Connect with us

Nasional

Jelang Lebaran, KPK Gelar OTT Di Kemendikbud

Published

on

Hanuang.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kemendikbud.

Dwi Achmad Noor, selaku Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian UNJ Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Kemendikbud) diamankan.

“Benar, pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2020 sekitar jam 11.00 WIB, KPK bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan, Kamis (21/5/2020) dikutip dari detik.com.

Diketahui bahwa tertangkap tangan Dwi Achmad Nur setelah mendapatkan informasi dari Itjen Kemendikbud, dimana ada penyerahan sejumlah uang yang diduga dilakukan oleh pihak Rektor UJN kepada salah satu pejabat di Kementerian Pendidikan.

“Selanjutnya tim KPK bersama dengan tim Itjen Kemendikbud menindaklanjuti informasi tersebut dan kemudian diamankan Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ)” bebernya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, saat ini kasus tersebut dilimpahkan ke Polri melalui Unit Koordinasi dan Supervisi, karena belum ditemukan terkait unsur pelaku penyelenggara negara karena kewenangan dan tupoksi KPK. (Arya)

 2,732 total views,  4 views today

Nasional

Kabaharkam Polri Jadi Narasumber di Workshop Bersertifikat ICRC & HFI tentang Pemulasaran Jenazah COVID-19

Published

on

By

Hanuang.com – Spripim Kabaharkam Polri – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, menjadi salah satu narasumber pada Workshop Bersertifikat ICRC & HFI ‘Kepakaran & Keterampilan dalam Pemulasaran Jenazah Pasien COVID-19 yang disiarkan secara online, Rabu, 23 September 2020.

Dalam kesempatan ini, Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan materi tentang “Persoalan koordinasi dan pembelajaran dari kasus-kasus pemulasaran”.
Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, menanggapi berbagai isu terkait pemulasaran jenazah COVID-19, Kapolri telah mengeluarkan 2 (dua) petunjuk dan arahan (Jukrah) dalam bentuk Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1618/VI/Ops.2./2020 Tanggal 5 Juni 2020 dan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2189/VII/2020 Tanggal 26 Juli 2020 untuk mengantisipasi terjadinya konflik akibat pemulasaran jenazah COVID-19.

“Inti dari dua Jukrah itu agar seluruh jajaran kepolisian memberikan edukasi dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait proses pemakaman jenazah COVID-19 sehingga tidak terulang kembali kejadian penolakan pemakaman jenazah COVID-19. Kemudian memastikan betul bahwa jenazah atau pasien tersebut menderita COVID-19 atau tidak dengan cara bekerja sama, berkoordinasi, dan mendorong pihak rumah sakit untuk segera melakukan pengecekan kepada pasien yang memiliki gejala penyakit COVID-19, riwayat penyakit kronis dan dalam kondisi kritis, maupun pasien yang meninggal dunia. Sehingga tidak timbul keraguan dari keluarga maupun kerabat pasien atau korban,” jelas Komjen Pol Agus Andrianto.

Selain itu, lanjutnya, Polri juga menyiapkan beberapa personel yang sudah dilatih dan dibekali pengetahuan tentang proses pelaksanaan pemulasaran jenazah. Dalam hal ini, selain untuk membantu proses pemakaman, kehadiran petugas juga sebagai pengawas agar penerapan protokol kesehatan tetap dijalani dengan mempedomani syariat agama masing-masing korban.

“Polri juga bekerja sama dengan Pemda, TNI, dan stakeholder terkait untuk menyiapkan tempat isolasi untuk pasien ODP dan PDP serta rumah sakit rujukan COVID-19 termasuk pengamanan, pengawalan, dan pengawasan proses pemakaman korban COVID-19,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Sementara untuk petugas Polri yang bekerja melampaui tugas pokoknya serta didasari dengan keikhlasan dan rasa kemanusiaan, Kapolri mengganjar reward / penghargaan berupa kesempatan berupa promosi mulai dari mengikuti sekolah sampai dengan kenaikan pangkat luar biasa, ungkap Komjen Pol Agus Andrianto.

Komjen Pol Agus Andrianto bersyukur belakangan ini tidak terdengar lagi ada masyarakat yang menjemput paksa jenazah pasien COVID-19. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengerti dan memahami COVID-19 benar-benar ada dan berpotensi menyerang siapapun, masyarakat diminta untuk tidak menyepelekannya.

