Connect with us

Nasional

Mabes Polri : “Pengacara Djoko Tjandra Dicekal Keluar Negeri Selama 20 Hari Kedepan”

Published

on

Hanuang.com, JAKARTA – Bareskrim Polri melakukan pencegahan keluar negeri terhadap Anita Kolopaking yang merupakan Pengacara dari buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra, selama 20 hari kedepan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan bahwa, pencegahan itu dilakukan sejak tanggal 22 Juli 2020 kemarin. Permohonan itu dikirimkan ke Kantor Imigrasi Klas I Khusus Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

“Sementara selama 20 hari kedepan mulai tanggal 22 sudah kami kirimkan ke imigrasi,” kata Argo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2020).

Pencegahan ini merupakan kelanjutan dari penyidikan tim khusus Bareskrim Polri soal dugaan tindak pidana pemalsuan surat jalan Brigjen Prasetyo Utomo terhadap Djoko Tjandra.

Selain itu, penyidik juga ingin mendalami keterangan Anita Kolopaking soal adanya seseorang pejabat dengan sengaja membiarkan orang yang dirampas kemerdekaannya melarikan diri atau melepaskan diri dan sengaja menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan atau dituntut karena kejahatan dan atau memberika pertolongan kepadanya untuk menghindari penyidika atau penahanan oleh pejabat kehakiman atau kepolisian

“Sama di pasal 263, 426, dan 221 KUHP berkaitan diduga terlapor atas nama BJP PU,” ujar Argo.

Sebelum dicegah keluar negeri, Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap Anita Kolopaking terkait perkara tersebut.

Bareskrim telah resmi menerbitkan Laporan Polisi (LP) dugaan pidana terhadap Brigjen Prasetyo Utomo terkait dengan penerbitan surat jalan buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra.

Setelah keluarnya LP tersebut, Bareskrim resmi meningkatkan status proses hukum Brigjen Prasetyo ke tahap penyidikan. Pasalnya, hal itu untuk mengusut adanya dugaan tindak pidana. Dalam LP itu, Brigjen Prasetyo diduga melanggar Pasal 263 KUHP, 426 KUHP, 221 KUHP.

Brigjen Prasetyo Utomo resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri, menyusul munculnya dugaan penerbitan surat jalan tersebut.

Kebijakan tegas itu merupakan komitmen dari Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Ketegasan itu telihat dari pencopotan sosok Jenderal tersebut hanya dalam hitungan hari dan jam. (*)

 1,353 total views,  3 views today

Nasional

Kapolri Siapkan Strategi Capai Vaksinasi 70 Persen di Hari Kemerdekaan

Published

on

By

Hanuang.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan strategi vaksinasi massal sebagai hadiah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2021 nanti, pelaksanaan percepatan vaksinasi massal bisa mencapai 70 persen.

Terkait dengan target tersebut, Kapolri mengungkapkan bahwa, telah menginstruksikan kepada seluruh Kapolda jajaran untuk melakukan percepatan vaksinasi guna meraih target di Hari Kemerdekaan RI tersebut.

“Kami laksanakan Vicon dengan para Kapolda pada tanggal 17 Agustus, Insya Allah kami dibantu dengan kerjasama rekan-rekan baik Pemda, TNI serta seluruh relawan akan mampu capai target 70 persen untuk vaksin bersama,” kata Kapolri di Polda Metro Jaya, Minggu (1/8/2021).

Menurut Sigit, guna mencapai target 70 persen vaksinasi tersebut diperlukan pengorganisasian dan strategi yang baik. Diantaranya, adalah seperti yang akan dilaksanakan di Jakarta yakni melakukan ‘Gerakan Vaksinasi Merdeka‘.

“Perlu ada pengorganisasian yang bagus kemudian strategi yang bagus. Tadi setelah dipaparkan, kami kemudian jadi jelas bahwa target ini bisa tercapai,” ujar Sigit.

Selain gerakan vaksinasi massal, Kapolri menekankan, dalam percepatan pembentukan Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona, pihak kepolisian juga telah membuka gerai-gerai vaksinasi.

