Hanuang.com

Beranda / Lampung Selatan / Tangis dan Semangat di Sekretariat HMI Kalianda: Kisah Perjuangan H. Dwi Riyanto yang Menggetarkan Hati Kader Muda

Tangis dan Semangat di Sekretariat HMI Kalianda: Kisah Perjuangan H. Dwi Riyanto yang Menggetarkan Hati Kader Muda

Hanuang.com – Udara sore di lantai dua bangunan setengah jadi Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kalianda, Lampung Selatan, terasa berbeda. Hangat bukan karena matahari yang mulai condong ke barat, melainkan karena getar semangat dan nilai perjuangan yang memenuhi ruang sederhana itu, Rabu (8/10/2025).

Di hadapan puluhan kader muda HMI, seorang pria paruh baya duduk bersila. Mengenakan peci hitam, suaranya bergetar saat lagu Hymne HMI baru saja usai dilantunkan bersama. Air mata pun menetes tanpa malu bukan karena kesedihan, melainkan karena rasa haru dan bangga yang dalam.

Ia adalah H. Dwi Riyanto, anggota DPRD Lampung Selatan sekaligus Ketua KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) periode 2004–2006. Namun sore itu, Dwi bukan datang sebagai pejabat atau politisi. Ia hadir sebagai saksi hidup perjuangan, sebagai alumni yang masih menjaga api idealisme dan nilai keislaman yang dulu menuntunnya menapaki jalan hidup.

Dalam studium general yang menjadi bagian dari rangkaian Latihan Kader 1 (LK 1) HMI selama tiga hari, Dwi membuka lembar kenangan masa mudanya. Ia bercerita bukan dengan retorika tinggi, melainkan dengan kisah nyata perjuangan yang menggugah.

“Saya mengayuh sepeda dari Desa Jati Baru, Kecamatan Tanjung Bintang ke kampus Universitas Lampung. Berangkat pukul empat subuh, melewati jalan onderlagh, menembus embun pagi dan sunyi kebun karet PTPN VII. Dua setengah jam setiap hari. Tapi semua saya jalani dengan semangat, untuk mengubah hidup dan kehidupan,” tutur Dwi dengan suara yang pelan namun menggetarkan.

Cerita itu membuat ruangan hening. Para kader muda larut dalam suasana penuh refleksi. Bagi mereka, kisah Dwi Riyanto bukan sekadar nostalgia, tapi teladan tentang keteguhan, keikhlasan, dan arti perjuangan sejati.

“Nilai-nilai HMI tidak berhenti pada forum latihan kader. Nilai itu akan menuntun kalian di setiap fase kehidupan. Jangan pernah lelah memperjuangkan kebenaran dan keadilan,” pesannya menutup sesi dengan nada penuh kasih.

Sore itu, lantai dua yang sederhana itu menjadi saksi bahwa semangat HMI tak pernah padam. Dari generasi ke generasi, api perjuangan terus diwariskan, menembus waktu dan tantangan zaman. (Arya)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *