Connect with us

Lampung Selatan

Puncak Perayaan Natal Di Lamsel Ditandai Penyalaan 17 Lilin Persaudaraan

Published

on

Kodim 0421 Lampung Selatan, Letnan kolonel Kaveleri Robinson Octovianus Bessi Saat Menyalakan Lilin Persaudaraan Natal Di Gor Way Handak

Hanuang.com – Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Setempat (PGIS) Kabupaten Lampung Selatan mengadakan perayaan natal tahun 2019 yang dipusatkan di Gedung Olahraga Way Handak (GWH) Kalianda, Jumat (27/12/2019).

Hadir dalam acara itu Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, S.Sos, MM mewakili Plt Bupati Lampung Selatan dan Dandim 0421 Lampung Selatan Letkol Kav Robinson Octovianus Bessie.

Dalam perayaan tersebut turut dihadiri juga perwakilan anggota Forkopimda Lampung Selatan, Pembimas Kristen Provinsi Lampung Saroli Waruwu, Kepala Dinas Kesehatan dan Kabag BMSK Pemkab Lampung Selatan, FKUB Lampung Selatan, serta tokoh lintas agama lainnya.

Menyampaikan amanat Plt Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Supriyanto mengatakan, momentum perayaan natal tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk membentuk kerukunan antar umat beragama.

Sebab kata dia, kerukunan antar umat beragama sangatlah dibutuhkan dalam situasi saat ini. Dimana banyak sekali permasalahan yang menimbulkan gesekan negatif yang dapat menciptakan perpecahan antar umat beragama.

“Untuk itu saya mengharapkan melalui perayaan natal ini dapat menciptakan sesuatu yang yang positif dan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat dan kerukunan antar agama. Karena dalam situasi yang kondusif semua aktifitas masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan dapat berjalan dengan baik,” ujar Supriyanto.

Lebih lanjut Supriyanto menyampaikan, melalui semangat perayaan natal 2019, kiranya akan dapat mempererat rasa persatuan dan kesatuan antar umat beragama di Lampung Selatan.

Dalam kesempatan itu, Supriyanto juga berpesan agar umat kristiani bersama-sama untuk tetap memelihara situasi dan kondisi masyarakat yang harmonis, dan selalu menjaga rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.

Selanjutnya, umat kristiani juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dan mudah diadu domba oleh hasutan-hasutan yang tidak bertanggung jawab, apa lagi yang mengatasnamakan suku, agama dan ras.

“Marilah kita satukan langkah dan pemikiran kita guna mempercepat laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah, menuju kondisi masyarakat kearah yang lebih baik, sehingga masyarakat akan dapat merasakan manfaatnya,” katanya.

Sementara, Pembimas Kristen Provinsi Lampung Saroli Waruwu juga mengimbau kepada umat kristiani untuk selalu menjaga kerukunan dengan umat beragama lain.

“Kita bersyukur semua perayaan natal di wilayah Provinsi Lampung semuanya berjalan dengan lancar. Dan saya juga bangga setiap tahun hadir di Lampung Selatan, perayaan natal disini selalu dihadiri oleh pemerintah daerah,” tutur Saroli Waruwu.

Sedangkan, Ketua Panitia Perayaan Natal PGIS Lampung Selatan, Dewi Robinson melaporkan, perayaan natal tersebut dapat terlaksana atas kerjasama Gereja Gereja yang tergabung dalam wadah PGIS Kabupaten Lampung Selatan.

“Pada kesempatan ini kami sampaikan rasa terima kasih kepada Plt Bupati dan anggota Forkopimda Lampung Selatan serta semua pihak yang telah membantu sehingga perayaan natal ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar,” tutur Dewi Robinson.

Istri Dandim 0421 Lampung Selatan ini menambahkan, tema perayaan natal 2019 yaitu “Hiduplah Menjadi Sahabat Bagi Semua Orang” dengan sub tema “Dengan Natal Kita Tingkatan Kerukunan dan Persahabatan Untuk Membangun Lampung Selatan Yang Sejahtera”.

“Melalui perayaan natal ini, saya mengajak seluruh umat kristiani di Lampung Selatan untuk meningkatkan kerukunan dan persahabatan serta toleransi antar umat beragama. Mari kita wujudkan dengan tindakan, perbuatan dan kebersamaan kita,” kata Dewi.

Adapun puncak perayaan natal di Kabupaten Lampung Selatan tersebut ditandai dengan penyalaan 17 lilin persaudaraan yang diawali oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra serta Dandim 0421 Lampung Selatan. (Arya/Aziz)

 2,877 total views,  3 views today

Kriminalitas

Di Pelabuhan Bakauheni, Ayah dan Anak Terjaring Bawa Paket Sabu-Sabu

Published

on

By

Hanuang.com – Masih di awal tahun 2021, Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan (Lamsel), berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis shabu-shabu dan mengamankan tiga orang tersangka.

