Connect with us

Lampung Selatan

Kepala BPKAD Lamsel : “Terkait Deposito APBD Sesuai Ketentuan & Arahan KPK RI”

Published

on

Hanuang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengklaim penempatan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dalam bentuk deposito di Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Lampung sudah sesuai ketentuan.

Dimana dana yang akan di depositokan itu pun hanya ditempatkan pada Bank Lampung sebagaimana arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Klaim ini menanggapi adanya pemberitaan sejumlah media terkait kejanggalan dana deposito Pemkab Lampung Selatan dalam jumlah besar di Bank Lampung dengan bunga yang sangat tinggi.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Lampung Selatan, Intji Indriati mengungkapkan, penyimpanan dana APBD dalam deposito di Bank Lampung sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penyimpanan dana dalam bentuk deposito tersebut merupakan bagian dari manajemen kas daerah yang setiap tahunnya diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Bahkan kata Intji, KPK pun melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin ke BUMD (PT Bank Lampung) yang dimana Pemerintah Daerah melakukan penempatan dana di BPD dalam bentuk deposito salah satunya melalui program Monitoring Centre For Prevention (MVP).

“Aliran uang keluar masuk dalam pengelolaan perbankan jelas harus terencana dan tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Bahkan, terkait hal-hal yang bersifat personal, KPK secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi ke bank-bank daerah melalui program MVP,” kata dia dalam penjelasan tertulisnya.

Intji menjelaskan, APBD Kabupaten Lampung Selatan saat ini, khususnya bidang fisik, tidak terserap secara optimal. Imbasnya, dana yang belum terpakai dalam kas daerah cukup tinggi.

Sehingga, hal itu memungkinkan Pemerintah Daerah untuk menempatkan uang kas daerah ke deposito dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Lebih lanjut Intji menjelaskan, mengenai penyerapan aggaran yang tidak maksimal, hal itu menurutnya tidak terkait dengan penempatan deposito di Bank Lampung.

“Karena itu (deposito) bersifat Automatic Roll Over (ARO) yaitu dapat diperpanjang secara otomatis dan LIQUID dimana deposito dapat dicairkan kapan saja tanpa terkena pinalti atas penarikan dana jika dibutuhkan dalam pembiayaan likuiditas keuangan daerah, tugas daerah, dan kualitas pelayanan publik,” terangnya.

Intji membeberkan, dana Pemkab Lampung Selatan di Bank Lampung sampai dengan tanggal 21 November 2019 sebesar Rp.453.417.549.091,00.

Rinciannya, penempatan dalam bentuk giro sebesar Rp203.417.549.091,00. Kemudian penempatan deposito hanya di Bank Lampung sebesar Rp250.000.000.000,00 terdiri dari deposito Rp70.000.000.000,00 dengan bunga 8%, deposito Rp80.000.000.000 dengan bunga 8%, dan deposito Rp100.000.000.000,00 dengan bunga 8%.

“Penempatan deposito Pemerintah Daerah yang dilaksanakan pada awal tahun adalah carry over deposito dari tahun 2018 sebesar Rp70.000.000.000,00 dan Rp80.000.000.000,00. Hal itu karena tidak terserapnya anggaran pada tahun 2018 dan belum adanya aturan yang mengharuskan deposito Pemerintah Daerah dipindah bukukan ke Rekening Kas Umum Daerah,” ungkapnya.

Sebelumnya, carry over deposito dari tahun 2018 telah mendapatkan beberapa penawaran dari sejumlah BUMN seperti PT BRI Persero, Tbk dan PT Bank Mandiri Persero. Dimana dalam penawaran itu, bunga deposito yang diberikan ke Pemerintah Daerah dibawah 7,5% per tahun.

Sementara, penawaran deposito yang diberikan Bank Lampung diberikan special rate bunga diatas 7,5% per tahun. Dimana hingga tahun 2019 sampai dengan saat ini, bunga yang diberikan PT BPD Lampung yaitu 8% per tahun.

“Pada tahun 2019 bunga deposito yang telah diperoleh oleh Pemerintah Daerah sampai dengan tanggal 21 November 2019 sebesar Rp16.302.876.712,37. Dimana pendapatan dari bunga deposito adalah termasuk dalam akun lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah,” tegasnya.

Sementara itu, penempatan uang kas daerah ke deposito dalam rangka optimalisasi PAD diatur dalam berbagai ketentuan dan perundang-undangan, yakni :

UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 328 Ayat (1) dan Ayat (2).

PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah PAsal 116 dan Pasal 117 Ayat (1).

PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 131 Ayat (1) dan Ayat (2).

Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Perubahan-perubahannya, yaitu Pasal 71 Ayat (1) dan Ayat (2). (Arya)

 4,306 total views,  3 views today

Kriminalitas

Grebek Judi Sabung Ayam di Kebun Karet, Polisi Amankan Puluhan Kendaraan Bermotor

Published

on

By

Hanuang.com – Pernyataan perang terhadap segala bentuk perjudian oleh jajaran Polres Lampung Selatan terus dikumandangkan di seluruh wilayah hukum bumi Khagom Mufakat ini.

