bentuk edukasi seperti, mengenai berita hoax atau kabar bohong terkait dengan stunami susulan.

Selain itu, tim juga memberikan pengertian kepada orang tua yang menderita sakit pasca bencana stunami, agar tidak harus selalu bersama anak, karena anak bisa tertular penyakit.

“Sementara ini, kita telah mendirikan dua Posko Trauma Healing Bag Psikologi Polda Lampung, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar, Kalianda, Lampung Selatan dan di Lapangan Tenis, Gelanggang Olah Raga (GOR), Lamsel” tutupnya. (Arya)

2,260 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Lampung Selatan

Silaturahmi Ke Pemkab, Direksi Bank Lampung Paparkan Keadaan Bank Daerah Saat Ini

Published

on

By

Hanuang.com – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menerima audiensi Direksi Bank Lampung di ruang kerjanya, Kamis (17/10/2019).

Hadir dari pihak Bank Lampung, Dewan Komisaris Lukman Hakim, Direktur Bisnis Nurdin, dan Kepala Divisi Rudi Akuan, serta Kepala Bank Lampung Cabang Kalianda Fauzi Basri.

Ditemui usai audiensi, Dewan Komisaris Bank Lampung, Lukman Hakim menjelaskan, kunjungan pihaknya tersebut dalam rangka melaporkan perkembangan maupun permasalahan yang ada, termasuk langkah-langkah yang akan dilakukan Bank Lampug kedepan.

Sebab kata dia, pihaknya berkewajiban melaporkan perkembangan dan kondisi terkini Bank Lampung yang notabene adalah milik dari pemerintah daerah, termasuk Pemkab Lampung Selatan dalam hal ini kepada Plt Bupati Lampung Selatan selaku kepala daerah.

“Sehingga Pak Plt Bupati selaku pemilik daripada Bank Lampung memahami permasalahan yang ada. Maka, jika ada kekurangan beliau bisa memberikan dukungan, saran maupun masukan. Termasuk jika ada harapan juga bisa kita tangkap,” ujar Lukman.

Dalam audiensi itu kata Lukman, juga dibahas mengenai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dalam RUPS itu kata dia, akan dibahas beberapa hal seperti kepengurusan, laporan keuangan, hingga saran dan usulan.

“Termasuk masalah Dewan Direksi dan Komisaris yang belum lengkap. Dimana titik akhir RUPS Luar Biasa nanti adalah untuk mendapatkan pemikiran dari pak gubernur, bupati dan walikota dalam menentukan langkah Bank Lampung kedepan,” kata mantan Walikota Metro ini.

Direktur Bisnis Bank Lampung, Nurdin menambahkan, kehadiran pihaknya juga untuk meminta dukungan Plt Bupati Lampung Selatan guna mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) termasuk dukungan terhadap program-program yang dilakukan Bank Lampung.

“Kita hadir, juga dalam rangka memperbaiki GCG, tidak hanya pengurus tetapi juga proses-proses pengambilan keputusan nanti bisa berjalan dengan baik. Karena kita ingin Bank ini tumbuh semakin bagus kedepan,” kata Nurdin.

Dengan dukungan dari pemerintah daerah, dirinya berharap Bank Lampung akan menjadi Bank yang merasa dimiliki masyarakat Lampung bukan hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) semata.

“Jadi kita ada program yang baik yang akan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat desa bahkan sampai pemerintah terkecil di desa. Kita akan punya Blink, laku pandai, kredit kita yang akan tumbuh menjadi kredit-kredit yang produktif,” ujarnya.

Sementara, dalam audiensi tersebut, Plt Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyambut baik usulan-usulan dan program yang diajukan Bank Lampung.

Nanang berharap, Bank Lampung bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan pelayanan khususnya kepada masyarakat Lampung Selatan.

“Kita ada program Jumat bersih keliling ke desa-desa. Tinggal koordinasi, nanti kita beri kesempatan Bank Lampung untuk mensosialisasikan program-program kepada masyarakat,” kata Nanang. (Arya)

939 kali dilihat, 186 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Lampung Selatan

Lantik 4 Kades, Nanang Minta Segenap Elemen Ciptakan Situasi Yang Kondusif

Published

on

By

Hanuang.com – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto meminta kepada camat, apartur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta segenap elemen masyarakat untuk menjaga situasi kondusif di wilayahnya masing-masing jelang pelantikan Presiden RI pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Pesan itu disampaikan Nanang Ermanto saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Kepala Desa di Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (17/10/2019).

Dalam kesempatan itu, Nanang meminta kepada Kepala Desa, Perangkat Desa serta tokoh masyarakat untuk menjaga warganya agar tidak mudah terprovokasi, tidak mudah terhasut oleh ajakan yang hanya akan merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ciptakan situasi kondusif. Pemilu sudah selesai. Masyarakat harus punya kedewasaan dalam berdemokrasi. Semuanya sudah berjalan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Jadi jangan mengikuti hal-hal yang tidak benar. Yang rugi kita semua, contohnya sudah banyak,” imbuh Nanang.

Sementara, dalam acara pelantikan Kepala Desa yang dilangsungkan di lapangan Desa Sidoarjo, Kecamatan Panji itu, Nanang juga berpesan kepada Kepala Desa agar tidak mengganti perangkat desa jika tidak ada hal-hal urgen yang mengharuskan pergantian perangkat desa.

