Hanuang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) gencar mengembangkan potensi objek wisata di Bumi Khagom Mufakat sesuai program Pemerintah Pusat dan arahan Bupati H. Nanang Ermanto dengan serangkaian kegiatan pembinaan dan penyuluhan Sadar Wisata di Objek wisata.
Kadis Parbud Lamsel, Drs. M Darmawan mengungkapkan terdapat 46 objek Pariwisata, termasuk objek wisata pantai, Alam, wisata rohani/religi, dan wisata Buatan.
”Kita saat ini akan mengembangkan objek wisata termasuk wisata religi, kita tetap akan support makam makam keturunan Ratu Darah Putih, terutama akses jalannya yang sempit betul” ujarnya usai melaksanakan penyuluhan sadar wisata di Desa Tridarmayoga, Kecamatan Ketapang, Selasa, (22/08/23).
Darmawan Merespon positif kegiatan warga dan keluarga Lamban Balak (Rumah Besar) Desa Kuripan beserta kerabat dari beberapa wilayah yang gencar melakukan gotong royong Pemugaran pelestarian peninggalan sejarah berupa makam makam tua dari Trah Muhamad Aji Saka Ratu Darah Putih bin Syekh Sarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) yang ada di Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Lamsel.
Yogha Pramana, SH Bin Muhammad Nasir (Raden Dermawan alm) sejarawan muda sekaligus Koordinator lapangan Pemugaran Makam dari keluarga Lamban Balak Desa Kuripan dalam beberapa kesempatan mengungkapkan bahwa di Komplek Makam Kelappa terdapat kompleks makam Trah Muhammad Aji Saka Ratu Darah Putih, yaitu Ratu Batin Ratu dan Makam Dalom Kesuma Ratu.
Sedangkan di komplek makam sawah Kenali terdapat Dalom Ratu Kesuma (Raden Intan I) yang mengobarkan semangat Jihad bertempur menumpas cengkraman penindasan dan penjajahan Belanda di Bumi Lampung dimasanya.
Jauh sebelum dilanjutkan tongkat komando oleh sang cucu Raden Intan II yang saat ini di kenal Pahlawan Nasional (makam di Desa Gedung Harta/Kunyayan, Kecamatan Penengahan).
Secara umum banyak publik belum mengetahui lokasi Komplek makam para pejuang Trah Ratu Darah Putih yang ada di Komplek makam Sawah Kelapa dan Komplek Makam Sawah Kenali(± 1 Kilometer dari Pusat Pemerintahan Desa Kuripan).
Perlu di ketahui, akses jalan menuju dua komplek makam tersebut harus melalui galengan sawah warga setempat dengan berjalan kaki.
Berbeda dengan Makam Raden Intan II (Pahlawan Nasional) yang megah dan bisa di akses langsung menggunakan armada Bus oleh para Peziarah dari Penjuru Nusantara.
(Adi)





