Connect with us

Metro

Terkait Proyek Median jalan, GML Kembali Datangi Inspektorat Kota Metro

Published

on

Hanuang.com, Metro – Ormas Gema Masyarakat Lampung (GML) Kota Metro kembali mendatangi Kantor Inspektorat setempat, Senin (27/1/2020). Elemen tersebut, mempertanyakan tindaklanjut atas pengaduan proyek pembangunan Median Jalan Patimura ;Banjarsari Metro Utara.

Dihadapan Inspektur Pembantu Bidang Infrastruktur dan Tata Ruang Inspektorat Kota Metro, Dalid Amran, Ketua DPD GML Slamet Riadi menyatakan, pihaknya mempertanyakan surat pengaduan terkait proyek pembangunan Median Jalan Patimura.

“Kami mempertanyakan, sejauh mana tindaklanjut dari pengaduan kami,” kata Slamet Riadi.

Menurut dia, sejak awal pembangunan Median Jalan Patimura, pihaknya sudah melakukan pengawasan, karena dinilai pembangunannya tidak sesuai dengan RAB.

“Sejak awal kami menyaksikan, bahwa pekerjaan median jalan itu asal-asalan. Di antaranya, adukan tidak menggunakan batu split, dan tidak digali untuk penguat. Jadi, adukan langsung dicetak di tempat,” paparnya.

Dikatakannya, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PUTR Kota Metro, sebagai bentuk pencegahan korupsi. Tetapi, hingga pekerjaan selesai ternyata tidak ada tindakan dari pihak dinas terkait.

“Sehingga kami mengadukan persoalan ini ke Inspektorat,” tandasnya.

Menanggapinya, Dalid Amran mengatakan, sebagai pengawas internal, pihaknya tidak dapat melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan pihak ketiga.

Hanya saja, jika ada pengaduan masyarakat (dumas) Inspektorat dapat bergerak, namun sesuai prosedur harus berdasarkan perintah dari walikota.

“Nanti pengaduan ini akan saya teruskan ke Walikota Metro, tinggal bagaimana nanti disposisinya,” kata Dalid Amran. (Arya)

 2,617 total views,  6 views today

Metro

Perjuangkan Hak Rakyat Miskin, DPD GML Kota Metro Gelar Audiensi Dengan Dinsos

Published

on

By

Hanuang.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Masyarakat Lokal (GML) Indonesia Kota Metro, menggelar audiensi dengan Dinas Sosial kota Metro, Rabu, (13/01/21).

Kedatangan pembela rakyat ini langsung disambut oleh Kepala dinas setempat, Suwandi, yang memberikan apresiasi untuk ormas yang kental dengan ciri khas warna merah berani ini.

“Selamat datang dan kami Mengapresiasi Luarbiasa kegiatan GML yang saya lihat sangat berkiprah dimasyarakat dan membantu masyarakat dengan program jumat betkah berbagi dan terahir kemaren saya lihat progan penghijauan penanaman pohon” ujarnya.

“Dinsos sangat berterimakasih dan siap bermitra dan harapannya menjadi garda terdepan, data ini akan kami kroscek langsung kalau belum pernah mendapatkan saya pastikan akan kami usulkan untuk mendapat bantuan” tambahnya.

Hadir dalam giat tersebut, Sekdin, kabid Linjamsos, Kasi Data, Kasi Fakirmiskin, dan Sekertaris DPD GML Ketua Investigasi, Ketua Komando, Ketua Panglima, ketua Nonlitigasi, dan ketua Sosial masyarakat.

Menurut Slamet Riadi, selaku ketua DPD GML Kota Metro mengatakan bahwa hal ini sebagai Komitmen pihaknya dalam menindaklanjuti beberapa warga masyarakat yang rutin diberi donasi berupa sembako beras, minyak goreng, mi instan, dan uang tunai.

“Harapan kami data orang-orang ini bisa di kroscek dan supaya mendapatkan bantuan, dikarenakan mayoritas orang kurang mampu dengan kondisi rumah Geribik dan hampir roboh, adapun yang rutin kita berikan donasi sejumlah 27 orang,  meskipun kami akan tetap terus bersama-sama bersinergi dengan dengan pemerintah berbuat untuk masyarakat,” bebernya. (*)

 727 total views,  8 views today

Continue Reading

Metro

Ormas GML Kecam Pembatalan Sertipikat Warga Metro

Published

on

By

Hanuang.com, METRO – Elemen masyarakat mengecam kebijakan sepihak Kantor Pertanahan Kota Metro, yang membatalkan sertitikat tanah warga hanya kesalahan prosedur atau cacat administrasi.

Hal itu, diungkapkan Ketua Ormas Gerakan Masyarakat Lokal (GML) Kota Metro, Slamet Riadi. Menurut dia, pihaknya merasa prihatin atas kinerja Kantor Pertanahan Kota Metro, yang membatalkan dan mencabut sertifikat tanah milik Johan Efendi, karena tanah tersebut, diklaim sebagai tanah aset Pemkot.