Diketahui, ‘Gerakan Vaksinasi Merdeka‘ di Jakarta akan diselenggarakan di 668 titik gerai vaksinasi yang tersebar di 900 RW, yang berada di Jakarta dengan melibatkan 4.500 relawan yang terdiri dari 1.800 orang tenaga medis, dokter pelaksana screening dan vaksinator. Dan 2.700 orang non tenaga medis, observator dan input administrasi.

Setiap relawan akan mendapatkan penggantian ongkos transportasi melalui aplikasi Gojek dan insentif. Target yang akan dicapai yaitu 200 suntikan per-RW per hari mulai dari 1 Agustus, sehingga dapat mencapai 3.060.000 suntikan pada saat hari Kemerdekaan RI ke-76 tanggal 17 Agustus nanti.

 359 total views,  108 views today

Continue Reading

Nasional

Panglima TNI Berikan Bantuan Laptop Untuk Tenaga Tracer Covid-19 di Jawa Timur

Published

on

By

Hanuang.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memberikan bantuan Laptop kepada Tenaga Tracer Covid-19, saat melakukan kunjungan kerja di beberapa Puskesmas yang berada di wilayah Jawa Timur, Minggu (1/8/2021). 

Kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs. Arief Sulistyanto, M.Si. disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Dra. Khofifah Indar Parawansa.

Kunjungan kerja Panglima TNI ke wilayah Jawa Timur bertujuan untuk mengecek secara langsung tenaga Tracer Covid-19 yang terdiri dari para Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas serta  relawan dari masyarakat yang bertugas di setiap Puskesmas.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menyaksikan kemampuan para Babinsa dan Bhabinkamtibas yang sedang menerapkan penggunaan Aplikasi Silacak dan Inarisk yang digunakan para Tracer dalam bertugas.

Panglima TNI menjelaskan bahwa bantuan Laptop yang dilengkapi dengan Aplikasi Silacak dan Inarisk bertujuan untuk mendukung kerja Tenaga Tracer dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Laptop ini merupakan  peralatan yang wajib digunakan dan harus dikuasai para Babinsa yang menjadi Tenaga Tracer, karena ini adalah senjatanya kalian dalam melaksanakan tugas,” tegasnya.

“Kepada para Tenaga Tracer harus terus bekerja dengan maksimal karena penyebaran Covid-19  ini tidak pernah berhenti dan tidak ada hari liburnya. Penyebaran Covid-19 ini terus merambah ke mana-mana, jadi tenaga Tracer jangan sampai kalah cepat dalam menghentikan penyebaran Covid-19,” jelas Panglima TNI.

Panglima TNI mengingatkan kepada para Tenaga Tracer Covid-19 dan Tenaga Kesehatan untuk tetap menjaga diri, agar tetap sehat dalam melaksanakan tugas di lapangan. “Saya berharap para Tenaga Tracer Covid-19 dan Tenaga Kesehatan seperti para Babinsa, Bhabinkamtimas, Ibu Bidan Desa dan Kepala Desa jangan sampai ada yang sakit, sehingga kesehatan harus benar-benar dijaga,” harapnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran dan instansi yang terlibat dalam penanganan Covid-19. Terima kasih juga kepada Pak Kades, Bu Bidan serta prajurit TNI-Polri yang telah melaksanakan tugas dengan baik, karena tugas ini merupakan bagian dari upaya kita dalam mengendalikan penyebaran Covid-19,” ungkap Panglima TNI. 

Di hari kedua kunjungan kerjanya di wilayah Jatim, Panglima TNI meninjau langsung beberapa Puskesmas yaitu Puskesmas Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Puskesmas Sukomoro Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk dan Puskesmas Balerejo Kecamatan Balerejo Madiun.
Panglima TNI juga mengunjungi Kodim 0803/Madiun untuk mengecek para prajurit TNI yang telah dibekali kemampuan dalam mengoperasikan Aplikasi Silacak dan Inarisk yang akan diperbantukan sebagai Tenaga Tracer Covid-19. Dalam kesempatan ini, Panglima TNI juga menyerahkan bantuan Laptop bagi Tenaga Tracer yang akan bertugas dilapangan.

