Connect with us

Lampung Selatan

Peringati HUT Lamsel Ke 62, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

Published

on

Hanuang.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggelar sidang paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Kabupaten Lamsel.

Sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Lamsel, Hendry Rosyadi, SH, MH didampingi Wakil Ketua Supriyanto Hutagalung, Fahrurozi, dan Roslina, berlangsung di Gedung DPRD setempat, Rabu (14/11/18).

“Melalui momentum peringatan hari jadi Kabupaten Lampung Selatan, diharapkan dapat memberikan makna dan rasa syukur serta motivasi untuk meningkatkan semangat pengabdian kita kepada masyarakat,” ujar Hendry diawal rapat.

Turut hadri sejumlah unsur pejabat daerah, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamsel Nanang Ermanto, jajaran anggota Fokorpimda Lamsel, Ketua TP PKK, Ketua Ikada, Sekretaris Daerah beserta seluruh Kepala OPD dengan memakai pakaian adat Lampung.

Sementara, dalam kesempatan itu Gubernur Lampung diwakili oleh Sekretaris Dewan DPRD Provinsi Lampung H. Kherlani, S.E, M.M yang juga pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Lampung Selatan.

Selain itu, juga terlihat mantan Ketua DPRD Lamsel Siti Farida, mantan anggota DPRD Lamsel, mantan pejabat teras Lamsel, tokoh adat 6 Marga Saibatin, tokoh agama, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, serta akademisi.

Selanjutnya, Hendry Rosyadi dalam kesempatan itu membacakan sejarah singkat terbentuknya Kabupaten Lamsel.

Dia juga mengajak segenap mayarakat untuk memperkokoh semangat persatuan dan kesinambungan pembangunan menuju terwujudnya Kabupaten Lamsel yang sejahtera, berdaya saing, modern, dan berakhlak mulia.

“Jadikanlah keberagaman yang berkembang di masyarakat sebagai modal untuk saling toleran dan bahu-membahu dalam membangun masyarakat yang sejahtera, maju, berbudaya, dan berakhlah mulia,” imbuh Ketua DPRD Lamsel 2 periode ini.

Sementara, Plt. Bupati Lamsel, Nanang Ermanto mengatakan, peringatan hari jadi Kabupaten Lamsel dijadikan sebagai momentum untuk mengevaluasi diri serta memantapkan kebersamaan dalam penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan.

“Dengan kebersamaan, kerja keras, kekompakan, dan partisipasi seluruh komponen masyarakat, insya Allah, berbagai hambatan dan kendala yang terjadi dalam proses pembangunan akan dapat kita atasi bersama,” ujar Nanang.

Dikesempatan itu, Nanang juga mengajak segenap lapisan masyarakat untuk memperkokoh jalinan silaturahmi, menjaga keamanan dan kenyamanan serta kebersamaan demi keutuhan persatuan dan kesatuan ditengah-tengah masyarakat.

“Karena dengan kebersamaan, dan semangat persatuan dan kesatuan kita akan dapat melewati dan mengkesampingkan batas-batas perbedaan untuk menjadikan Kabupaten Lampung Selatan ini aman dan nyaman,” katanya.

Melalui momentum peringatan HUT Kabupaten Lamsel, Nanang juga mengajak segenap kompoenen masyarakat untuk terus bekerja keras, untuk terus membangun dan melayani dengan tujuan mengangkat derajat dan eksistensi Kabupaten Lamsel sebagai daerah otonom yang dapat melahirkan inovasi positif dengan tujuan menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

Usai paripurna, peringatan hari jadi Kabupaten Lamsel dilanjutkan dengan acara pemotongan nasi tumpeng sebagi wujud ungkapan rasa syukur atas usia Kabupaten Lamsel yang genap ke-62 tahun. (Arya/Kmf)

 2,541 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Pam Gakplin Prokes Covid-19 Diwilayah Natar Terus Digalakkan

Published

on

By

Hanuang.com – Koramil Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) terus menggelar Pam New Normal dan Patroli Diwilayahnya, Rabu, (28/07/21).

Kali ini giat tersebut digelar di Pasar Natar dan Mall Candra dengan memberikan himbauan terkait penegakan disiplin Protokol Kesehatan.

“Kita juga memberikan peringatan atau sanksi kepada masyarakat yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan” ujar salah seorang Babinsa. (*)

 392 total views,  392 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Satreskrim Polres Lamsel Amankan Pelaku Pemalsuan Surat Rapit Antigen di Bakauheni

Published

on

By

Hanuang.com – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Selatan (Lamsel) menggelar ungkap kasus Tindak Pidana Pemerasan dan pemalsuan surat Rapid Test Antigen yang terjadi di Pelabuhan Bakauheni, Rabu, (28/07/21).

Sedikitnya dua pelaku dengan inisial W (37) karyawan kontrak ASDP dan Inisial D (29) selaku Travel gelap ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum.