Pada kesempatan tersebut, Komjen Agus Andrianto juga menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan obat Covid-19, sedangkan vaksin masih dalam tahapan uji klinis dan produksi massal, yang tentu saja memerlukan waktu yang tidak singkat bagi 267 juta penduduk Indonesia. Untuk itu, Kaopspus Aman Nusa II menghimbau agar masyarakat tetap disiplin mempedomani protokol kesehatan, menjaga pola hidup sehat dengan dengan olahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan yang bergizi jika perlu tambahan suplemen seperti vitamin bahkan suplemen dari produk-produk kearifan lokal seperti jahe, kunyit, minyak, kencur dll

“Terima kasih kepada masyarakat yang berkontribusi untuk terwujudnya Kamtibmas yang kondusif, dengan demikian Polri dapat fokus untuk SDM Polri dalam penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Karena jaminan keamanan menjadi faktor kunci terlaksananya semua aktivitas masyarakat, mengingat pandemi COVID-19 bukan hanya berdampak kesehatan tetapi juga dampak lain seperti ekonomi, sosial politik, dan lain-lain,” ungkapnya. (*)

 113 total views,  10 views today

Continue Reading

Nasional

Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020

Published

on

By

Hanuang.com, JAKARTA – Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

“Jadi pada hari ini, pak Kapolri keluarkan maklimat tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksamaan pemilihan tahun 2020. Pertama bahwa Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” kata Argo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2020).

Menurut Argo, dikeluarkannya maklumat Kapolri ini merupakan kelanjutan dari Instruksi Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) terkait pencegahan penyebaran virus corona.

“Tentunya sesiai arahan Presiden tanggal 7 September 2020 bahwa agar waspadai klaster corona, pertama kantor, kedua keluarga, ketiga Pilkada. Tentunya adanya hal tersebut Polri keluarkan Maklumat,” ujar Argo.

Selain itu, Argo menjelaskan, maklumat Kapolri tersebut dikeluarkan agar para pasangan calon (paslon) beserta pendukungnya bisa benar-benar menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Jadi adanya tahapan Pilkada dimulai dan kemarin juga bahwa tanggal 4-6 September ada pendaftaran paslon diikuti pendukung yang tak menggunakan protokol kesehatan. Tentunya kita keluarkan agar menekan sekecil mungkin ditahapan klaster Pilkada,” papar Argo.

Adapun isi maklumat Kapolri Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020, yakni :

IMG-20200921-WA0019-1024x1024 Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020
  1. Pemilihan Kepala Daerah 2020 merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang dilindungi undang-undang, maka diperlukan penegasan pengaturan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
  2. Untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan kepada penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terkait dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada adaptasi kebiasaan baru, dengan ini Kapolri mengeluarkan maklumat:

a. Dalam pelaksanaan pemilihan 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan Covid-19.

b. Penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak yang terkait para setiap tahapan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

c. Pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan.

d. Setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi, atau sejenisnya.

  1. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Demikian maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat

 441 total views,  13 views today

Continue Reading

Nasional

Kunjungi Pertamina Kaltim, Kabaharkam Polri Minta Berproduksi Terus Dimasa Pandemi

Published

on

By

Hanuang.com, Jakarta – Di hari kedua kunjungan kerjanya ke Kalimantan Timur, Jumat, 18 September 2020, Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menyempatkan mengunjungi obyek vital nasional (Obvitnas) PT Pertamina Refinery Unit V di Balikpapan.

Dalam kesempatan ini Kabaharkam Polri didampingi oleh Kakorpolairud Baharkam Polri, Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri, Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Kaden Perintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri, Kabag Farmapol Pusdokkes Polri, dan Kadomat Slog Polri.

Turut hadir Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kaltim. Sementara dari PT Pertamina RU V hadir Eko Sunarno (GM Pertamina RU V), M Daud (Vice Presiden PC & QA), dan Iskandar (SMOM RU V).

Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, kedatangannya ke PT Pertamina RU V ini dalam rangka supervisi Obvitnas. Sebagai Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, ia berharap proses produksi di kilang-kilang milik Pertamina tidak terganggu selama pandemi mengingat peran strategis Pertamina untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Jangan sampai proses produksi di kilang-kilang Pertamina ini berhenti produksi, walaupun mungkin penurunan demand itu terjadi, tapi tidak boleh sampai terjadi penurunan proses produksi,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Untuk itu, Kabaharkam Polri menekankan, jajaran Polri bersama TNI dan stakeholder lainnya terus berupaya fokus menjamin stabilitas keamanan. Karena kalau tidak aman, menurut Komjen Pol Agus Andrianto, apa pun tidak bisa dilakukan, termasuk pemulihan ekonomi. “Jadi semua butuh aman,” tegasnya.

Selain itu, Komjen Pol Agus Andrianto juga menyampaikan apresiasi atas upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 di jajaran Pertamina yang berlangsung baik. Ia berharap upaya tersebut dapat mencegah munculnya klaster persebaran COVID-19 di lingkungan Pertamina yang dapat mengganggu proses produksi.

Terakhir, Komjen Pol Agus Andrianto mengajak semua pihak yang hadir untuk sama-sama bergandengan tangan bersinergi memecahkan persoalan yang ada dan menjalankan amanat yang telah dititipkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Seluruh amanah yang diberikan, mari sama-sama kita jaga. Mumpung kita dikasih amanah. Kalau saya boleh sedikit mengungkapkan, saya bukan polisi yang baik, tapi berusaha, artinya selagi ada amanah kekuatan dan jabatan yang dititipkan Yang Maha Kuasa kepada kita, kapan lagi,” ungkap Komjen Pol Agus Andrianto. (*)

 431 total views,  13 views today

Continue Reading

Trending Topic