Connect with us

Kriminalitas

Sange Sudah Memuncak, Bujang Lapuk Asal Jati Agung Cabuli Anak-Anak

Published

on

Hanuang.com – Team Unit Reskrim Polsek Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), berhasil mengungkap kasus persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur dan mengamankan seorang tersangka, Selasa (15/12/2020).

Tersangka yakni pria bujang inisial ID (55), bekerja sebagai buruh warga RT/RW 018/006 Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Lamsel.

Kapolsek Jati Agung, Iptu Mayer Siregar menjelaskan, pelaku ID (55) melakukan perbuat amoral terhadap korban ER (9) pada bulan Desember 2020, sekira jam 08.00 WIB, di kediaman orang tua korban, di Kecamatan setempat.

“Awalnya, korban mengeluh sakit pada kemaluan saat buang air kecil. Ketika ibu korban mengecek, kemaluan korban mengeluarkan darah. Saat ditanya, korban mengaku telah disetubuhi serta dicabuli oleh pelaku ID (55) yang pernah tinggal di rumah orang tua korban sebelumnya selama satu minggu,” terang Iptu Mayer kepada media, Selasa sore, (15/12/2020).

Iptu Mayer melanjutkan, modus pelaku ID (55) yakni dengan cara memaksa melakukan persetubuhan terhadap korban.

“Setelah melakukan perbuatan bejat itu, tersangka mengancam korban dengan kata-kata ‘jangan bilang mamak sama bapak ya’ sembari memberi uang sebesar Rp. 2.000 (dua ribu rupiah),” urai Iptu Mayer.

Tak terima dengan perbuatan pelaku, ibu korban RR (48) melaporkan kejadian itu ke Polsek Jati Agung kemudian membawa korban ke rumah sakit guna visum (VER).

Berdasarkan laporan itu, Team Unit Reskrim Polsek Jati Agung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku ID (55) pada hari Selasa (15/12/2020) sekira jam 05.30 WIB di salah satu perumahan PTPN VII Trikora, di Desa Rejomulyo Kecamatan setempat.

“Dari hasil interogasi, tersangka mengakui telah menyetubuhi korban sebanyak satu kali dan juga pernah melakukan pencabulan sebanyak dua kali. Perbuatan itu dilakukan dirumah korban, saat kedua orang tuanya sedang pergi bekerja,” rinci Iptu Mayer.

Kini, tersangka ID (55) diamankan di Polsek Jati Agung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya didepan hukum. Selain tersangka, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) potong baju anak-anak warna merah, 1 (satu) potong celana dalam warna kuning dan 1 (satu) potong handuk warna biru.

“Tersangka dijerat Pasal 81 ayat (2) UU RI No.17 tahun 2016 dan pasal 82 ayat (1) UU RI No.17 tahun 2016 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp. 300 juta,” pungkas Iptu Mayer. (*)

 4,166 total views,  3 views today

Bandar Lampung

Polisi Tangkap Warga Panjang Bandar Lampung Yang Curi Speaker Aktif di Katibung

Published

on

By

Hanuang.com – Pemuda pengangguran AB (15) warga Kampung Sinar Gunung, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, diamankan Jajaran Polsek Katibung Polres Lampung Selatan, Rabu, (01/12/21).

Penangkapan terhadap pemuda yang masih ABG tersebut dilakukan setelah jajaran Polsek Katibung menerima laporan dari korban SB (40) atas terjadinya tindak pidana pencurian pada hari Rabu (1/12/2021) sekira pukul 02.00 WIB di Lapak Duren yang berada di jalan Trans Sumatera Desa Tarahan Kecamatan Katibung.

Adapun barang yang dicuri yakni berupa 1 unit HP Merk Oppo warna putih dan Speaker aktif Mini Merk Nico saat korban sedang tertidur.

“Pelaku berhasil kami amankan dirumahnya” Tutur Kapolsek Katibung AKP Defrison.

Saat ini barang bukti (BB) berupa, 1 unit Hand phone Merk OPPO Warna Putih, 1 unit Speaker Mini Merk NICO warna Hitam serta pelaku sudah diamankan di Mapolsek Katibung guna penyidikan lebih lanjut. (*)

 164 total views,  92 views today

Continue Reading

Kriminalitas

Jemput Bola, Polsek Penengahan Tangkap Pelaku Curanmor Asal Lampung Timur

Published

on

By

Hanuang.com – Tim Unit Reskrim Polsek Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melakukan ungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan berhasil mengamankan pelaku bersama barang buktinya.

Dalam ungkap kasus yang langsung dipimpin oleh Kapolsek Penengahan, Iptu Setio Budi Howo, dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari korban TA (22) warga Tamansari, Kecamatan Ketapang, hilang motornya yang diparkir di teras rumah, (14/03/21).

