Connect with us

Kriminalitas

Bobol ATM, Warga Kecamatan Katibung Ini Gondol Uang Senilai Ratusan Juta Rupiah

Published

on

Hanuang.com – Tim Tekab 308 Polres Lampung Selatan (Lamsel), akhirnya berhasil meringkus pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat), pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Alfamart, Jl. Airan Raya, Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung.

Pelaku berjumlah dua orang, yakni Firdaus (35) warga Desa Tanjungan, dan Sandi (31) warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung.

Adapun korbannya yakni Jaksin Wijaya (19) warga Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Teluk Betung, Kota Bandar Lampung.

Kasat Reskrim Polres Lamsel, Iptu Edy Yulianto mengungkapkan, modus pelaku yakni dengan mengganjal lobang kartu ATM dengan potongan tusuk gigi. Sehingga, kartu ATM milik korban tidak dapat masuk ke mesin ATM.

“Setelah itu, melihat korban yang merasa kebingungan, pelaku kemudian berpura-pura sebagai nasabah yang sedang mengantri menawarkan bantuan. Saat korban meminta tolong kepada pelaku, pada saat itulah pelaku menukar kartu ATM milik korban dengan kartu ATM milik pelaku yang sudah di modifikasi,” Ungkapnya, kepada media Selasa (15/12/2020).

Iptu Edy melanjutkan, setelah mendapatkan kartu ATM korban, pelaku langsung pergi meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sedangkan pelaku lainnya masih berada di antrian dengan maksud untuk megetahui nomor PIN milik korban yang dimasukkan secara berulang- ulang.

“Korban berulang kali memasukan PIN miliknya, tetapi tetap salah. Sebab, kartu ATM milik korban sudah ditukar dengan kartu ATM milik pelaku. Setelah berhasil mengetahui nomor pin ATM korban, pelaku langsung menguras isi saldo didalamnya. Sehingga, korban mengalami kerugian mencapai Rp. 188 juta. Karenanya, korban melapor ke polisi,” Bebernya.

Berdasarkan laporan korban yang dibuat pada tanggal 14 November 2020, tim Tekab 308 Polres Lamsel langsung melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Selang beberapa hari kemudian, Tim Tekab 308 Polres Lamsel medapatkan informasi akurat bahwa pelaku berada di Tangerang, Banten.

Selanjutnya, sekitar pukul 01.00 WIB, Tim melakukan penangkapan terhadap tersangka Sandi, di rumah kontrakan daerah Bitung, Kabupaten Tangerang.

“Setelah dilakukan pengembangan, pada hari Kamis tanggal 10 Desember 2020 sekira jam 01.30 WIB, Tim Tekab 308 Sat Reskrim Polres Lamsel kembali berhasil mengamankan tersangka lain yaitu Firdaus di Jln. Kartini Mangga Besar, Jakarta Pusat. Kemudian kedua tersangka di bawa ke Polres Lamsel,” Lanjut Iptu Edy.

Mantan Kanit Tipikor Satreskrim Polresta Bandar Lampung ini juga menyebutkan, dalam kasus ini pelaku berjumlah 4 orang. Dua pelaku lainnya, masih dalam pencarian.

“Dua lagi DPO (Daftar Pencarian Orang_Red). Masih dalam pengembangan dan penyelidikan lebih jauh,” Tukasnya.

Dari penangkapan kedua pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti sebagai berikut :

  • 1 Buah Hp Merk Samsung Galaxy A70 warna hitam.
  • 1 Buah Hp Merk Samsung Galaxy warna biru.
  • 1 Buah Hp Merk Samsung Seri S5 warna putih.
  • 14 buah Kartu ATM berbagai Bank. (*)

 2,987 total views,  3 views today

Kriminalitas

Miliki Sabu-Sabu, Warga Kecamatan Way Panji Diamankan Polisi

Published

on

By

Hanuang.com, WAY PANJI – Satuan Reserse (Sat Res) Narkoba Polres Lampung Selatan (Lamsel), berhasil menangkap S (30) alias R pelaku tindak pidana penyalahgunaan Narkotika golongan I jenis sabu.

