Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: 17 Jam Ditengah Laut, Inilah Cerita ABK Yang Selamat Dari Tsunami
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung Selatan

17 Jam Ditengah Laut, Inilah Cerita ABK Yang Selamat Dari Tsunami

Redaksi
Last updated: 24 Desember 2018 17:10
Redaksi
7 tahun ago
Share
SHARE

Hanuang.com – 4 dari 15 orang ABK nelayan selamat, diketahui para ABK tersebut mengendara 8 unit perahu nelayan yang terombang-ambing di tengah laut akibat hantaman ombak setinggi 10 hingga 12 meter, Senin, (24/12/18).

Diketahui perjuangan para nelayan tersebut selama ditengah laut memakan waktu yang cukup lama, diperkirakan mencapai 17 jam lebih untuk menyelamatkan diri.

Menurut salah seorang korban yang selamat, mengungkapkan bahwa saat dirinya hendak menepikan perahu, tiba-tiba dirinya melihat Gunung Anak Krakatau mengeluarkan lahar pijar yang disusul dengan suara letusan sebanyak 3 kali.

“Tiba-tiba datang ombak tinggi kurang lebih 10 hinga 12 meter dan menghantam saya yang sedang di perahu.” papar Puji (23) warga Dusun Kenali Desa Sukaraja Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan (Lamsel), Senin, (24/12/18).

“Selanjutnya saya berusaha untuk menepi bersama 7 orang teman dengan sisa tenaga yang kami miliki mengunakan pelampung berupa kayu yang kami dapat, dan kami berhasil bertahan mulai Jam 8 pagi hingga jam 12 siang, namun saya tidak tau kemana teman saya lainya” ungkapnya.

“Setelah itu kami mencoba mencari pertolongan, kebetulan saat itu ada kapal nelayan yang melintas dan berusaha untuk menolong kami berempat, dan 11 teman saya lainya hingga saat ini kami tidak tau keberadaanya” bebernya. (Arya)

TAGGED:featured
Share This Article
Facebook Email Print
ByRedaksi
Farihan, S.H
Previous Article Arinal Djunaidi Tinjau Korban Tsunami di RSUD Bob Bazar Kalianda
Next Article Hingga Sore Ini Korban Meninggal Dunia Tsunami Di Lamsel Mencapai 108 Orang
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paripurna DPRD Lamsel, Nanang Sampaikan 6 Paket Raperda
Pangdivif 2 Kostrad Pimpin Acara Laporan Korps Sertijab Kasdivif 2 Kostrad & Penerimaan Ir Divif 2 Kostrad
Geger Penculikan Anak, Koramil Kalianda Berikan Himbauan & Arahan Di Sekolah Dasar
Pembagian Sabun Antiseptik Oleh Perindo, Dapatkan Dukungan Dari Ketum GML
Tim III Penanggulangan Banjir Pemkab Lamsel Lakukan Pendataan Di Beberapa Titik
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?