Connect with us

Lampung Selatan

Di Sragi, Nanang Lepas Sepatunya & Berikan Kepada Hendra

Published

on

Hanuang.com – Hendra (46), salah satu Ketua RT di Desa Sumbersari, Kecamatan Sragi ini mengaku terharu dan bahagia karena mendapat hadiah sepatu yang sedang dipakai oleh Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

Sepatu itu diterima Hendra ketika dirinya sedang melakukan dialog dengan Plt Bupati Lampung Selatan disela acara silaturahmi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan masyarakat Kecamatan Sragi di Lapangan Komplek Warung Desa Sumbersari, Rabu (27/2/2019) malam.

Tindakan Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto dengan memberikan sepatu yang sedang dipakainya kepada salah seorang warga, mendapat apresiasi dari ratusan masyarakat yang hadir.

Pantauan tim imi, awal mula Nanang Ermanto memberikan salah satu sepatu kesayangan itu, karena merasa iba kepada Hendra, yang merupakan Ketua RT di desa setempat.

Dalam dialog langsung dengan Hendra, diketahui Nanang bahwa Hendra diajak oleh Kepala Desa dan Kadus setempat untuk mengikuti kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan hingga silaturahmi dan ramah tamah dengan Plt Bupati Lampung Selatan.

Hendra pun sempat menceritakan, dirinya diminta untuk datang dengan menggunakan sepatu yang sedikit lebih bagus. Namun, karena tidak memiliki sepatu yang bagus, dirinya pun terpaksa membeli sepatu baru, dengan cara mengutang karena sedang tidak memiliki uang.

Mendengar cerita pilu itu, Nanang Ermanto pun langsung merasa iba. Sehingga, mantan Kepala Desa Way Galih dua periode itu sempat mempertanyakan ukuran kaki Hendra.

“Berapa nomor sepatu Pak RT,” kata Nanang.

Hendra pun langsung menjawab, bila ukuran kakinya 40.

Mendengar jawaban itu, Nanang pun secara spontan langsung mencopot sepatunya, dan untuk selanjutnya diberikan kepada Hendra.

“Ini saya berikan ke bapak, tapi sepatu saya ini ukurannya 41,” tutur Nanang sambil menyodorkan sepatu bermerk ternama itu.

Melihat Plt Bupati menyerahkan sepatunya itu, Hendra pun sontak kaget dan terharu. Seakan tak percaya, dia pun langsung mendekati Plt Bupati.

“Beneran untuk saya pak bupati, terima kasih banyak ya pak,” ucap Hendra sumringah.

Percakapan Nanang Ermanto dengan masyarakat yang berakhir pada pemberian salah satu sepatu kesayangan sang bupati untuk masyarakat itu, sedikit menggambarkan bila, acara silaturahmi dengan masyarakat dapat langsung menyerap keluhan dan masukan secara langsung.

“Inilah tujuannya kami buat kegiatan silaturahmi, kami ingin  tahu apa keluhan masyarakat dan apa yang diinginkan oleh masyarakat,” ujar Nanang.

Sesuai menyerahkan sepatu itu, Nanang kembali membuka percakapan dengan Hendra.

“Silahkan pak RT, apa yang mau disampaikan,” tanya Nanang membuka diskusi dengan warganya.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, Hendra pun menyampaikan keluhannya. Dia meminta kepada orang nomor satu di Kabupaten Gerbang Sumatera itu agar, menaikkan insentif untuk RT, mengingat tugas seorang RT yang cukup berat sebagai ujung tombak pemerintahan terbawah.

“Begini pak, yang lainkan (aparatur desa) penghasilannya dinaikkan, jadi kami harap, insentif RT juga sama, bisa naik,” ungkap Hendra.

Merespon hal itu, Nanang pun berjanji akan menambah kesejahteraan ketua RT dalam anggaran perubahan mendatang.

“Tapi dengan syarat, ketua RT juga harus bisa membantu meningkatkan penerimaan PBB, kalau PBB baik, kan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga, termasuk ketua RT,” kata Nanang. (Arya/Kmf)

 1,085 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Berita Duka, Ibunda Wakapolda Sumsel Tutup Usia

Published

on

By

Hanuang.com, KALIANDA – Berita duka menyelimuti salah satu putera terbaik Lampung Selatan yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Selatan, Brigjen Pol Rudi Setiawan.

Yang harus mengikhlaskan kepergian sang ibunda tercinta almarhum Hj. Y. Setiawati (Khatu Agung) binti Hadi Praitno berpulang menghadap Tuhan Yang Maha Esa, sekira pukul 10.00 WIB di kediaman BSD Kota Tangerang, pada hari Minggu (24/1/2021).