Sebaliknya, Nanang meminta Kepala Desa untuk dapat merangkul perangkat desa maupun elemen masyarakat lainnya meskipun berbeda pilihan saat Pilkades beberapa waktu lalu.

“Kalau tidak urgen, jangan diganti. Hilangkan rasa dendam atau ketidaksukaan dengan masyarakat hanya karena tidak berpihak pada saudara,” tukasnya.

Nanang juga mengingatkan bahwa perbedaan dalam sebuah pesta demokrasi adalah hal yang lumrah. Menurutnya, masing-masing masyarakat punya pilihan sendiri serta memiliki hak untuk memilih pemimpinnya kedepan yang dilindungi oleh Undang-Undang.

“Sekarang sudah saatnya untuk bersama bergandengan tangan membangun desa. Dalam memimpin roda pemerintahan, jangan mengikuti hawa nafsu dan emosi. Jika emosi dan hawa nafsu yang di kedepankan, akan susah majunya desa saudara,” pungkas Nanang.

Adapun Kepala Desa yang dilantik itu yakni, Basori sebagai Kepala Desa Sidoreno, Marjana sebagai Kepala Desa Sidoharjo dan Made Suwede sebagai Kepala Desa Balinuraga. Ketiganya merupakan Kepala Desa dari Kecamatan Way Panji.

Kemudian, satu orang Kepala Desa dari Kecamatan Kalianda atas nama Maharuddin sebagai Kepala Desa Pauh Tanjung Iman. (Arya)

825 kali dilihat, 168 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Lampung Selatan

Syiarkan Seni Budaya Islam, Pemkab Lamsel Gelar Lomba Qosidah Rebana

Published

on

By

Hanuang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Bagian Bina Mental Spiritual dan Kemasyarakatan (BMSK) menggelar lomba qosidah rebana di PPI Dermaga BOM Kalianda, Rabu (16/10/2019).

Perlombaan yang diikuti peserta dari perwakilan 17 kecamatan itu digelar untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiyah melalui syiar nada dan dakwah tahun 2019.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Lampung Selatan Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Ir. Priyanto Putro. Hadir juga sejumlah pejabat struktural dan camat dari 17 kecamatan.

Kepala BMSK Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Drs. A. Kholil mengatakan, tujuan dilasanakannya kegiatan itu untuk menggali dan mensyiarkan kembali seni dan budaya Islam.

Dimana kata dia, seni dan budaya Islam, khususnya qosidah rebana saat ini mulai tergerus oleh musik-musik modern.

“Kami sampaikan terima kasih, karena antusias pesertanya ini sangat luar biasa. Saat ini sudah 24 grup yang terdaftar, karena satu kecamatan ada yang mengirim 2-3 grup untuk mengikuti lomba ini,” kata Kholil.

Kholil menambahkan, nantinya tiga besar pemenang lomba akan diseleksi kembali untuk mewakili kabupaten ke tingkat provinsi bahkan tingkat nasional.

“Kegiatan ini kita laksanakan selama dua hari, tetapi kalau pesertanya bertambah bisa kita perpanjang tiga hari. Untuk juara nanti akan menjadi perwakilan kabupaten di event yang lebih tinggi lagi,” terangnya.

Sementara, mewakili Plt Bupati Lampung Selatan, Priyanto Putro menyampaikan, melalui lomba itu, dapat menjadi sarana penyaluran kreatifitas para peserta lomba kesenian di bidang musik qosidah.

Sehingga kata dia, dengan terselenggaranya acara lomba tersebut, masyarakat akan lebih memahami kesenian lagu qosidah, yang merupakan bentuk kekayaan khasanah budaya islam yang harus terus lestarikan keberadaannya.

“Melalui kesempatan ini saya berharap akan muncul para para penggiat musik qosidah, sehingga seni qosidah ini dapat dikembangkan dengan beragam kreasi dari hasil kreatifitas para seniman musik qosidah yang berbakat, yang ada di seluruh Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Priyanto.

Lebih lanjut Priyanto menyampaikan, dengan munculnya kreasi seni dari hasil perlombaan itu, tentunya masyarakat akan tergerak untuk lebih memahami, mengenal, dan akhirnya kembali mencintai kesenian qosidah.

Sebab menurutbya, tantangan dalam melestarikan seni dan budaya dewasa ini semakin berat, seperti derasnya arus globalisasi yang memang tidak dapat kita elak lagi seiring dengan kemajuan teknologi dan komunikasi.

“Namun tantangan itu terkadang juga muncul dari masyarakat kita sendiri yang sudah mulai melupakan kesenian qosidah,” tukas Priyanto.

Untuk itu kata Priyanto, sebagai upaya mempertahankan budaya tersebut, diperlukan kerja keras, kreativitas, dan inovasi dalam mengembangkan kesenian qosidah khususnya di Kabupaten Lampung Selatan.

“Saya juga berharap penilaian kegiatan ini dilaksanakan secara serius dan jujur sehingga muncul pemenang yang betul-betul layak dan berprestasi,” tandasnya. (Arya)

1,053 kali dilihat, 176 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Trending