S diamankan petugas karena kedapatan memiliki satu bungkus plastik bening berisi kristal putih yang diduga sabu.

Menurut informasi, S masih tercatat sebagai warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Lamsel.

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, Kasat Res Narkoba AKP Abadi membenarkan penangkapan yang dilakukan oleh jajarannya.

“Inisial S alias R diamankan petugas hari Kamis (17/6/2021) kemarin, sekira pukul 11.00 WIB,” terang Kasat Res Narkoba, Jum’at (18/6/2021) siang.

Ditenggarai, lokasi penangkapan masih sama dengan tempat tinggal si pelaku yakni di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji.

Dan, AKP Abadi sendiri tak menampik akan kebenaran hal itu.

“Memang benar. Tempat kejadian perkara (TKP, red.) masih sama dengan alamat tinggal si pelaku,” lanjut AKP Abadi.

Singkat cerita, petugas di lapangan yang kala itu melihat gelagat mencurigakan si pelaku dan menaruh curiga. Kemudian, menghampiri pelaku dan melakukan penggeledahan.

Benar saja, dari hasil penggeledahan itu petugas menemukan 1 paket kecil Narkotika jenis sabu yang dibawa oleh pelaku.

“Pelaku kemudian mengakui, bahwa Narkotika jenis sabu tersebut adalah miliknya,” imbuh mantan Kasat Res Narkoba Polres Lamtim itu.

Guna keperluan proses penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut, S bersama barang bukti berupa 1 buah bungkus plastik bening berisikan kristal putih diduga sabu dan 1 unit handphone merk Nokia warna Hitam, dibawa ke Mapolres Lamsel.

“Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 114 dan Pasal 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tegas AKP Abadi sembari mengakhiri. (*)

 1,038 total views,  316 views today

Continue Reading

Kriminalitas

KSKP Bakauheni Berhasil Amankan Ribuan Burung Kicau

Published

on

By

Hanuang.com, BAKAUHENI – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), berhasil amankan 2.057 (dua ribu lima puluh tujuh) ekor burung, diantaranya berjenis satwa liar yang dilindungi.

Burung-burung itu, dipergoki oleh petugas ketika melakukan pemeriksaan kendaraan di areal pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Rencananya, burung yang dikemas dalam paket keranjang plastik itu akan di seberangkan ke daerah Cikande, Serang – Banten menggunakan sebuah mobil.

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, Kepala KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah membenarkan kejadian itu.

“Betul. Tepatnya hari Selasa (15/6/2021), pukul 01.00 WIB. Petugas mengamankan IH (32) alias S bersama satu unit mobil yang mengangkut satwa liar di areal pintu masuk Pelabuhan Bakauheni,” sebut Kapolsek, Rabu (16/6/2021) pagi.

Diketahui, kendaraan Toyota Avanza warna silver ber-nopol BG 1544 FD yang kedapatan mengangkut 2.057 ekor burung berbagai jenis yang dikemas dalam 65 buah paket keranjang plastik warna putih dan 11 buah kardus kecil warna coklat.

“Berdasarkan keterangan saudara IH, satwa liar tersebut diangkut dari rumah B di Way Kanan dan akan dibawa menuju daerah Cikande. Sedangkan, inisial B sudah di tetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang, red.),” terang AKP Ferdi.

Ketika ditanya, IH nekat mengirimkan satwa liar itu karena mendapat ongkos kirim berjumlah lumayan menggiurkan. “Iya. Dapat bayaran Rp. 3,5 juta,” ujarnya bernada lesu.

