Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Refresing Materi Pengasuhan 1000 HPK, Nanang : “Lamsel Bebas Stunting Dibutuhkan Kerjasama Semua Pihak”
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung Selatan

Refresing Materi Pengasuhan 1000 HPK, Nanang : “Lamsel Bebas Stunting Dibutuhkan Kerjasama Semua Pihak”

Redaksi
Last updated: 27 Juli 2020 20:49
Redaksi
6 tahun ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Dalam rangka menggiatkan pemberantasan stunting di Lampung Selatan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana gelar pertemuan Refresing Materi Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Taman Agung pada Senin (27/7/2020) tersebut, Dibuka secara langsung oleh Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto.

Turut hadir, Ketua TP PKK Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto, Ketua DWP Lampung Selatan, Yani Thamrin, Kepala Dinas Dalduk & KB, Eka Riantinawati, Camat Kalianda, Zaidan, SE, Para Kepala Desa dan Para Kader Bina Keluarga Balita (BKB).

Kepala Dinas Dalduk & KB, Eka Riantinawati mengatakan kegiatan Refresing Materi Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan bertujuan untuk mengingat kembali tentang penerapan pencegahan dan penanganan stunting.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali ingatan bapak/ibu semua tentang materi-materi pengasuhan 1.000 hari pertama kehidupan, sehingga dapat mensosialisasikan dengan baik kepada masyarakat,” Ujarnya.

“Tahun ini BKKBN telah melakukan Reblanding Program Banggakencana dan perlu kami informasikan juga bahwasannya BKKBN akan melauncing Alat Edukasi untuk Para Remaja yang diberi nama KIP Siap Nikah,” Jelasnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mengatakan pemberantasan Stunting di Lampung Selatan tidak serta-merta hanya tugas dari TP PKK dan Dinas Instansi terkait, akan tetapi tanggung jawab bersama.

Nanang juga mengatakan Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dibutuhkan pendidikan keluarga yang baik, Karena Menurutnya kesehatan Gizi ibu dan anak adalah sebagai penentu kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan datang.

“Untuk menuntaskan stunting di lampung selatan diperlukan kebersamaan semua pihak, tidak serta-merta hanya menjadi tugas dari TP PKK dan Dinas Dalduk saja. Tapi mari kita bersatu sehingga tidak perlu menunggu tahun 2023, lampung selatan bisa terbebas dari stunting lebih cepat,” Ucapnya.

“Saya yakin, melalui sosialisasi yang tepat ditengah masyarakat tentang pentingnya pendidikan keluarga pada 1000 HPK akan dapat mencegah terjadinya stunting. Ini tugas yang tidak mudah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, namun saya percaya, para kader BKB dapat mensosialisakannya dengan baik,” Pungkasnya.

Pada Kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto menyampaikan bahwa Dalam pencegahan stunting ada dua hal yang perlu diketahui. Pertama, Intervensi Spesifik pada 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) hanya memberikan pengaruh sebanyak 30% pada pencegahan stunting.
Kedua, Intervensi Sensitif yang memberikan pengaruh 70% pada pencegahan stunting, yang merupakan intervensi sensitif oleh lintas sektor terkait.

“Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode yang sangat sensitif, karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi lagi, sehingga peran lintas sektor dalam mencegah stunting penanganannya perlu dilakukan oleh seluruh instansi terkait secara bersama-sama,” Tuturnya.

“saya minta kepada seluruh Kader Bina Keluarga Balita (BKB), untuk memberikan pelayanan konseling ASI Ekslusif dan praktik-praktik pemberian makanan serta pola asuh bayi dan anak yang tepat agar tercukupi kebutuhan gizinya,” Jelasnya. (Arya/Riko)

Wujud Kemanusian, AFK Lamsel Gelar Laga Amal Tuk Korban Tsunami
Terkait Fasilitas Dermaga Bom Yang Diduga Tak Terawat, Ini Jawaban Kadis Pariwisata
BNPB Apresiasi Atas Kinerja Tim Penanggulangan Darurat Bencana Pemkab Lamsel
Hari Ini, Sebanyak 272 CPNS Ikuti Pelatihan Dasar
Dua Qori Lamsel Wakili Provinsi Lampung Ikuti MTQ Tingkat Nasional di Kalimantan
TAGGED:featured
Share This Article
Facebook Email Print
ByRedaksi
Farihan, S.H
Previous Article Bantu Buronan Kasus Bank Bali, Brigjen Ini Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Next Article Bahaya DBD, Perindo Gelar Fogging Seluruh Desa Di Lamsel
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

about us

www.hanuang.com.

  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?