Brigjend Pol Rudi Setiawan yang juga memiliki gelar adat Pangeran Sangun Khatu Ya Bandakh, melangsungkan penyambutan jenazah almarhumah yang tutup usia di tujuh puluh lima tahun, sekira pukul 14.00 WIB, bertempat di Lamban Balak Bandar Marga Legun di Jalan Kesuma Bangsa No. 212 Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Diketahui, jenazah almarhumah Hj. Y Setiawati (Khatu Agung) binti Hadi Praitno yang semasa hidup bersuamikan H. Rustam Efendi Pangeran Mangkubumi. Diberangkatkan dari Kota Tangerang menuju Lamban Balak Bandar Marga Legun. Sekira pukul 19.00 WIB, jenazah tiba di kediaman rumah duka, kemudian di sholatkan di Masjid Besar Nurul Amal Way Urang, Kecamatan Kalianda. Lalu, diberangkatkan menuju lokasi peristirahatan terakhir almarhumah.

Polres Lampung Selatan selaku tuan rumah, berperan aktif dalam prosesi penyambutan jenazah hingga menuju lokasi pemakaman. Diantaranya, dengan menerapkan langkah-langkah yang sesuai prosedur tetap dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan selama giat dirumah duka hingga prosesi pemakaman paripurna.

Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pun dijalankan dengan ketat, yakni menyiapkan sarana cuci tangan yang dilengkapi sabun, penyediaan masker untuk para pelayat hingga hand sanitizer.

Tak kenal lelah, aparat yang bertugas di lokasi senantiasa menghimbau tamu yang hadir untuk tetap menjaga jarak. Tak luput, mengatur tempat duduk berjarak baik di lokasi rumah duka, masjid hingga lokasi pemakaman.

Petugas pun nelakukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, mulai dari rumah duka, lokasi men-sholat kan jenazah hingga iring-iringan rombongan mengantar almarhumah menuju lokasi pemakaman.

Tampak hadir dalam kegiatan tesebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr. Eko Indra Heri bersama Istri, Dir Binmas Kombespol Heru Trisasono, Wadir Krimsus AKBP Fery Harahap, Karumkit AKBP Dr.Wahono, Kapolres Oki Sumsel AKBP Alamsyah, Pangeran Tihang marga Legun Azzhar Marzuki, Pangeran Nagabringsang 5 Ahmad Fajirin, Pangeran Sempurna Jaya Marga Katibung M. Abas, Dandim 0421/LS Letkol Inf Enrico Setyo Nugroho, Wakapolres Lamsel Kompol Yuspita Ujang dan Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi Yakup beserta jajaran. (*)

 652 total views,  652 views today

Continue Reading

Kriminalitas

KSKP Bakauheni Kembali Gagalkan Penyeludupan Satwa Liar Tanpa Dokumen

Published

on

By

Hanuang.com, BAKAUHENI – Modus penyelundupan satwa liar dari Sumatera ke Pulau Jawa, melalui Pelabuhan Penyebrangan ASDP Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), sepertinya kian merajalela.

Terbukti, jajaran personil Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni kembali berhasil mengamankan sekitar 2.023 ekor burung dilindungi yang hendak menyebrang ke Pulau Jawa, di pos pemeriksaan Seaport Interdiction (SI), Minggu (24/1/2021) sekitar pukul 5.30 wib.

Ribuan satwa dilindungi ini, diangkut oleh kendaraan truk Colt Diesel warna kuning kombinasi BE 8138 IT yang dikemudi oleh Muhammad Hilal Almahfur (24) warga Desa Putra Buyut, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah.

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Zaky Alkazar Nasution, Kepala KSKP Bakauheni, AKP Ferdiansyah mengungkapkan, polisi berhasil mengamankan ribuan burung dilindungi beserta satu pengemudi, setelah dilakukan pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap kendaraan colt diesel tersebut, petugas mendapati 70 paket keranjang plastik yang berisikan satwa liar jenis burung tanpa dilengkapi dokumen resmi,” Ungkap AKP Ferdi.

Mantan Kasat Narkoba Polres Lamsel ini juga menjelaskan, berdasarkan keterangan pengemudi, satwa liar berupa burung tersebut diangkut dari Bandar Jaya Lampung Tengah, yang akan diantarkan ke Jakarta.

“Saat ini, sopir dan barang bukti dibawa ke Kantor KSKP Bakauheni guna proses hukum lebih lanjut,” Tukasnya.