Guna keperluan proses penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut, pengangkut berikut barang bukti berupa 65 buah paket keranjang plastik warna putih dan 11 kardus kecil warna coklat, satwa liar jenis burung sejumlah 2.047 ekor, dengan rincian satwa yang tidak dilindungi diantaranya, 930 ekor burung Jalak Kebo, 510 ekor burung Perenjak, 210 ekor burung Gelatik, 270 ekor burung Perkutut, 96 ekor burung Pleci, 24 ekor burung kepodang, 5 ekor burung Konin dan 5 ekor Burung Muncang. Sedangkan, jenis satwa yang dilindungi seperti, 5 ekor burung Cucak Ranting dan 5 ekor burung Cucak Ijo Mini. Kesemuanya dibawa ke kantor KSKP Bakauheni.

“IH dipersangkakan melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf (a) Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No.5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan,” pungkas AKP Ferdi. (*)

 2,277 total views,  12 views today

Continue Reading

Kriminalitas

Apes…!!! Maling Motor Bertiga, Warga Bulok Ini Tertangkap Seorang Diri

Published

on

By

Hanuang.com, KALIANDA – Unit Reskrim Polsek Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), berhasil menggulung inisial R (21) salah seorang komplotan pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) kendaraan bermotor.

R ditangkap tak berselang lama setelah membawa kabur sepeda motor Honda Revo dari kediaman korban bernama Kademin (48) warga Desa Taman Agung, Kecamatan Kalianda. Yakni pada hari Sabtu (12/6/2021), sekira jam 01.30 WIB, dini hari.

Usut punya usut, R (21) adalah pemuda pengangguran yang tinggal di Desa Bulog, Kecamatan Kalianda.

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi Yakub mengiyakan peristiwa penangkapan yang dilakukan oleh jajarannya.

“Pelaku yang berjumlah 3 orang mulanya berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Revo milik korban yang terparkir di samping teras rumah,” jelas Kapolsek, Minggu (13/6/2021).

Modus para pelaku terbilang rapi, karena sebelum beraksi mereka lebih dulu memantau situasi rumah korban dari area pekarangan. Setelah dirasa cukup aman, 2 orang pelaku mengambil dan mendorong sepeda motor keluar rumah menuju jalan utama.

Disana, 1 rekannya lagi telah menunggu menggunakan sepeda motor untuk membonceng salah seorang pelaku. Barulah, mereka pergi bersama-sama membawa sepeda motor hasil curian.

Korban yang kemudian menyadari sepeda motornya telah raib langsung bergegas ke Mapolsek Kalianda untuk melaporkan kejadian itu. Akibat pencurian itu, korban mengalami kerugian materi sebesar Rp.5, juta.

Mendapati laporan kejadian yang masih hangat, Unit Reskrim Polsek Kalianda langsung memetakan lokasi dan melakukan pengejaran.

Dewi fortuna rupanya masih berpihak kepada korban. Pada hari yang sama dalam jeda waktu yang tak terlalu lama, polisi yang dibantu warga dalam melakukan pengejaran berhasil menangkap salah seorang pelaku inisial R yang sedang menaiki motor Honda Revo milik korban.

Meski 2 orang pelaku pencurian lainnya berhasil lolos dari kejaran polisi, namun AKP Mulyadi mengaku telah mengantongi identitas kedua pelaku dan optimis akan segera tertangkap menyusul rekannya yang lebih dulu diamankan di Mapolsek Kalianda.

“Pelaku lainnya, yakni inisial J (21) dan N (21) telah kami masukan dalam daftar pencarian orang (DPO, red.). Saya menghimbau, kepada kedua pelaku untuk segera menyerahkan diri dan jangan menunggu petugas melakukan tindakan tegas terukur dalam melakukan pengejaran,” tegas Kapolsek berbadan kekar itu, sembari mengultimatum.

Bersama tersangka R, polisi turut membawa barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Revo warna hitam tahun 2009 dengan Nopol BE 8746 EO, Nosin : JBC1E-1161521, Noka : MH1JBC1199K163300, STNK an. HENDRY IRAWAN, ke Mapolsek Kalianda guna keperluan proses hukum lebih lanjut.

“Para pelaku kita jerat menggunakan Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman pidana kurungan badan paling lama sembilan tahun,” pungkas AKP Mulyadi. (*)

 740 total views,  12 views today

Continue Reading

Trending Topic