Hanuang.com

Home

Peredaran Rokok Ilegal Makin Marak di Bumi Khagom Mufakat, Ini Penjelasan Pihak Bea Cukai

Hanuang.com – Peredaran rokok non pita cukai kini banyak beredar di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), terutama di beberapa Kecamatan yang ada, seperti Bakauheni, Penengahan, dan Kalianda.
Diketahui bahwa pengedar atau penjual rokok ilegal termasuk melakukan pelanggaran yang dapat berpotensi sebagai pelanggaran pidana. Sanksi untuk pelanggaran tersebut mengacu pada Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, yang berbunyi sebagai berikut :
  1. Pasal 54 berbunyi: “Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.
  1. Pasal 56 berbunyi: “Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.
Adapun beberapa merek rokok ilegal yang beredar di pasaran antara lain merek HD, Smith, dan masih ada beberapa merek lainnya yang bisa ditemukan di warung warung yang tanpa menggunakan pita cukai alias ilegal.
Jika hal ini dibiarkan berlarut – larut tanpa ada tindakan dari pihak bea cukai atau penegak hukum, dapat menyebabkan negara mengalami kerugian hingga milyaran rupiah.
Menurut Andra salah satu tim petugas bea cukai bagian pengawasan wilayah Bandar Lampung saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihak bea cukai bagian tim  pengawasan sudah bekerja keras dalam menangani peredaran produk rokok ilegal yang dijual bebas di wilayahnya.

“Kami disini sudah berupaya penuh menindak rokok-rokok ilegal yang beredar” jelasnya melalui sambungan WhatsApp, Kamis, (21/12/23).

Andra pun menambahkan bahwa pihak bea cukai melalui tim pengawasan sering melakukan kegiatan rutin dengan menggelar operasi pengecekan di pelabuhan Bakauheni.
Adapun yang disasar yakni kendaraan ekspedisi seperti JNE, JNT dan lainnya. Selain itu, tim Pengawasan juga rutin melakukan pengecekan di pasar.

“Kami disini sudah berupaya penuh menindak rokok – rokok ilegal yang beredar baik tujuan Lampung sendiri maupun luar Lampung, memang benar untuk kegiatan di Bakauheni merupakan kegiatan yang rutin kami lakukan, selain itu kami juga melakukan operasi di ekspedisi – ekspedisi seperti JNE, JNT, Sicepat, dan lainnya, sama kegiatan operasi rutin pasar, di tahun ini sendiri sampai detik ini kami sudah menindak sekitar kurang lebih 70 juta rokok ilegal pak” pungkasnya.

Pihaknya berharap masyarakat juga dapat berperan aktif, untuk bisa melaporkan kepada pihak bea cukai bagian pengaduan jika menemukan berbagai macam rokok ilegal yang dijual bebas di masyarakat guna mencegah kerugian negara. (Ade)

Share

BERITA TERBARU