Genderang perang oleh seluruh personil kepolisian di Serambi Sumatera ini terus ditabuh, sehingga tidak memberikan ruang sedikitpun terhadap segala bentuk perjudian, tak terkecuali perjudian Sabung Ayam.

Hal itu terlihat pada hari Sabtu (23/10/21) sekitar pukul 16.00 WIB di Area Perkebunan Karet desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjungsari.

Puluhan orang yang diduga para penjudi Sabung ayam kocar-kacir melarikan diri, belasan Ayam aduan dan kendaraan serta peralatan judi lainya berhasil diamankan saat Jajaran Polsek Tanjung Bintang, Unit Jatanras dan Sat Sabhara Polres Lamsel melakukan Pengrebekan.

“Puluhan ayam dan kendaraan serta peralatan lainya berhasil kami amankan saat kami grebek di lokasi perjudian Sabung Ayam” Kata Kapolsek Tanjung Bintang, AKP Faria Arista.

“Pengrebekan lokasi Judi Sabung Ayam ini kami lakukan setelah pihaknya menerima laporan dari warga masyarakat bahwa ditengah kebun karet desa Purwodadi Dalam Tanjungsari ada perjudian Sabung ayam, kemudian saat kami lakukan pengrebekan para penjudi berhasil melarikan diri, namun beberapa BB berhasil kami amankan” tambahnya.

“Dalam pengrebekan itu tidak ada tersangka yang berhasil diamankan, namun beberapa BB berupa, 25 unit sepeda motor, 13 Ekor ayam aduan, 3 buah Jam Dinding, 2 set lampu Bohlam, 1 set peralatan judi koprok, dan 2 (dua) buah tas” bebernya.

Saat ini barang bukti sudah diamankan di Polres Lampung Selatan, Guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. (Humas)

 3,084 total views,  1,171 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Jelang Pilkades Serentak 2021, Desa Palas Aji Gelar Simulasi

Published

on

By

Hanuang.com – Desa Palas Aji Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menggelar simulasi dan sosialisasi Pilkades serentak tahun 2021.

Hadir dalam giat tersebut, Pj. Kades Palas Aji Gusfatriansyah, Ketua BPD Palas Aji, Yopi Yoning, Ketua Panitia Pilkades, Ariyanto, Babinsa desa Palas Aji, Sertu Subur, dan para panitia.

“Diharapkan untuk semua anggota panitia Pilkades menjunjung tinggi netralitas, jangan melakukan sebuah kesalahan ataupun dalam bentuk kecurangan” ujar Ketua Panitia, Sabtu, (23/10/21).

“Bagi para saksi agar melakukan test antigen tidak boleh diwakilkan harus yang bersangkutan langsung” tambahnya.

Dirinya juga berharap agar para calon tidak melakukan kegiatan money politik dalam Pilkades serentak 2021. (*)

 4,481 total views,  1,042 views today

Continue Reading

Kriminalitas

Dua Orang Bandar Togel di Kalianda Diamankan Polisi

Published

on

By

Hanuang.com – Satuan Reskrim Polres Lampung Selatan (Lamsel), berhasil mengamankan AR (29) warga Dusun Lembur, Desa Merak Belantung, dan ER (36) warga Dusun Serdang, Desa Gunung Terang, Kecamatan Kalianda, Lamsel, Kamis (21/10/2021).

Penangkapan terhadap AR, dan ER dilakukan petugas lantaran diduga telah melakukan/mengedarkan/menjual kupon Toto Gelap (Togel) diwilayah kota Kalianda dan sekitarnya.

Selain mengamankan kedua pelaku, Tim Sat Reskrim Polres Lamsel yang dipimpin oleh Kanit Jatanras Polres Lamsel, Ipda Imam Farid juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa, Uang sebesar Rp. 180.000.

Selain itu turut diamankan juga 2 buah buku berisikan rekapan pasangan Togel, 2 Unit Handphone Android Merek Samsung dan Oppo, 7 lembar potongan berisikan angka-angka pasangan togel, dan 1 buah nota berisikan angka-angka pasangan Togel.

Kasatreskrim Polres Lamsel, AKP. Hendra Saputra, SH.MH mewakili Kapolres Lamsel, AKBP Edwin, SIK,SH,MSi, membenarkan pihaknya telah mengamankan dua orang yang diduga sebagai bandar Togel bersama sejumlah barang buktinya.

Penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut bermula informasi yang diterima dari masyarakat tentang adanya peredaran/penjualan kupon Togel yang dilakukan oleh kedua pelaku, berbekal dari informasi tersebut pihaknya melakukan penyelidikan dan selanjutnya melakukan penangkapan.

“Setelah mendapatkan informasi, kemudian pihaknya melakukan penangkapan kepada kedua pelaku bersama BB” ujarnya, Jum’at, (22/10/21).

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun. Saat ini kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 303 KUH Pidana. (Humas)

 6,710 total views,  1,151 views today

Continue Reading

Trending Topic