Connect with us

Lampung Selatan

69 Bidan Delima Dikukuhkan, Nanang Janji Beri Kendaraan Operasional

Published

on

Hanuang.com, Lampung Selatan – Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, menghadiri sidang ilmiah pengukuhan bidan delima Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lampung Selatan, di Gor Way Handak, Kamis (23/01/2020).

Ketua IBI Lampung Selatan, Dwi Supraptiningsih menjelaskan, saat ini di Lampung Selatan sendiri terdapat sekitar 1.084 bidan, 672 diantaranya berstatus PNS, 12 bidan THLS, 384 TKS dan 16 bidan praktek mandiri.

“Hari ini dikukuhkan sebanyak 69 orang bidan delima yang telah mencapai standar pelayanan. Karena jumlah seluruh bidan delima di Lamsel berjumlah 141 bidan delima dan InsyaAllah terbanyak di Lampung,” katanya.

Ranting IBI Lamsel sendiri berjumlah 17 ranting kecamatan, akan tetapi untuk mempermudah akses, pihaknya telah menambah 2 ranting yaitu ranting Bumi Daya dan ranting Karang Anyar.

“Periode seanjutnya untuk lebih mempermudah lagi akses, kami akan sesuaikan dengan jumlah puskesmas yang ada di Lamsel yaitu sebanyak 26 ranting,” terangnya.

IBI Lamsel sendiri saat ini berupaya menghadapi tantangan dibidang kesehatan, terutama penurunan angka kematian ibu dan bayi. Lalu, sebagai tenaga kesehatan, orientasi bidan adalah masyarakat mendapat pelayanan terbaik dan berkualitas.

“Saat ini lebih dari 80 persen persalinan di Lamsel ditolong oleh bidan. Namun, bidan akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, pihaknya banyak berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan bidan, karena bidan memiliki peranan penting dibidang kesehatan.

“Kami saat ini terkendala alat transportasi roda 4 yang selama ini hanya menyewa. Lalu TKS mohon diperhatikan pengangkatan dan tunjangan serta pusat pelatihan yang masih kurang di Lamsel,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IBI Provinsi Lampung, Mery Destianty mengatakan, pengukuhan tersebut dimaksudkan sebagai wujud kepedulian terhadap para bidan yang ada di Lamsel.

“Kami tidak henti meningkatkan mutu kualitas, sistem standarisasi sesuai standar dan etik profesi. 43 persen bidan di Lamsel, pelayanannya sudah berstandar nasional,” katanya.

Jumlah tersebut menurutnya, merupakan yang terbanyak saat ini di Provinsi Lampung. Bahkan, ada 4 Kabupaten/kota yang tidak memiliki bidan delima.

“Untuk mencapai ini bukan hal mudah, tapi standar pelayanan masyarakat yang harus bisa tercapai. Harapannya, semua bidan mandiri bisa mencapai bidan delima. Mohon diperhatikan untuk pengangkatan, melalui ASN maupun P3K diutamakan yang mengabdi sebagai TKS,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Lamsel, Nanang Ermanto mengungkapkan, kegiatan seperti ini meruakan sarana untuk menjaga eksistensi IBI melalui konsolidasi organisasi.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat untuk saling bertukar informasi tentang kesehatan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dirinya juga berharap, agar bidan desa bisa memanfaatkan dan menempati Poskesdes sebagai fasilitas pemerintah untuk kelancaran kepada masyarakat, sehingga bidan dapat lebih nyaman melayani masyarakat.

“Hal ini mengingat profesi bidan merupakan ujung tombak keberhasilan pencapaian target dari Dinas Kesehatan dan Badan PP KB Lamsel,” lanjutnya.

Lalu, menanggapi permintaan Ketua IBI Lamsel, mengenai kendaraan operasional yang selama ini hanya menyewa, Nanang dengan cepat akan segera memberikan kendaraan dinas kepada IBI Lamsel.

