Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Ngaben Massal Balinuraga, Warisan Budaya yang Satukan Ribuan Warga dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung SelatanNasionalReliji

Ngaben Massal Balinuraga, Warisan Budaya yang Satukan Ribuan Warga dan Gerakkan Ekonomi Lokal

redaksi
Last updated: 7 Agustus 2026 17:26
redaksi
2 bulan ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Ribuan warga memadati Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, saat prosesi puncak Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal berlangsung khidmat dan megah, Jumat (7/8/2026). Arak-arakan bade menuju setra menjadi pusat perhatian masyarakat yang datang dari berbagai daerah, menjadikan tradisi tersebut sebagai salah satu pelaksanaan Ngaben terbesar di Indonesia.

Di tengah lautan masyarakat yang mengiringi prosesi, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama hadir menyaksikan langsung kemegahan upacara adat tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Ngaben Massal Balinuraga bukan sekadar ritual keagamaan umat Hindu, tetapi juga aset budaya yang memperkaya keberagaman dan memperkuat jati diri daerah. Tradisi yang terus lestari dari generasi ke generasi itu dinilai menjadi kekuatan budaya yang patut dijaga bersama.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Egi saat menghadiri sekaligus melepas prosesi pengarakan bade atau bale tajuk menuju Tempat Pemakaman Umum (Setra) sebagai rangkaian puncak pelaksanaan Ngaben Massal.

Turut mendampingi Bupati Egi, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan Made Sugriwa, tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan dan masyarakat dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Balinuraga yang dinilai berhasil menjaga sekaligus mewariskan adat dan budaya secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Ngaben Massal tidak terlepas dari kuatnya persaudaraan dan semangat gotong royong yang terus dipelihara masyarakat.

“Saya melihat sendiri bagaimana adat, budaya, dan semangat gotong royong terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah kekayaan yang sangat berharga bagi Kabupaten Lampung Selatan yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Bupati Egi.

Ia menambahkan, Ngaben Massal bukan hanya prosesi adat dan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat. Hal itu terlihat dari hadirnya keluarga peserta upacara yang datang dari berbagai daerah, seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, hingga Pulau Bali.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Bupati Egi juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh keluarga peserta dan tamu yang hadir. Menurutnya, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya bangsa.

“Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi bukti nyata eratnya tali persaudaraan dalam menjaga warisan adat dan budaya yang kita banggakan. Desa Balinuraga telah menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar, bukan hanya untuk melaksanakan upacara adat, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama,” katanya.

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Lampung Selatan, Made Sugriwa, menjelaskan bahwa Ngaben Massal tahun ini diikuti sebanyak 270 sawa, terdiri atas 153 jenazah dewasa dan 117 jenazah anak-anak. Seluruh rangkaian kegiatan didukung sekitar 500 panitia dan relawan yang bekerja sejak tahap persiapan hingga puncak pelaksanaan.

Menurut Made Sugriwa, penyelenggaraan Ngaben Massal tidak hanya memiliki makna spiritual dan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan sekitar 15.000 hingga 16.000 orang hadir di Desa Balinuraga, sehingga turut menggerakkan aktivitas usaha masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Selama rangkaian kegiatan berlangsung, diperkirakan sekitar 15.000 hingga 16.000 orang hadir di Desa Balinuraga. Kehadiran ribuan pengunjung tersebut turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan Ngaben Massal pada masa mendatang dapat didukung dengan penataan yang semakin baik, terutama dalam penyediaan fasilitas bagi tamu dari luar daerah. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Ngaben Massal Balinuraga telah berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Lampung Selatan kepada masyarakat yang lebih luas.

Pelaksanaan Ngaben Massal Desa Balinuraga kembali menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan yang menjadi identitas Kabupaten Lampung Selatan. Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen terus mendukung pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan. (Arya)

TAGGED:Dinas Pariwisata dan KebudayaanLampung SelatanNasional
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article LBH IKAM dan MH2 & Partners Gelar Sunatan Massal Gratis, Hadirkan Kepedulian untuk Masyarakat
Next Article Bertetangga dengan Korban, Komplotan Curanmor di Lampung Selatan Dibekuk Polisi
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lantik 4 Kades, Bupati Lamsel Pesan Jalankan Tugas dan Tanggungjawab Sebaik Mungkin
Gelar Business Matching, Pemkab Lamsel Dukung Percepatan Belanja Produk Lokal
Bareskrim Polri Terus Cari Keberadaan Bandar Narkoba Jaringan Internasional
Di Jati Agung, Akyas Jelaskan Payung Hukum dan Peran Serta BPD
Winarni Beri Bantuan Korban Tersambar Petir di Candimas Natar
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?