Kapolres Lamsel, AKBP. Edwin menjelaskan bahwa kedua tersangka dijerat dengan pasal berbeda. Dimana W disangkakan Pasal 368 KUHPidana dan atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah penyakit Menular dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 Tahun.

Sedangkan tersangka Inisal D dikenakan Pasal 263 KUHPidana atau Pasal 266 KUHPidana atau Pasal 268 ayat (2) dan atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun.

“Pada 21 Juli 2021 telah dibentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait adanya tindak pidana pungli, pemerasan dan penyalahgunaan wewenang dalam operasi penyekatan PPKM Jawa-Bali di Pelabuhan Bakauheni, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui modus operandi para pelaku tindak pidana tersebut diantaranya dengan cara menggunakan surat Rapid Test Antigen palsu dan memasukkan penumpang melalui jalur Pintu keluar Pelabuhan Bakauheni tanpa menggunakan Rapid Test dengan membayar Sejumlah uang” ujar AKBP. Edwin.

Sebelumya tim yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP. Enrico D. Sidauruk, melakukan penindakan diawali dengan under cover dengan menunjuk dua personil untuk menjadi penumpang yang akan menyebrang ke Merak dan belum mempunyai surat Rapid Test Antigen.

Pada tanggal 24 Juli 2021 sekira pukul 04.00 WIB berhasil diamankan dua orang tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan dan pemalsuan Surat Rapid Test.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, para pelaku menggunakan Rapit Test Antigen dari nama Klinik Budi Pratama asal Lampung, yang mana diketahui bahwa klinik tersebut tidak ditemukan keberadaannya di Bumi Ruwa Jurai. (*)

 739 total views,  739 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Pastikan Ketersediaan Pangan, DKP Lamsel Gelar Pertemuan Teknis Dengan UPT Pertanian

Published

on

By

Hanuang.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lampung Selatan menggelar pertemuan teknis dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian dan Petugas Pengumpul Data Lumbung Pangan (PPL), di Aula DKP setempat, Selasa (27/7/2021).

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu diikuti para Kepala UPT Pertanian dan PPL dari 17 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala DKP Lampung Selatan, Yansen Mulia mengatakan, maksud diadakannya pertemuan teknis itu adalah untuk mendapatkan informasi tentang cadangan pangan masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan stoknya di lapangan.

“Pandemi Covid-19 saat ini secara tidak langsung berdampak terhadap menurunya produksi pertanian. Untuk mengantisipasi itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan ingin mendata ketersediaan pangan di daerah-daerah,” ujar Yansen.

Disamping itu kata Yansen, yang tak kalah penting pertemuan itu bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang lumbung pangan masyarakat yang dikelola oleh kelompok tani atau gapoktan disetiap desa dalam wilayah kecamatan masing-masing.

“Jadi saya minta betul data lumbung pangan yang disampaikan nanti benar-benar update dan bisa dipertanggungjawabkan. Bukan hanya mengisi data yang dibuat-buat, harus akurat sesuai dengan kondisi yang ada. Baik itu lumbung pangan swadaya masyarakat atau lumbung pangan yang dibangun oleh pemerintah,” kata Yansen.

Yansen berharap, dari hasil pertemuan tersebut, pihaknya dapat mengetahui sebaran lumbung pangan yang ada di masyarakat. Sehingga memudahkan pemerintah daerah mengetahui kondisi lumbung pangan untuk dikembangkan pembangunan berikutnya.

“Jadi ketika saya, atau dari provinsi bahkan dari pusat datang, kelompoknya memang betul-betul ada, dan lumbung pangannya juga ada. Sekalipun dalam kondisi baik atau rusak ringan. Dan yang tahu kondisinya, ya PPL dan UPT di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut Yansen mengatakan, pada kesempatan itu dirinya juga meminta kepada UPT Pertanian dan PPL untuk menyosialisasikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan RI) Nmor 31 Tahun 2017 kepada pengusaha penggilingan padi di Lampung Selatan.

Yansen menyebut, setiap pengusaha yang memproduksi beras kemasan dan bermerek wajib melakukan registrasi produk dagangannya guna mendapatkan sertifikat.

“Jadi mulai sekarang kita melakukan pendataan untuk meregistrasi (pendaftaran) penggilingan padi. Karena nanti tidak ada lagi penggilingan padi yang mengeluarkan produk beras yang berkualitas tetapi dengan merk orang lain,” tuturnya.

Yansen mengungkapkan, dengan pendataan penggilingan padi itu diharapkan akan dapat memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan untuk masyarakat selaku konsumen dan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk.

Dia berharap, setiap kecamatan ada satu contoh penggilingan padi yang telah memenuhi syarat bisa mengeluarkan beras berkualitas secara resmi dan punya merk dagang sendiri.

“Karena saya lihat kita punya banyak penggilingan padi yang bagus. Tetapi hasilnya dikirm keluar daerah dan kembali lagi kesini sudah dikemas dengan merk orang lain,” tandasnya. (Az)

 1,955 total views,  931 views today

Continue Reading

Trending Topic