“Kendaraan operasional untuk kegiatan IBI Lamsel, besok akan dikasih. Nanti dicek dulu ya Pak Thamrin (Pj. Sekda Lamsel),” tutupnya.(Arya)

 2,262 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Polri Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Penipuan Berkedok Investasi

Published

on

By

Hanuang.com, Jakarta – Polri mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan berkedok investasi dan masyarakat pun diminta tidak mudah termakan dengan janji atau keuntungan besar yang ditawarkan oleh pengelola.

“Karena biasanya cara-cara penipuan seperti itu sehingga masyarakat tertarik untuk berinvestasi,” kata Brigjen Rusdi Hartono Karo Penmas Divisi Humas Polri, Jumat (22/1/2021).

Ia mengatakan masyarakat harus memastikan perusahaan investasi memiliki izin yang lengkap dari instansi berwenang jika masyarakat ingin berinvestasi. Dengan begitu, penipuan dapat diminimalisasi.

Karopenmas pun meminta masyarakat melaporkan ke polisi jika mengetahui aktivitas yang mencurigakan dari kegiatan pengumpulan dana atau investasi. Hal ini penting agar polisi dapat segera menindaklanjuti.

“Sehingga tidak berkembang menjadi sesuatu yang malah merugikan masyarakat luas. Seperti PT. Kampung Kurma telah melakukan tindak pidana,” ujarnya.

Rusdi menyebut penyidik Bareskrim Polri tengah menyelidiki kasus dugaan penipuan investasi di PT. Kampung Kurma. Hasil penyelidikan sementara, PT. Kampung Kurma tidak berizin.

“Artinya, kegiatan di perusahaan tersebut ilegal,” imbuh dia.

PT. Kampung Kurma diduga melanggar Pasal 8, Pasal 16 dan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen; Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan; serta Pasal 3, 4, 5, dan 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Rusdi mengatakan penyidik sudah memeriksa 70 orang saksi dan korban. Kemudian menyita dokumen-dokumen serta aset berupa lokasi usaha yang diatasnamakan PT Kampung Kurma tersebut.

“Seperti di Banten itu Pandeglang dan Kabupaten Lebak, kemudian satu lokasi di Jawa Barat yaitu Kabupaten Cirebon. Maka, total keseluruhan enam lokasi atas nama PT. Kampung Kurma,” tutur Rusdi.

Selain itu, Bareskrim Polri juga tengah mendalami kasus dugaan penipuan investasi di PT Jouska Finansial Indonesia atau Jouska Group dengan terlapor Aakar Abyasa FidzunoChief Executive Office (CEO) PT Jouska Finansial Indonesia.

Kasus ini awalnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kuasa hukum sejumlah nasabah Jouska, Rinto Wardana. Laporan terdaftar dengan nomor LP/5.263/IX/ YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 3 September 2020.

Rinto mengatakan ada puluhan nasabah menjadi korban penipuan investasi. Total kerugian disebut mencapai Rp10 miliar.

Aakar disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dan atau Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. (*)

Sumber : Tribratanews.polri.go.id

 1,335 total views,  366 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Lamsel Buka Musda VI DPD Partai Amanat Nasional

Published

on

By

Hanuang.com, KALIANDA – Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, membuka sekaligus berikan sambutan pada acara Musda VI DPD PAN Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (23-1-2021).

Kehadiran orang nomor satu di Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto tersebut, disambut Sekretaris DPW PAN Propinsi Lampung sekaligus Ketua DPD PAN Lampung Selatan, Ahmad Fitoni beserta jajaran pengurus.

Dalam sambutannya, Bupati Nanang Ermanto mengapresiasi sekaligus mengucapkan selamat atas terselenggaranya MUSDA VI PAN Lamsel yang diselenggarakan di Sekretariat DPD PAN Lamsel Jl. Kusuma Bangsa, Kalianda (depan pom bensin Sebayak, red).