“Itu menunjukkan kinerja Kantor Pertanahan Kota Metro yang amburadul. Apalagi, pembatalan dilakukan secara sepihak. Karena pemilik tanah mengaku, tiba-tiba mendapat undangan pemaparan di Kantor BPN Metro bahwa tanah miliknya dinyatakan tumpang tindih dengan tanah Pemkot Metro,” kata Slamet Riadi, Minggu (9/8/2020).

Selain mengecam kinerja Kantor Pertanahan Kota Metro, pihaknya juga menilai Pemkot Metro memaksakan diri mengklaim tanah warga sebagai eks tanah bengkok.

“Bagaimana tidak, sudah berpuluh-puluh tahun tanah tersebut dikuasai warga, dan  dibuktikan dengan pembayaran pajak. Tiba-tiba mereka mengukur, dan tanah tersebut dinyatakan tanah milik pemkot. Selama ini apa kerja dinas atau satker yang terkait,” bebernya.

Atas persoalan tersebut, pihaknya akan mendalami kasus yang menimpa Johan Efendi, termasuk akan melakukan investigasi terhadap pemilik tanah sebelumnya, dan warga yang berbatasan langsung dengan tanah tersebut.

“Kami akan melakukan investigasi, agar persoalan ini clear,” ucap dia.

Diketahui, dengan dalih kesalahan prosedur pengukuran, tanah milik Johan Efendi, warga Kelurahan Tejoagung Metro Timur, diklaim sebagai tanah milik Pemkot Metro, karena terjadi tumpang tindih dengan sertifikat Hak Pakai nomor 31 atas nama Pemkot Metro. (*)

 1,534 total views,  4 views today

Continue Reading

Metro

Diduga Pengerjaan Proyek Asal-asalan, GML Kota Metro Adukan Ke Inspektorat

Published

on

By

Keterangan Gambar : Ketua DPD GML Kota Metro, Slamet Riadi Saat Menyerahkan Berkas Pengaduan Kepada Inspektorat Setempat

Hanuang.com, Kota Metro – Merespon keluhan warga, Ormas Gema Masyarakat Lokal (GML) Kota Metro, mengadukan proyek pembangunan median Jalan Patimura Banjarsari, senilai Rp 1,3 miliar ke Inspektorat setempat.

Ketua DPD GML Kota Metro, Slamet Riadi membenarkan, pihaknya resmi mengadukan proyek tersebut ke Inspektorat Kota Metro.

“Surat pengaduan dengan nomor 62/DPD GML/Metro/I/2020, tentang Pengaduan Pembangunan Median Jalan Patimura, resmi kami masukkan ke Inspektorat,” kata Slamet Riadi, Senin (20/01/20).

Ia meneruskan, berbekal dari keluhan warga, pihaknya melakukan investigasi terhadap proyek pembangunan median jalan pada ruas Jalan Patimura, dan menemukan beberapa indikasi bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan RAB.

“Karenanya, kami berharap Inspektorat dapat merekomendasikan agar rekanan memperbaiki pekerjaannya. Apalagi, ini masih dalam tahap pemeliharaan, masih ada tanggung jawab rekanan” timpalnya.

Diketahui, pembangunan median jalan pada ruas Jalan Patimura Banjarsari, Metro Utara disoal warga. Diduga konstruksi asal-asalan yang tidak didukung fasilitas lain seperti lampu penerangan dan rambu lalu lintas, kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Seperti diungkapkan oleh Riska, salah seorang warga setempat, Minggu (12/02/20). Menurut dia, pembangunan media jalan pada ruas Jalan Patimura, kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

“Setelah dibangun media jalan, badan Jalan Patimura menjadi sempit, ditambah pengerjaan asal-asalan, serta kurangnya fasilitas pendukung. Ini menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Terakhir, saya mencatat sudah tiga kali,” kata Riska.

Senada, Ali Rosad, warga Perumahan Lempuyang 29 Banjarsari juga mengeluhkan hal serupa. Warga mengaku tidak nyaman dengan pembiatan median jalan yang asal-asalan dan terlalu lebar.

“Kami, warga perumahan kalau mau keluar menuju arah Kota Metro, memutarnya terlalu jauh dan lokasi memutas cukup sempit untuk kendaraan roda empat,” timpalnya.

Berdasarkan pantuan, pembangunan median jalan lanjutan pada ruas Jalan Patimura yang dimulai dari persimpangan Jalan Walet dekat dengan SPBU Banjarsari hingga depan TMII pada tahun anggaran 2019.

Kuatnya dugaan pengerjaan asal-asalan terlihat dari konstruksi cor yang tidak menggunakan batu split dan langsung digelar di badan jalan tanpa digali terlebih dahulu sebagai penguat. Praktis, materi cor hanya terdiri dari semen pasir, dan sedikit batu kali pada beberapa titik.

Sayangnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Metro, Dody, tidak dapat dikonfirmasi terkait hal itu. Bahkan, pesan yang dikirim melalui layanan WhatsApp juga tidak dibalas. (Arya/Dry)

 3,499 total views,  6 views today

Continue Reading

Trending Topic