“Dalam ungkap kasus ini, kami berhasil mengamankan pelaku PRI (34) warga Dusun 1 RT/RW 005/003 Desa Sidomakmur, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur” Tutur Kapolsek Penengahan, Rabu, (01/12/21).

Selain melakukan penangkapan terhadap pelaku, Unit Reskrim polsek Penengahan bersama-sama Unit Reskrim polsek Pasir Sakti Polres Lamtim ini juga berhasil mengamankan (BB) berupa Sepeda motor jenis Honda Beat warna putih dengan nomor polisi BE 5175 OP, serta barang bukti lainya berupa 1 buah kotak handphone samsung A50s, 1 unit Handphone merk samsung type A50s, 1 Lembar STNK Asli Sepeda Motor BE 5175 OP An. Sutrisno milik korban.

Kemudian saat petugas melakukan pengembangan dan melakakukan penggeledahan dari tangan Sdri. Soleha, warga Desa Sido Makmur Kecamatan Melinting, didapatkan 1 Unit Handphone Merk Samsung Type A50S.

Saat dilakukan Interogasi, dirinya mengakui bahwa 1 Unit Handphone Merk Samsung Type A50S adalah milik anaknya Suhay (DPO/Residivis curanmor Polres Lamtim) dan Handphone tersebut didapat dari pelaku PRI.

Kemudian dilakukan pengembangan pihaknya berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku dikediamannya.

Saat ini pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek penengahan Polres lampung selatan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Saat ini pelaku yang akan diancam dengan pasal 363 KUHP” Tutupnya. (Humas)

 63 total views,  30 views today

Continue Reading

Kriminalitas

KSKP Bakauheni Berhasil Amankan 2.159 Burung Kicau

Published

on

By

Hanuang.com – Jajaran KSKP Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, mengamankan sebanyak 2.159 Ekor burung tanpa dilengkapi Dokumen, Sabtu (20/11/21) sekitar pukul 01.00 wib Di Area pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Ribuan ekor burung dari berbagai jenis tersebut dikemas dalam 92 buah paket keranjang plastik warna putih dan 15 buah kardus kecil warna coklat yang dimasukan kedalam kendaraan Toyota Kijang Innova warna hitam dengan nomor polisi B 2259 OP yang dikemudikan oleh Syaiful Anwar (43) warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, bersama Selamet Riadi (56) warga Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

“Burung-burung tanpa Dokumen tersebut kami amankan saat melakukan pemeriksaan rutin kepada para penumpang dan kendaraan yang akan melintas menuju pulau jawan melalui pelabuhan Bakauheni” Kata KA KSKP Pelabuhan Bakauheni AKP Ridho Rafika, mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, Minggu, (21/11/21).

Burung burung berbagai jenis tersebut dikemas menggunakan 92 Keranjang plastik dan 15 kardus warna coklat menggunakan kendaraan Toyota Kijang Innova Warna Hitam dengan Nomor Polisi B 2259 OP yang dikemudikan oleh Saiful Anwar (43) warga Jambi dan Selamet Riadi (56) warga Lampung Tengah.

Kepada petugas keduanya mengaku bahwa burung-burung tersebut adalah milik S. Riadi yang berada Pekan Baru Riau dan akan dikirim ke wilayah Cibubur Jakarta Timur.

“Ada sekitar 2.159 Ekor Burung berbagai jenis yang kami amankan, yang rencananya akan dibawa menuju Cibubur Jak-tim” bebernya.

Namun naas, burung liar terlindungi tersebut akhirnya dapat diamankan oleh Tim KSKP Bakauheni saat melakukan pemeriksaan kepada semua penumpang dan kendaraan dari Lampung menuju Pelabuhan Merak Banten.

Guna penyidikan kedua sopir bersama barang buktinya berupa 460, ekor Burung jenis Jalak Kebo, 975 ekor burung jenis Ciblek, 400 ekor Burung jenis Gelatik Batu, 100 ekor Burung jenis Pleci, 40 ekor Burung jenis Poksai Mandarin, 40 ekor Burung jenis Srigunting Kelabu.40 ekor Burung jenis Tepus Lurik, 12 ekor burung jenis Poksai Mantel, 2 ekor Burung jenis Poksai Hitam / Rambo, 11 ekor burung jenis cucak jenggot, 13 ekor Burung jenis Kepodang, 32 ekor Burung jenis Tledekan Gunung, 20 ekor Burung jenis Rambatan Loreng Doraemon, 14 ekor Burung jenis Pelatuk Bawang sudah diamankan KSKP Bakauheni guna penyidikan lebih lanjut, dan selanjutnya melakukan koordinasi bersama Balai Karantina Wilker Bakauheni serta Koordinasi dengan BKSDA Lampung.

Adapun Pasal yang dilanggar dalam perkara ini yakni Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan. (Humas)

 2,842 total views,  29 views today

Continue Reading

Trending Topic