“Selaku Pimpinan Daerah, saya mengapresiasi atas terselenggaranya Musda ke VI DPD PAN Lamsel. Saya yakin, musda ini dapat menghasilkan pengurus baru yang solid dan kredibel dalam memajukan serta mewujudkan cita-cita partai kedepannya yang berkontribusi besar dalam mengembangkan kehidupan berdemokrasi di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Nanang.

Pada bagian lain, Sekretaris DPW sekaligus Ketua DPD PAN Lampung Selatan, Ahmad Fitoni pada kesempatan itu menjelaskan, hasil kunjungannya ke masyarakat diberbagai kesempatan, menyatakan bahwa hal utama yang dibutuhkan masyarakat adalah pekerjaan.

“Masyarakat sangat butuh pekerjaan. Jika tidak dimulai dengan persatuan antar pemangku kebijakan, yang menjadi korban adalah masyarakat,” ujar Ahmad Fitoni.

“Oleh karenanya, saya berharap pemerintah daerah dapat mensosialisasikan regulasi, terutama regulasi yang menyangkut dunia usaha, lebih intens lagi, sehingga masyarakat atau kalangan pengusaha dapat memahami persyaratan untuk memudahkan mereka memulai usahanya” tambah Fitoni.

“PAN siap bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk memdukung program serta memajukan Lampung Selatan, tegas Fitoni.

Nanang Ermanto sendiri menjelaskan, lesunya perekonomian baik regional maupun skala nasional, salah satu penyebabnya adalah pandemi covid-19 yang belum juga berakhir.

Pandemi Covid-19 tidak hanya membuat perekonomian lesu, tetapi juga kerap menimbulkan masalah sosial di masyarakat. Oleh karenanya, pada kesempatan itu, Nanang Ermanto meminta kepada jajaran pengurus PAN Lampung Selatan, dari DPD hingga tingkat ranting untuk turut andil dalam mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan.

“Saya yakin, dengan semangat gotong-royong dan persatuan, kita akan mampu membawa daerah kita keluar dari berbagai kesulitan,”kata Nanang.

“Dengan silaturahmi, kebersamaan dan gotong-royong, PAN akan selalu menyinari untuk membangkitkan perekonomian di Lampung Selatan,” pungkas Nanang. (Kmf)

 1,346 total views,  351 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Winarni Percantik Kebun Edukasi Dengan Tanaman Bunga

Published

on

By

Hanuang.com – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) lakukan penanaman bunga di Kebun Edukasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel, Jum’at (22/1/2021).

Hj. Winarni Nanang Ermanto selaku Ketua TP PKK Lamsel dengan didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lamsel, Yani Thamrin dan Sekretaris Yayasan Jantung Indonesia Cabang Lamsel, Rosdiana Ariswandi melakukan Penanaman Bunga di Kebun Edukasi Pemkab Lamsel.

Guna mempercantik Kebun Edukasi Pemkab Lamsel, Hj. Winarni Nanang Ermanto bersama Yani Thamrin, Rosdiana dan jajaran, usai melakukan senam bersama di Gedung Olahraga Wai Handak (GWH) melakukan Penanaman Bunga Perdana di Kebun Edukasi Pemkab Lamsel yang terletak di samping Rumah Dinas Bupati.

Pada kesempatan itu Winarni Nanang Ermanto berharap kebun edukasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan masyarakat sebagai tempat rekreasi dan belajar bercocok tanam dengan baik.

“Selain mendukung Program Kerja Bupati Lampung Selatan dengan mempercantik Kebun Edukasi, Tim Penggerak PKK, DWP dan YJI juga berencana untuk membuat kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA)”, kata Winarni.

“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan dapat menjadi contoh baik bagi TP PKK, DWP dan YJI yang berada di Kecamatan-kecamatan”, ujar Winarni. (Kmf)

 3,358 total views,  337 views today

Continue Reading

Trending Topic