Hanuang.com

Beranda / Lampung Selatan / Siap Lestarikan Adat Istiadat, 9 Kades di Bumi Khagom Mufakat Disematkan Kikat Hanuang Bani

Siap Lestarikan Adat Istiadat, 9 Kades di Bumi Khagom Mufakat Disematkan Kikat Hanuang Bani

Hanuang.com – Sembilan Kepala Desa (Kades) dari dua Kecamatan di Bumi Khagom Mufakat disematkan Kikat Hanuang Bani oleh Sai Batin Marga Legun, Kebandakhan Kesugihan, Pangeran Tihang Makhga, Azhar Marzuki.
Penyematan Kikat tersebut digelar di Lamban Balak Kebandakhan Kesugihan, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Kamis malam, (18/08/22) sekitar Pukul 20.00 WIB.
Adapun Kesembilan Kades dari dua Kecamatan tersebut (Kalianda – Sidomulyo) yakni diantaranya :
  1. Kades Agom Kecamatan Kalianda : Maryono
  2. Kades Sukatani Kecamatan Kalianda : Lagiman
  3. Kades Taman Agung Kecamatan Kalianda : Widodo
  4. Kades Merak Belantung Kecamatan Kalianda : Joni Arizon
  5. Kades Munjuk Sampurna Kecamatan Kalianda : Erwin Saputra
  6. Kades Gunung Terang Kecamatan Kalianda : Subri
  7. Kades Sukamarga Kecamatan Sidomulyo : Siadiantori
  8. Kades Suak Kecamatan Sidomulyo : Juli Wahyudin
  9. Kades Siring Jaha Kecamatan Sidomulyo : Rusli
  10. Kades Marga Catur Kecamatan Kalianda : Suwadi
Penyematan Kikat Hanuang Bani merupakan suatu penghargaan dan sebagai Angkon Kemuakhian (tali persaudaraan) kepada para pemimpin desa yang ada di Kabupaten Gerbang Sumatera terhadap Lamban Balak Makhga Legun Kesugihan.

“Kades kita ini merupakan ujung tombak dari pemimpin yang ada di wilayah, dengan adanya penyematan Kikat ini kita harapkan para Kepala Desa tetap dapat menjaga adat budaya kita di Lampung ini serta melestarikannya” beber Pangeran Tihang Makhga, Azhar Marzuki.

Menurutnya hal itu mengingat adat budaya Lampung mulai tergerus dan hampir punah karena termakan zaman di era digital ini.

“Zaman semakin maju, terkadang penerus kita sudah lupa dan tidak tahu lagi dengan adat istiadat yang ada, disitulah tugas kita untuk melestarikan dan mengingatkan kepada kaum muda melalui para kades ini, karena siapa lagi yang akan didengar masyarakat di desa kalau bukan kadesnya” tambahnya.

Kades Gunung Terang, Subri mewakili para Kades menjelaskan bahwa hal itu sangat berguna dan bermanfaat agar masyarakat mengetahui aturan-aturan adat yang ada.

“Dengan adanya penyematan Kikat ini, kita turut melestarikan budaya Lampung, selain itu kami juga banyak yang tidak mengetahui terlalu dalam aturan terkait Adat Istiadat Lampung, jadi disini kami juga akan belajar terkait adat budaya kita” bebernya.

Hal senada diungkapkan Kades Merak Belantung, Joni Arizon menjelaskan Penyematan Kikat ini juga merupakan kegiatan positif bagi para pemimpin desa.

“Kita juga berharap nama-nama jalan dan desa yang asli memiliki ciri khas Lampung bisa kembali seperti sedia kala”

Menanggapi hal itu, Kades Kesugihan, Fajri Suryadi Putra selaku perwakilan tuan rumah menjelaskan perubahan nama tersebut untuk mengembalikan ke asal sudah sangat sulit, mengingat kita sudah bernegara yang terikat dengan segi administrasi dan lainnya.

“Untuk merubah nama desa kembali menjadi nama Lampung itu cukup sulit, karena semua terikat dengan administrasi dan lainnya dalam kenegaraan seperti contohnya banyak yang harus kita rubah mulai dari nama desa bahkan hingga ke sertifikat lainnya”

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, usai melakukan penyematan Kikat Hanuang Bani, para Kades bertukar pikiran kepada pemangku adat demi melestarikan adat istiadat di wilayahnya masing-masing. (Arya)
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *