Connect with us

Lampung Selatan

Blusukan Ke Pasar, Nanang Janji Lanjutkan Pembangunan Pasar Sidoharjo

Published

on

Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, Beserta Staf & Lainnya Saat Blusukan Ke Pasar

Hanuang.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Nanang Ermanto melakukan blusukan ke Pasar Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji, Rabu (21/11/2018). Ia turun untuk mendengar langsung aspirasi pedagang.

Nanang berkeliling didampingi Staf Ahli Pemerintahan, Kepala Dinas Pasar, Camat, Kapolsek, Danramil dan Kepala Desa setempat. Nanang berdialog dengan pegadang terkait persoalan yang mereka hadapi.

Sebelum menemui para pedagang, Nanang juga sempat menghadiri musyawarah lanjutan terkait progress pembangunan kios di Pasar Desa Sidoharjo yang sempat terhenti selama 2 tahun.

Dalam pertemuan itu, para pedagang dan masyarakat menyerahkan berita acara yang berisi keinginan masyarakat untuk melanjutkan pembanguanan Pasar Desa Sidahorajo.

Menanggapi hal itu, Plt. Bupati Lamsel, Nanang Ermanto berjanji siap mengawal dan merestui kelanjutan pembangunan kios yang ada di pasar tersebut.

“Ini kita sudah sama-sama menyaksikan keinginan masyarakat. Jadi saya minta jika ada yang membekengi atau menghalang-halangi proses pembangunannya, segera ditindak. Proses secara hukum,” tegas Nanang kepada Uspika setempat.

Penegasan yang disampaikan Nanang itu bukan tanpa alasan. Sebab katanya, persoalan pasar itu menjadi perhatian utama pihaknya untuk segera diselesaikan, karena menyangkut perputaran perekonomian warga setempat.

“Saya sudah beberapa kali hadir dalam musyawarah, masalahnya pasar terus. Dengan hadirnya kami disini, untuk merestui serta melindungi kelanjtan pembangunan kios yang ada di pasar ini,” kata Nanang.

Sementara, Kepala Desa Sidoharjo, Marjana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Lamsel, utamaya Plt. Bupati Lamsel yang telah peduli dengan kelangsungan pembangunan kios pasar tersebut.

Dia menjelaskan, pembangunan kios tersebut menggunakan dana dari para pemilik kios yang diakomodir oleh pemerintahan desa. Namun karena adanya beberapa kelompok masyarakat yang tidak setuju, pembangunannya sempat dihentikan.

“Dengan kehadiran Pak Nanang Ermanto, kelanjutan pembangunan kios pasar telah menemui titik terang dan telah mengizinkan untuk meneruskan pembangunan kios-kios kembali,” turut Marjana.

Disisi lain, salah satu pedang mengaku sangat menyayangkan dihentikannya pembangunan kios pasar tersebut. Selain bangunannya menjadi terbengkalai, para pedagang pun harus menjajakan dagangannya  di pinggir jalan.

“Ya sayanglah pak, bangunannya jadi lapuk, pedagang yang harusnya sudah dagang di kios, ini masih ngemper,” ujar salah satu pedagang dengan nada kecewa.

Adapun, dari informasi yang diperoleh tim ini, pasar tersebut telah dibangun menggunakan ADD tahun anggaran 2015-2016. Di tahun 2018, kios yang akan dibangun menggunakan dana swadaya sejumlah pedagang itu, berjumlah 50 unit. (Arya/Kmf)

 1,610 total views,  3 views today

Kriminalitas

KSKP Bakauheni Berhasil Amankan Ribuan Burung Kicau

Published

on

By

Hanuang.com, BAKAUHENI – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), berhasil amankan 2.057 (dua ribu lima puluh tujuh) ekor burung, diantaranya berjenis satwa liar yang dilindungi.

Burung-burung itu, dipergoki oleh petugas ketika melakukan pemeriksaan kendaraan di areal pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Rencananya, burung yang dikemas dalam paket keranjang plastik itu akan di seberangkan ke daerah Cikande, Serang – Banten menggunakan sebuah mobil.

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, Kepala KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah membenarkan kejadian itu.

“Betul. Tepatnya hari Selasa (15/6/2021), pukul 01.00 WIB. Petugas mengamankan IH (32) alias S bersama satu unit mobil yang mengangkut satwa liar di areal pintu masuk Pelabuhan Bakauheni,” sebut Kapolsek, Rabu (16/6/2021) pagi.

Diketahui, kendaraan Toyota Avanza warna silver ber-nopol BG 1544 FD yang kedapatan mengangkut 2.057 ekor burung berbagai jenis yang dikemas dalam 65 buah paket keranjang plastik warna putih dan 11 buah kardus kecil warna coklat.

“Berdasarkan keterangan saudara IH, satwa liar tersebut diangkut dari rumah B di Way Kanan dan akan dibawa menuju daerah Cikande. Sedangkan, inisial B sudah di tetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang, red.),” terang AKP Ferdi.