Memilukan, dua tersangka yakni Ikhsan (63) serta Dedi (32) ternyata adalah ayah dan anak yang tertangkap basah sedang membawa paket Narkotika jenis shabu-shabu di dalam mobil yang mereka gunakan.

Diketahui, Ikhsan (63) lulusan SD ini tinggal di Jalan Lintas Timur RT/RW 002/012, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Sedangkan Dedi (32), tinggal di Jalan Kopi No. 40 RT/RW 002/003, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Kasat Narkoba AKP Abadi mengungkapkan, berawal dari kecurigaan petugas terhadap kendaraan Daihatsu Ayla Nopol BM 1729 AS warna abu-abu metalik yang melintasi areal Seaport Interdiction Bakauheni, sekira jam 18.30 WIB, pada hari Senin tanggal 4 Januari 2021.

“Ketika dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut, petugas menemukan empat paket shabu-shabu disembunyikan dibawah jok penumpang yang dikendarai oleh pelaku Ikhsan dan Dedi,” urai AKP Abadi, Minggu (17/1/2021).

AKP Abadi meneruskan, dari hasil interogasi petugas, diketahui tersangka Ikhsan (63) dan Dedi (32) memiliki pertalian darah sebagai ayah dan anak. Mereka mengakui, barang haram tersebut adalah miliknya yang dibawa dari Pekanbaru dan akan dikirim ke pulau Jawa yakni Kota Surabaya.

Bersama tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa empat paket besar Narkotika jenis shabu-shabu dengan berat kotor empat kilogram dan dibawa ke Mapolres Lamsel guna kepentingan penyelidikan serta penyidikan lebih lanjut.

“Tim Sat Narkoba Lamsel dipimpin langsung oleh saya sendiri, kemudian melakukan pengembangan kasus berdasarkan pengakuan para tersangka. Dalam kurun waktu empat hari, tepatnya pada hari Jum’at tanggal 8 Januari 2021, kami berhasil menangkap satu tersangka lagi atas nama Danu warga Surabaya,” jelas mantan Kasat Narkoba Lampung Timur itu.

Tersangka Danu, kemudian dibawa oleh petugas dari Kota Surabaya ke Mapolres Lamsel untuk menghadapi proses hukum lebih lanjut.

“Tersangka dijerat Pasal 114 ( 2 ) dan pasal 112 Ayat (2) Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara, paling singkat enam tahun dan paling lama dua puluh tahun,” pungkas AKP Abadi. (*)

 1,333 total views,  1,333 views today

Continue Reading

Kriminalitas

KSKP Bakauheni Amankan Ribuan Burung Kicau Tanpa Dokumen

Published

on

By

Hanuang.com – Modus penyelundupan satwa liar ke Pulau Jawa, melalui Pelabuhan Penyebrangan ASDP Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), sepertinya semakin marak.

Terbukti, jajaran personil Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni kembali berhasil menangkap 2 pelaku, yang berupaya menyelundupkan 1.722 ekor satwa liar dilindungi, di pos pemeriksaan Seaport Interdiction (SI), Jum’at (15/1/2021) sekitar pukul 21.30 WIB semalam.

Masing-masing pelaku yakni, Rohmad Khudori (43) selaku sopir dan Hendi Dwi Setiawan (21), seorang mahasiswa asal warga Kelurahan Buana Bhakti, Kecamatan Kerinci, Kabupaten Siak. Mereka bertindak sebagai kurir atau pengantar satwa liar kepada pemiliknya di Pulau Jawa.

Kepala KSKP Bakauheni, AKP Ferdiansyah mengungkapkan, polisi menangkap kedua kurir satwa liar tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap kendaraan roda empat Toyota Avanza warna hitam B 1667 UID, petugas mendapati 60 paket keranjang plastik dan 4 kardus kecil. Setelah diperiksa lagi, ternyata berisikan satwa liar burung berbagai jenis,” Terangnya kepada wartawan, Sabtu (16/1/2021).

Mantan Kasat Narkoba Polres Lamsel ini juga menjelaskan, berdasarkan keterangan salah seorang pelaku, satwa liar berupa burung tersebut diangkut dari daerah Panjang Bandar Lampung dan akan dibawa menuju ke daerah Semarang.

“Mereka diberikan ongkos sebesar Rp. 3 juta, namun baru diterima Rp. 2 juta. Sedangkan sisanya akan diberikan lagi setelah satwa-satwa itu sampai ke tujuan,” Jelasnya lagi.

