Hanuang.com – Hari pertama penjaringan calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan periode 2026–2029 langsung diwarnai satu langkah pasti. Senin pagi (15/12/2025), Edwin Apriandi menjadi sosok pertama yang secara resmi mendaftarkan diri dalam bursa kepemimpinan organisasi wartawan terbesar di daerah ini.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Pemimpin Redaksi Tiga Pena Indonesia tersebut melangkah ke Sekretariat PWI Lampung Selatan. Ia tidak datang sendiri. Sejumlah rekan jurnalis mengawal langkahnya sebuah isyarat awal bahwa kontestasi Konferensi Kabupaten (Konferkab) IX PWI Lampung Selatan mulai menghangat.
Kedatangan Edwin disambut langsung oleh Panitia Konferkab IX PWI Lampung Selatan, yakni Ketua Panitia Muslim Pranata, Sekretaris Nyoman Subagio, serta Bendahara Idho Mai Saputra. Suasana berlangsung tertib, sederhana, namun sarat makna bagi perjalanan organisasi PWI ke depan.
Tanpa banyak seremoni, Edwin langsung mengisi formulir pendaftaran dan menandatangani sejumlah pakta integritas. Tanda tangan itu bukan sekadar formalitas administratif, melainkan penegasan komitmen untuk mematuhi aturan organisasi serta menjaga marwah PWI sebagai rumah besar insan pers.
Ketua Panitia Konferkab IX PWI Lampung Selatan, Muslim Pranata, menyampaikan bahwa Edwin Apriandi tercatat sebagai pendaftar pertama sejak masa penjaringan resmi dibuka.
“Berkas pendaftaran saudara Edwin Apriandi telah kami terima secara resmi. Selanjutnya akan dilakukan verifikasi administrasi oleh panitia. Jika dinyatakan memenuhi syarat, dokumen akan kami sampaikan ke PWI Provinsi Lampung untuk penetapan sebagai calon ketua,” ujar Muslim.
Menurut Muslim, panitia masih membuka kesempatan seluas-luasnya bagi jurnalis lain yang ingin ikut berkompetisi hingga satu minggu ke depan pada hari kerja, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Kami berharap bakal calon yang mendaftar memiliki tekad kuat untuk memajukan organisasi, menjaga soliditas, dan melanjutkan kolaborasi yang selama ini telah terbangun dengan berbagai pihak,” katanya.
Ia menegaskan, integritas dan transparansi menjadi prinsip utama panitia dalam mengawal seluruh tahapan Konferkab.
“Semua proses kami laksanakan secara terbuka dan jujur. Selama memenuhi syarat, tidak ada alasan bagi panitia untuk menolak,” tegasnya.
Dalam Konferkab IX PWI Lampung Selatan kali ini, tercatat Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 44 jurnalis. Jumlah tersebut masih akan diverifikasi oleh PWI Provinsi Lampung sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Bagi Edwin Apriandi, langkah mendaftar ini bukan sekadar ambisi personal, melainkan panggilan untuk membangun kebersamaan. Wartawan pemegang kartu UKW Utama ini menegaskan bahwa PWI harus tetap menjadi ruang pemersatu, bukan sekadar organisasi struktural.
“PWI harus menjadi rumah besar dan pemersatu seluruh jurnalis di Lampung Selatan. Visi kami ke depan adalah membangun kebersamaan, memperkuat kolaborasi, serta memberdayakan seluruh potensi yang ada demi kemajuan dunia jurnalistik,” tuturnya.
Edwin juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas dan kapabilitas wartawan merupakan fondasi utama sebelum berbicara mengenai kesejahteraan.
“Profesionalisme adalah kunci. Jika kapasitas dan kualitas jurnalis meningkat, maka kesejahteraan akan mengikuti. Itu komitmen yang akan kami dorong jika dipercaya memimpin PWI ke depan,” pungkasnya.
Konferkab IX PWI Lampung Selatan pun kini menjadi panggung penting bagi masa depan organisasi. Langkah pertama telah diambil. Dinamika selanjutnya tinggal menunggu waktu. (Arya)