Hanuang.com – Insiden kebakaran menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi saat mendekati Dermaga VI Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi pada pukul 17.05 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi ketika kapal tengah melakukan manuver untuk bersandar setelah menempuh perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten.
Berdasarkan keterangan resmi ASDP, KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di bagian buritan kapal ketika kapal sedang dalam proses alun sandar menuju Dermaga VI.
Sementara itu, Bidhumas Polda Banten melaporkan insiden kebakaran terjadi di perairan Selat Sunda, tepatnya di belakang Pulau Kecil Merak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengatakan petugas gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Tim dari unsur penanggulangan bencana bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten turut melakukan upaya evakuasi guna memastikan keselamatan penumpang dan awak kapal.
Dalam perkembangan selanjutnya, ASDP mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi pada pukul 17.05 WIB.
Petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, dan kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan situasi terkendali dan seluruh tahapan penanganan berjalan dengan mengutamakan keselamatan.
ASDP menegaskan keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama dalam setiap layanan penyeberangan. Perusahaan juga menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan serta instansi terkait untuk mendukung penanganan insiden secara cepat dan terkoordinasi.
Hingga berita ini disusun, penyebab kebakaran KMP Batumandi masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang. Pendataan terkait kemungkinan adanya korban juga masih dilakukan oleh petugas.
ASDP menyatakan siap mendukung proses pemeriksaan serta menyampaikan perkembangan informasi lebih lanjut berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.
Di sisi lain, Polda Banten masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian serta kemungkinan adanya dampak terhadap penumpang, awak kapal, maupun pihak lainnya.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat pada layanan transportasi laut, terutama di jalur penyeberangan strategis yang menghubungkan Pulau Sumatra dan Jawa.
Meski seluruh penumpang dan awak kapal telah dipastikan berhasil dievakuasi berdasarkan keterangan ASDP, informasi mengenai penyebab kebakaran dan data resmi terkait kemungkinan korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
ASDP menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan dalam setiap layanan penyeberangan serta memastikan penanganan insiden dilakukan melalui koordinasi bersama seluruh instansi terkait. (Arya)