Ketika ditanya, IH nekat mengirimkan satwa liar itu karena mendapat ongkos kirim berjumlah lumayan menggiurkan. “Iya. Dapat bayaran Rp. 3,5 juta,” ujarnya bernada lesu.

Guna keperluan proses penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut, pengangkut berikut barang bukti berupa 65 buah paket keranjang plastik warna putih dan 11 kardus kecil warna coklat, satwa liar jenis burung sejumlah 2.047 ekor, dengan rincian satwa yang tidak dilindungi diantaranya, 930 ekor burung Jalak Kebo, 510 ekor burung Perenjak, 210 ekor burung Gelatik, 270 ekor burung Perkutut, 96 ekor burung Pleci, 24 ekor burung kepodang, 5 ekor burung Konin dan 5 ekor Burung Muncang. Sedangkan, jenis satwa yang dilindungi seperti, 5 ekor burung Cucak Ranting dan 5 ekor burung Cucak Ijo Mini. Kesemuanya dibawa ke kantor KSKP Bakauheni.

“IH dipersangkakan melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf (a) Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No.5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan,” pungkas AKP Ferdi. (*)

 19 total views,  19 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Di Sragi, Babinsa Palas Gotong-Royong Perbaiki Fasilitas Umum

Published

on

By

Hanuang.com – Babinsa Koramil Palas, menggelar gotong-royong dalam membangun dan melakukan pengecatan fasilitas Umum di desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Rabu, (16/06/21).

Hal itu dilakukan oleh Serda Anwar dan 4 Personil anggota Koramil 421-08/Palas yang melaksanakan kegiatan gotong-royong bersama warga masyarakat setempat.

“Kegiatan gotong-royong adalah salah satu budaya warisan leluhur yang harus kita lestarikan karena mempunyai nilai-nilai kebersamaan/persatuan, guyup, dan penuh kekeluargaan” beber Serda Anwar.

“Oleh karena itu dalam kegiatan ini saya bersama warga masyarakat ds Baktirasa Kecamatan Sragi melakukan pembangunan dan pengecetan fasilitas umum supaya masyarakat bisa menggunakan fasilitas umum dengan nyaman” tutupnya. (*)

 36 total views,  36 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Balitbang Lamsel Akan Gelar Sosialisasi Penginputan Data Inovasi Daerah

Published

on

By

Hanuang.com – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lampung Selatan akan mengadakan sosialisasi penginputan data inovasi daerah. Kegiatan itu dalam rangka penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2021.

Kepala Balitbang Kabupaten Lampung Selatan, Syahlani, SH, MH, mengatakan, kegiatan sosialisasi akan diselenggarakan pada tanggal 16 hingga 17 Juni 2021. Nantinya kegiatan itu akan diikuti oleh perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Lampung Selatan.

“Kegiatannya akan berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis besok. Karena jumlah peserta cukup banyak, prokes harus kita ikuti. Makanya kami bagi dua,” jelasnya saat ditemui Diskominfo Lamsel, di ruang kerjanya, Selasa (15/6/2021).

Sebelumnya, kata Syahlani, perwakilan dari seluruh OPD telah mengirimkan alamat email. Dimana nantinya akan menjadi akun dari masing-masing OPD untuk menginput data ke aplikasi yang telah disiapkan.

“Kemarin perwakilan OPD sudah mengirimkan alamat email. Nah nanti inputnya melalui aplikasi yang telah disiapkan. Besok kita belajar sama-sama,” kata Syahlani.

Pada kesempatan itu, Syahlani mengungkapkan terkait tiga bentuk inovasi daerah yang akan dinilai pada lomba inovasi daerah. Yakni, inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik, serta inovasi daerah lainnya.

“Penilaian IID ini berbasis inovasi daerah dalam berbagai bentuk atau bidang. Tentunya telah berhasil dilakukan oleh pemerintah daerah, baik dari aspek input, proses, output, dan outcome,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syahlani menyampaikan, dalam penilaian tersebut terdapat pula beberapa persyaratan yang menjadi penilaian IID oleh tim penilai dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Persyaratan tersebut diantaranya, memiliki kebaharuan dan keunikan sebagian atau keseluruhan, kegiatan inovasi daerah yang diusulkan minimal telah berjalan dua tahun, dan bukan merupakan kegiatan yang sedang direncanakan atau sedang dikerjakan.

Kemudian, kegiatan inovasi daerah yang diusulkan adalah kegiatan yang dibiayai dengan dana APBD dan/atau sumber pembiayaan lain yang sah. Kegiatan inovasi daerah yang diusulkan juga telah memberikan dampak atau manfaat bagi daerah dan masyarakat serta bersifat berkelanjutan.

“Nanti kita lihat dari OPD, inovasi apa yang sudah dibangun selama ini. Nah nanti ini ada syarat dan kriterianya, masuk atau tidak. Tim penilai dari Kemendagri langsung yang menilai, bukan kami,” pungkasnya. (ptm)

 826 total views,  393 views today

Continue Reading

Trending Topic