Connect with us

Nasional

Bantu Buronan Kasus Bank Bali, Brigjen Ini Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka

Published

on

Hanuang.com – Bareskrim Polri menetapkan Brigjen Prasetijo Utomo sebagai tersangka buntut dari kasus Djoko Tjandra, Senin, (27/07/20).

“Hari ini telah dilaksanakan gelar perkara untuk menetapkan tersangka saudara BJP PU,” kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, dikutip dari CNN Indonesia.

Brigjen Prasetijo Utomo dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 E KUHP dan Pasal 426 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Diketahui sebelumnya bermula dari Brigjen tersebut menyalahgunakan wewenang sebagai Kakorwas Bareskrim Polri dengan menerbitkan surat jalan bagi Djoko Tjandra untuk pergi dari Jakarta ke Pontianak pada akhir Juni lalu. Yang mana dalam aturan yakni surat jalan hanya bisa diterbitkan oleh Kabareskrim dan Wakabareskrim untuk kepentingan perjalanan dinas Internal.

Selain itu juga, Ia membantu sang buronan dalam mendapatkan surat bebas Covid-19 dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, sebelumnya Kapolri, Jenderal Idham Aziz telah mencopot jabatannya. (Arya)

 3,008 total views,  8 views today

Nasional

Calon Taruna Akpol Di Kepri Positif Covid-19, Kadiv Humas Polri : “Kami Merasa Kehilangan Peserta Terbaik”

Published

on

By

Hanuang.com, Jakarta— Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, polemik calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2020 yang gagal berangkat atau lolos karena dinyatakan positif Covid-19.

Argo menekankan, penerimaan calon anggota Polri seperti taruna/taruni Akademi Kepolisian (Akpol) dimasa pandemi Covid-19 harus mengedepankan protokol kesehatan.

“Panitia seleksi sebelum pelaksaan tes dilakukan penyumpahan, dan panitia seleksi bidang kesehatan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) disetiap perwakilan daerah,” kata Argo dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2020).

Oleh karena itu, sambung Argo seleksi taruna/taruni Akpol dimasa pandemi Covid-19 ini, selain dinilai kesehatan, jasmani, psikologi dan akademiknya. Seluruh peserta calon taruna/taruni Akpol 2020 harus dinyatakan bebas dari paparan virus corona atau Covid-19.

“Peserta harus bebas Covid-19 yang dinyatakan dengan hasil swab oleh gugus tugas dan RS Bhayangkara serta IDI,” tekan Argo.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, Polri merasa kehilangan calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2020 terbaik lantaran dinyatakan positif Covid-19. Padahal, sambung Argo, calon taruni yang dinyatakan positif itu mendapat rangking teratas dibidang akademis. Polri, ujar Argo mendoakan dan membuka peluang selebar-lebarnya untuk mencoba kembali pada pembukaan Akpol di tahun yang akan datang.

“Polri merasa kehilangan peserta terbaik seleksi untuk menjadi Polisi. Namun tidak bisa dipungkiri karena salah satu syarat utama adalah bebas Covid-19,” tandas Argo.

Kasus gagal calon taruna/taruni Akpol, Argo menambahkan tidak hanya terjadi Polda di Kepulauan Riau saja melainkan juga terdapat di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur.

“Juga ada yang di pulangkan karena hasil swab positif. Kalau tetap dipaksakan diberangkatkan seleksi di Pusat, dikawathirkan akan mempengaruhi peseta yang lain untuk tertular Covid-19,” demikian Argo. (*)

 200 total views,  33 views today

Continue Reading

Nasional

Satgas Anti Mafia Bola Pantau Seleksi dan Latihan Timnas U-19

Published

on

By

Hanuang.com – Bertempat di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Satgas Polri Anti Mafia Bola melakukan pemantauan dan monitoring Latihan Tim Nasional U-19 yang dilakukan PSSI, Jum’at, (7/8/2020).

Pemantauan ini dipimpin Kasubsatgas Gakkum Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat yang didampingi, Wakasubsatgas Gakkum, Akbp Jean Calvin S, Ka Tim Sidik, AKBP Dwiansi Putra dan Anggota.

Kasubsatgas Gakkum Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan pemantauan ini untuk memastikan latihan berjalan dengan maksimal untuk mewujudkan tim sepakbola yang bersih, bermartabat dan berprestasi.

” Kehadiran satgas untuk memastikan sepakbola kita bersih, bermartabat dan berprestasi,” jelas Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.

Ditambahkan Polisi yang juga menjabat Direskrimum Polda Metro Jaya ini, Pemantauan juga sebagai ajang kordinasi dan kolaborasi sama PSSI untuk wujudkan sepakbola yang bersih, bermartabat dan berprestasi.

Sementara itu, Ketum PSSl, Iwan Bule menyampaikan apresiasi atas kinerja dan dukungan Satgas AMB selama ini kepada PSSI.

“Peran Satgas AMB sangatlah krusial dan terasa keberadaannya, hal ini terlihat dari adanya peningkatan kinerja para wasit khususnya wasit di Liga 1 yang takut terjerumus dalam kasus mafia bola,” ujar Ketua PSSI.

Ditambahkan Ketua PSSI, Saat pergelaran piala dunia U-19 Tahun 2021 dan juga sebagai persiapan pra piala dunia 2022, PSSI akan melibatkan langsung Satgas AMB untuk ikut mengamankan dan mengawal Timnas disetiap pertandingan. (*)

 7,378 total views,  48 views today

Continue Reading

Nasional

Pemeriksaan Djoko Tjandra Selesai Selanjutnya Dilimpahkan Ke Rutan Salemba

Published

on

By

Hanuang.com, JAKARTA – Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra dipindahkan dari Rutan Salemba Cabang Mabes Polri Jakarta Selatan, ke Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pemindahan itu dilakukan karena pemeriksaan kepada Djoko Tjandra dianggap cukup.

“Dari rapat koordinasi yang baru saja kita laksanakan terkait pemeriksaan saudara Djoko Tjandra untuk sementara kami rasa sudah cukup, oleh karena itu selanjutnya kami berkoordinasi dengan Dirjen Pas untuk penempatan saudara Djoko Tjandra selanjutnya,” kata Listyo di Bareskrim Polri, Jumat (7/8/2020).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Dirjen Pas Kemenkumham Reinhard Silitonga mengatakan pihaknya menerima kembali Djoko Tjandra untuk ditempatkan di Rutan Salemba.

“Saudara Djjoko Tjandra karena pemeriksaan sudah selesai di Bareskrim Polri maka kami menerima kembali Djoko Tjandra dan akan kami tempatkan kembali di Rutan Salemba dan kami akan pindahkan untuk menjalani pidananya di Salemba sebagai warga binaan di Lapas Salemba,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Listyo mengatakan penahanan terhadap Djoko Sugiarto Tjandra di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri hanya sementara. Listyo menjelaskan, penahanan Djoko Tjandra di Mabes Polri hanya untuk memudahkan kepolisian dalam melakukan penyelidikan.

“Penahanan di Rutan Mabes Polri hanya sementara. Setelah selesai pemeriksaan, dia akan diserahkan ke Rutan Salemba sesuai dengan kebijakan Karutan Salemba,” kata Listyo di Bareskrim Polri, Jumat 31 Juli 2020. (*)

 5,241 total views,  30 views today

Continue Reading

Trending Topic