Turut serta mendampingi Panglima TNI diantaranya  Asops Panglima TNI Mayjen TNI Syafruddin,S.E., M.M., M,Tr.(Han), Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS, M.H., Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr.(Han), Pangkoopsau I Marsda TNI Ir. Tedy Rizalihadi S., M.M., dan Kababek TNI Marsma TNI Sugeng Wiwoho.

 343 total views,  106 views today

Continue Reading

Nasional

Jokowi Ajak Seluruh Elemen Bangsa Ikhtiar Melawan Pandemi Covid-19

Published

on

By

Hanuang.com – Saat ini, Indonesia tengah menghadapi ujian yang sangat berat yaitu pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan, merapatkan barisan, bahu-membahu melakukan ikhtiar lahir maupun batin bersama-sama menghadapi pandemi ini.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 1 Agustus 2021.

“Alhamdulillah pada malam hari ini kita bisa berkumpul secara virtual, berzikir, dan memanjatkan doa dalam semangat kebersamaan dalam jalinan tali persaudaraan. Kita bersyukur kehadirat Allah Swt. atas nikmat dan anugerah kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Kita harus selalu ingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan berkat rahmat Allah Swt. Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Selain itu, Presiden mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini selain berkat rahmat dan anugerah Allah Swt., juga merupakan buah dari semangat persatuan dan kebersamaan seluruh anak bangsa Indonesia. Presiden meyakini semangat tersebut akan terus melekat dalam diri untuk bersama menghadapi tantangan saat ini.

“Saya percaya semangat kebersamaan dan gotong royong yang diwarisi oleh para pendiri bangsa akan selalu melekat dalam jiwa kita laksana api yang menyala-nyala terutama di saat bangsa dan negara kita menghadapi ujian dan tantangan,” lanjut Presiden.

Di samping itu, Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama berikhtiar menghadapi pandemi, salah satunya dengan memanjatkan doa kepada Allah Swt. Menurutnya, doa merupakan kekuatan yang dahsyat untuk membangkitkan harapan dan optimisme.

“Malam ini para tokoh lintas agama berhimpun dalam kebersamaan, bersama-sama berzikir melantunkan doa, bersyukur pada Allah Swt. atas anugerah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, sekaligus memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang agar bangsa dan negara kita segera terbebas dari pandemi Covid dan memohon kepada-Nya agar kita semua mendapatkan cahaya terang untuk melanjutkan perjalanan menuju Indonesia Maju,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemuka agama atas upaya dan bantuan yang telah dilakukan guna mendukung penanganan pandemi Covid-19.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas berbagai upaya, bantuan, dan juga dukungan dari alim ulama, dari para pemuka agama, dan para mubalig yang selalu mengajak umat untuk mematuhi protokol kesehatan, membantu percepatan vaksinasi, serta membimbing dan mendampingi umat melalui situasi yang sulit ini,” ujar Presiden.

Untuk diketahui, zikir dan doa kebangsaan secara virtual mengangkat tema “Bersyukur Atas Kemerdekaan, Berdoa dan Berikhtiar untuk Mewujudkan Indonesia Maju”. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam laporannya mengatakan, acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka bertujuan tidak hanya untuk mensyukuri kemerdekaan, tetapi juga menyempurnakan ikhtiar bangsa dalam melewati pandemi Covid-19.

“Dalam rangka mensyukuri kemerdekaan dan menjaga spirit serta menyempurnakan ikhtiar lahir bangsa kita dalam melewati masa-masa sulit di pandemi Covid-19 ini, sebagai umat beragama hendaknya kita semua melengkapinya dengan zikir dan doa kepada Allah Swt. Tuhan Yang Maha Bijaksana,” ujar Menteri Agama.

Acara zikir secara virtual dipimpin oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Said Agil Husin Al Munawar dan doa dipimpin oleh Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya didampingi oleh lima tokoh lintas agama secara virtual.

 341 total views,  106 views today

Continue Reading

Trending Topic