Diketahui, barang bukti yang berhasil disita yakni satu unit kendaraan truk Colt Diesel warna kuning kombinasi BE 8138 IT.

Selain itu, polisi juga mengamankan 2.023 ekor burung yang dikemas dalam 70 box keranjang plastik. Rinciannya yakni, cicak keling sebanyak 1170 ekor dibagi kedalam 39 bok dengan jumlah per boknya 30 ekor.

Kemudian, jalak kebo sebanyak 280 ekor yang dibagi kedalam 14 bok, dengan jumlah per boknya 20 ekor. Ciblek sebanyak 350 ekor dibagi dalam 10 bok, Pleci sebanyak 150 ekor dikemas dalam 3 bok dan
gelatik batu sebanyak 2 bok jumlah per bok 46 ekor.

Selain itu, Siri besar sebanyak 9 ekor dan poksai mandarin sebanyak 2 ekor dalam 1 box. Sipanca sebanyak 1 ekor, kutilang batik sebanyak 2 ekor dan siri kecil sebanyak 13 ekor yang dikemas dalam 1 box. (*)

 895 total views,  895 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Bersama Aparat Gabungan, Polres Lamsel Gelar Ops Yustisi

Published

on

By

KALIANDA – Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan (Lamsel) gelar apel kesiapan operasi/ razia yustisi pencegahan penyebaran virus Covid-19 di wilayah kabupaten setempat, bertempat di lapangan Korpri, Sabtu malam (23/1/2021).

Apel kesiapan itu sendiri dimulai sekira jam 19.30 WIB dan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Lamsel, Kompol Oskar Eka Putra.

Kompol Oskar Eka Putra dalam arahannya menyebut pelaksanaan giat itu dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin hari kian bertambah.

“Kegiatan operasi yustisi yang kita laksanakan malam ini sudah berdasarkan Undang-Undang. Ada payung hukum, yaitu Perbup dan Perda No.3 Tahun 2020 sehingga dalam pelaksanaan nanti, kita lebih tegas dalam hal pemberian sanksi,” himbau Kompol Oskar.

Urgensi giat operasi Yustisi sudah tidak bisa ditawar lagi. Mengingat, delapan daerah di Provinsi Lampung telah masuk zona merah yaitu Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Pringsewu.

“Kita harus tegas melakukan tindakan, baik dalam bentuk pembubaran kegiatan, sanksi tertulis maupun tindakan fisik seperti push up dan lain-lain,” cetus Kompol Oskar.

Kompol Oskar melanjutkan, pihak Sat Pol PP sendiri sudah mempersiapkan blanko teguran tertulis sesuai Perda yang akan diberikan kepada para pelanggar protokol kesehatan (prokes). Bahkan, bila dirasa perlu akan dilaksanakan sanksi yang lebih tegas lagi berupa sanski denda kepada para pelanggar yang membandel.

“Dalam pelaksanaan kegiatan, tetap dilakukan dengan mengedepankan sisi humanis. Sampaikan, bahwasannya kegiatan dilakukan karena penetapan wilayah Kabupaten Lamsel sudah zona merah,” pinta Kompol Oskar.

Perlu diketahui, Kapolres Lamsel juga telah mendorong kepala daerah dalam hal ini Bupati untuk membuat surat edaran yang mengatur kegiatan masyarakat di masa pandemi. Sehingga, semua pihak turut serta bertanggung jawab baik dari tingkatan Camat hingga Kepala Desa.

Terkait giat ops yustisi, Kapolres Lamsel melalui Kabag Ops memerintahkan agar dilaksanakan secata rutin guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mengingat, Kabupaten Lamsel kini berstatus zona merah.

“Jangan segan dan sungkan untuk menegur, lakukan penindakan bila ada pelanggar prokes serta sampaikan kepada pemilik usaha agar selalu patuhi prokes. Dalam pelaksanaan tugas jangan bergerombol karena kita sebagai contoh masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan,” pungkas Kompol Oskar.

Pelaksanaan giat apel selesai sekira jam 20.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ops razia/ yustisi yang terbagi kedalam dua regu. Target ops razia/yustisi menyasar tempat-tempat rawan terdapat kerumunan massa yang berpotensi ditemukan pelanggaran prokes.

Giat apel tersebut, dihadiri para pejabat utama (PJU) Polres, 48 personil Polres, juga 1 pleton personil Kodim/0421 LS dan 1 pleton personil Sat Pol PP Kabupaten Lamsel. (*)

 909 total views,  909 views today

Continue Reading

Trending Topic