Hanuang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus mematangkan strategi besar menjadikan daerahnya sebagai Beranda Pulau Sumatra, sebuah identitas baru yang diharapkan mampu mengubah persepsi Lampung Selatan dari sekadar daerah lintasan menjadi destinasi yang layak dikunjungi dan dinikmati. Untuk mewujudkan visi tersebut, sinergi dengan media dinilai menjadi salah satu kunci utama.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat menerima audiensi jajaran Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Egi didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Anasrullah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Hendry Kurniawan, serta Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Muhammad Ali.
Pada kesempatan itu, Egi mengajak JMSI Provinsi Lampung memperkuat kolaborasi dalam mempromosikan potensi pariwisata, investasi, dan berbagai program pembangunan daerah. Menurutnya, dukungan media sangat penting untuk membangun citra positif Lampung Selatan sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan, branding Beranda Pulau Sumatra bukan sekadar slogan, melainkan konsep pembangunan yang ingin menghadirkan Lampung Selatan sebagai kawasan persinggahan yang nyaman, menarik, dan memiliki beragam daya tarik wisata.
“Selama ini Lampung Selatan dikenal sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra. Namun kami ingin menghadirkan makna yang lebih luas. Gerbang hanya dilewati, sedangkan beranda adalah tempat orang singgah. Itulah yang ingin kita wujudkan agar kunjungan wisata berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Egi.
Menurutnya, keberhasilan branding daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk media massa yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, sekaligus membangun optimisme terhadap potensi daerah.
Egi menilai kolaborasi tersebut selaras dengan konsep pembangunan hexahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan influencer sebagai satu kesatuan dalam mempercepat pembangunan daerah.
“Saya menyambut baik seluruh bentuk kolaborasi, khususnya di bidang pariwisata. Dalam konsep hexahelix, media dan para influencer memiliki ruang yang sangat penting untuk bersama-sama membangun citra positif Lampung Selatan sehingga mampu memberikan dampak yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris JMSI Provinsi Lampung, Anton Kurniawan, mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memberikan apresiasi atas berbagai capaian pembangunan yang berhasil diraih Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Menurut Anton, berbagai indikator menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang mampu melampaui rata-rata Provinsi Lampung maupun nasional hingga berbagai penghargaan yang diterima Bupati Radityo Egi Pratama, termasuk sebagai tokoh penggerak pengembangan pariwisata.
Ia juga mengapresiasi pola kemitraan yang telah terjalin antara Pemkab Lampung Selatan dengan perusahaan media selama ini. Menurutnya, hubungan tersebut berjalan baik dan bahkan menjadi referensi bagi sejumlah pemerintah kabupaten lain di Provinsi Lampung.
Anton menegaskan, JMSI siap mendukung penyebarluasan informasi pembangunan sekaligus mempromosikan berbagai potensi daerah, terutama sektor pariwisata, agar semakin dikenal masyarakat luas.
Melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah daerah dan media, promosi destinasi wisata, peluang investasi, serta berbagai program pembangunan diharapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas. Kolaborasi tersebut juga diyakini akan memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai Beranda Pulau Sumatra, daerah tujuan wisata sekaligus salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. (Arya)