Hanuang.com

Home

Inilah Rincian Harta Kekayaan Zainudin Hasan Dari Suap Fee Proyek Dinas PUPR Lamsel

Hanuang.com – Inilah Rincian uang suap fee proyek Dinas PUPR Lampung Selatan (Lamsel) yang digunakan oleh Bupati Lamsel Non Aktif, Zainudin Hasan.

Rincian tersebut dibacakan oleh JPU KPK RI, Ali Fikri & Riniyati Karnasih, saat menggelar sidang terdakwa Agus Bhakti Nugroho (ABN), di Ruang Garuda, Pengadilan Tipikor, Kelas 1A Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis, (13/12/18).

Dilembar dakwaan ABN, halaman 21 s/d 25 terdapat rincian pemakaian sejumlah uang yang dipakai oleh Bupati Lamsel Non Aktif, Zainudin Hasan.

Inilah Rincian data dari sebagian uang hasil Fee Proyek yang digunakan oleh adik kandung Ketua MPR RI tersebut :


Tahun 2016

  • Awal 2016 membayar tanah seluas 1582 m2 di Desa Kedaton Kalianda senilai 475.5 Juta rupiah.
  • Bulan Februari 2016 membayar pekerjaan pembangunan rumah dan masjid milik Zainudin Hasan dijalan Bani Hasan nomor 1, Desa Kedaton kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan senilai 3,82 Milyar rupiah.
  • Pertengahan Tahun 2016 membayar tanah seluas 80 hektar di Desa Sukatani senilai 8 Milyar rupiah.
  • Akhir Tahun 2016 membeli tanah di Kecamatan Sidomulyo yang akan digunakan untuk usaha Aspal Machine Plan (AMP) senilai 600 Juta rupiah.

Tahun 2017

  • Awal Tahun 2017 membayar pekerjaan pembangunan rumah dan masjid milik Zainudin Hasan di Jalan Bani Hasan nomor 1 Desa Kedaton Kecamatan Kalianda sebesar 3 Milyar rupiah.
  • Awal Tahun 2017 membeli karpet untuk perlengkapan Masjid Bani Hasan senilai 1,5 Milyar rupiah.
  • Awal Tahun 2017 membayar perbaikan atau rekondisi kapal bermesin Jhonlin 38 (Princess Diana) sebesar 550 Juta rupiah.
  • Awal Tahun 2017 membayar kepemilikan saham di Rumah Sakit Airan dengan menyetor uang sebesar 1 Milyar rupiah.
  • Awal Tahun 2017 membayar pembelian lahan di Desa Marga Catur dekat Pondok Pesantren Gontor 9 Kalianda, Lamsel, seluas 83 hektar sebesar 8 Milyar rupiah.
  • Januari 2017 membayar uang sebesar 1,1 Milyar rupiah kepada Bobby Zulhaidir sebagai pengganti uang yang dipakai untuk membayar Tax Amnesty.
  • 30 Januari 2017 memberi uang 15 Juta rupiah kepada Nanang Ermanto di posko Way Halim untuk membantu acara konsolidasi dan syukuran atas kemenangan di Lamsel.
  • 8 Februari 2017 memberi uang 50 Juta Rupiah kepada Nanang Ermanto di posko Way Halim untuk operasional Nanang Ermanto.
  • Pertengahan Tahun 2017 membayar pembelian lahan seluas 3 hektar di Desa Ketapang dekat bibir pantai sebesar 1,5 Milyar rupiah.
  • Pertengahan Tahun 2017 membayar pembelian lahan di Desa Munjuk Sampurna sebesar 600 Juta Rupiah.
  • Pertengahan Tahun 2017 membayar ambil alih pabrik beras di Sidomulyo dari pemilik lama Antoni Imam sebesar 1 Milyar rupiah.
  • Pertengahan Tahun 2017 membayar lahan di Desa Canggu Kalianda sebesar 1,1 Milyar rupiah.
  • Pertengahan Tahun 2017 membayar penyertaan modal ke Toko bangunan usaha bersama di Palas sebesar 500 juta rupiah.
  • Pertengahan Tahun 2017 membayar pembelian lahan di Daerah Way Lubuk Kalianda sebesar 2,5 Milyar rupiah.
  • Pertengahan Tahun 2017 membayar pembelian lahan di Desa Munjuk Sampurna sebesar 3 Milyar rupiah.
  • Pertengahan Tahun 2017 memberi uang 2 Milyar rupiah untuk merenovasi pabrik beras.
  • Tanggal 27 Juli 2017 membayar uang kepada Swissbell Hotel Bandar Lampung untuk kegiatan PAN sebesar 16,4 Juta rupiah.
  • Tanggal 17 September 2017 membayar uang kepada Swissbell Hotel Bandar Lampung untuk kegiatan PAN sebesar 29,9 Juta rupiah.
  • Nopember 2017 membayar uang kepada Swissbell Hotel Bandar Lampung untuk kegiatan pelantikan ketua DPW PAN Lampung sebesar 700 Juta rupiah.
  • Nopember 2017 membayar uang kepada Event Organizer (EO) kegiatan pelantikan ketua DPW PAN Lampung sebesar 150 Juta rupiah.
  • Akhir Tahun 2017 membayar lahan seluas 1,8 hektar di dekat jembatan samping Hotel 56 di Desa Kedaton Kalianda sebesar 1,9 Milyar rupiah.
  • Akhir Tahun 2017 membayar lahan di Desa Kedaton Kalianda sebesar 360 Juta rupiah.

Tahun 2018

  • Awal Tahun 2018 membayar pembelian sebidang tanah dan rumah toko 3 lantai dijalan Arif Rahman Hakim (dekat rumah kayu) sebesar 2,5 Milyar rupiah.
  • Juni 2018 memberi uang kepada Nanang Ermanto sebesar 50 Juta rupiah.
  • Juli 2018 memberi uang kepada Nanang Ermanto sebesar 100 Juta rupiah untuk membantu acara pelantikan Banteng Muda Indonesia (BMI).
  • Juli 2018 memberi uang sebesar 50 Juta rupiah kepada Nanang Ermanto untuk titipan uang duka dari Zainudin Hasan. 

Sumber : Lnews.co

Reporter : Khairullah Aka & Muhammad Arya Malikul Mulki

Share

BERITA TERBARU