Atas dasar hal tersebut, kedua pelaku beserta barang bukti diamankan ke Markas KSKP Bakauheni guna proses hukum lebih lanjut. “Polisi tengah melakukan penyelidikan, ke pemilik dan penerima satwa liar tersebut,” Tukasnya.

Diketahui, barang bukti yang berhasil disita yakni satu unit Mobil Toyota Avanza warna hitam metalik dengan Nopol : B 1767 UID berikut kunci kontak kendaraan.

60 box keranjang plastik yang berisikan satwa liar berupa burung berbagai jenis yang berjumlah sekitar 1.722 ekor. Rinciannya, 380 ekor burung jenis Jalak Kebo, 385 ekor burung jenis Pleci, 80 ekor burung jenis Cinenen, 210 ekor burung jenis Gelatik Batu, 570 ekor burung jenis Prenjak Jawa, 11 ekor burung jenis Sirih-Sirih, 57 ekor burung jenis Madu Belukar, 3 ekor burung jenis Poksai, 5 ekor burung jenis Cucak Gunung, 13 ekor burung jenis Kinoy dan 8 ekor burung jenis Cucak Ranting. (*)

 4,225 total views,  2,345 views today

Continue Reading

Kriminalitas

Polsek Sidomulyo Bekuk Kawanan Pencuri Kabel PLN

Published

on

By

Hanuang.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Sidomulyo Lampung Selatan (Lamsel), berhasil meringkus tiga orang tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) kabel milik PT. PLN (Persero) ULP Sidomulyo.

Diketahui, tersangka yang diamankan petugas yakni Yuda Isworo (24), Jaka Riyanto (23) dan Riki Widiyanto (21), ketiganya warga Dusun Tegal lega RT/RW 003/001, Desa Karanganyar, Kecamatan Jati Agung.

Kapolsek Sidomulyo Iptu Hengky Darmawan menjelaskan, para tersangka menjalankan aksinya sekira jam 04.00 WIB pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2021. Dengan tempat kejadian perkara (TKP), gardu sisipan S-273 PLN yang berada ditengah areal persawahan Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo.

“Modus operandi pelaku, yakni membuka box kemudian melepas tiga sekring untuk memutus arus lalu dilanjutkan dengan memutus sekring atas. Selanjutnya, pelaku memotong pipa pengaman kabel tembaga milik PT. PLN (Persero) ULP Sidomulyo,” sebut Iptu Hengky, Jum’at (15/1/2021).

Iptu Hengky melanjutkan, saksi Andi Nurdika (31) kebetulan melintasi TKP dan bergerak cepat menghubungi piket Polsek Sidomulyo melaporkan kejadian tersebut. Sekira jam 05.00 WIB, Kapolsek Sidomulyo didampingi Kanit Reskrim bersama warga memergoki lima orang pelaku yang kedapatan sedang melakukan tindak pidana curat.

“Setelah dilakukan interogasi, tiga orang pelaku yaitu Yuda Isworo (24), Jaka Riyanto (23), dan Riki Widiyanto (21), mengaku telah melakukan pencurian sebanyak tiga kali di wilayah Sidomulyo pada bulan Agustus dan Desember 2020, juga satu kali di wilayah Candipuro. Sedangkan, dua orang lainnya Prima Saputra (29), dan Ahmad Sobirin (29) tidak terbukti terlibat dan ditetapkan sebagai saksi,” tegas Iptu Hengky.

Terungkap, sebelumnya para pelaku telah melakukan curat sekira jam 02.00 WIB pada hari Rabu tanggal 30 Desember 2020. Pelaku mencuri kabel puding jurusan sebanyak empat buah kabel, dengan panjang kurang lebih lima meter.

“Modusnya, pelaku membuka box gardu kemudian mematikan tegangan arus listrik dan mematikan saklar pada gardu, lalu melepas cut out untuk memutus arus listrik. Setelah itu, pelaku memotong kabel puding jurusan yang ukuran 70 mm dan empat buah kabel sepanjang 5 meter lalu dibawa kabur oleh para tersangka,” imbuh Iptu Hengky.

Akibat kejadian tersebut, korban yakni PT. PLN (Persero) ULP Sidomulyo mengalami kerugian materi sebesar Rp. 11.409.000 (sebelas juta empat ratus sembilan ribu rupiah). Kemudian, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sidomulyo.

Selain para tersangka, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah gagang gergaji besi, dua buah pipa pralon ukuran 3/4 inc warna putih, kabel diameter 70 dua gulung, kabel diameter 150 satu gulung, dua buah mata gergaji besi, satu buah kunci pas 24 dan satu unit mobil Daihatsu Xenia Nopol B 1152 CKJ.

“Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh,” pungkas Iptu Hengky. (*)

 4,324 total views,  2,256 views today

Continue Reading

Trending Topic