Connect with us

Lampung Selatan

Pertama Di Lampung, Kejurnas Paramotor Resmi Dibuka Di Pantai Kedu Warna

Published

on

Hanuang.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Nanang Ermanto secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Paramotor (paralayang bermotor) tahun 2018, di Pantai Kedu Warna Kalianda, Jumat (14/12/18).

Kejurnas yang baru pertama kali digelar di Provinsi Lampung itu, berlangsung mulai tanggal 13-16 Desember 2018. Tercatat 30 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti Kejurnas tersebut.

Dalam sambutannya, Nanang Ermanto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Provinsi Lampung yang telah mempercayakan Kabupaten Lamsel sebagai tuan rumah Kejurnas tersebut.

Plt. Bupati Lamsel, Nanang Ermanto Saat Menyematkan Wings Kepada Atlet Kejurnas Paramotor 2018

“Hari ini saya senang dan bangga, dihari ulang tahunnya yang ke-62, Kabupaten Lampung Selatan diberi kepercayaan untuk menjadi tuan rumah penyelenggara Paramotor se-Indonesia,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, Pemerintah Kabupaten Lamsel akan terus mendukung digelarnya berbagai event olahraga di kabupaten yang dikenal sebagai Gerbang Krakatau itu.

Sebab katanya, selain bermanfaat mengasah keterampilan atlet-atlet lokal daerah, melalui event-event olahraga nasional, diharapkan dapat mengangkat dan menjual wisata Kabupaten Lamsel, dikancah nasional maupun internasional.

Ketua DPRD Lamsel, Hendry Rosyadi Saat Menyematkan Wings Kepada Atlet Kejurnas Paramotor 2018

“Kedepan ini menjadi motivasi kami berbuat yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan Lampung Selatan masih dipercaya menjadi tuan rumah, sehingga Lampung Selatan bisa dikenal sebagai destinasi wisata nasional dan internasional,” katanya.

Sementara, Ketua Paramotor Indonesia, Kombes. Pol Pujo Laksono mengatakan, olahraga Paramotor adalah salah satu cabang olahraga dirgantara yang nantinya bisa membawa prestasi, edukasi, maupun promosi wisata.

“Tentunya tergantung kondisi daerahnya masing-masing. Disamping prestasi juga bisa dikembangkan menjadi pariwisata. Seperti di Lampung Selatan ini, sangat bagus sekali apabila bisa dikembangkan menjadi olahraga parwisata,” katanya.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan edukasi bahwa olahraga Paramotor bukanlah miliknya TNI atau Polri. Karena katanya, selama ini masih banyak masyarakat yang berfikir Paramotor adalah olahraganya TNI atau Polri saja.

“Jadi yang mengikuti Kejurnas ini masyarakat umum biasa, ada pesertanya yang masih kategori anak-anak, ada juga yang wanita. Bahkan untuk TNI atau Polri sangat sedikit sekali,” kata Pujo Laksono.

Ditempat sama, Ketua FASI Provinsi Lampung, yang juga sebagai Komandan Lanud Pangeran M. Bunyamin, Letkol. Penerbang Ahmad Mulyono menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Lamsel. Sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Ini yang pertama dan akan berlanjut ada event-event besar di Provinsi Lampung. Tentunya kita sama-sama mendukung Kejurnas Paramotor ini bisa berkembang dan bisa membawa nama baik bangsa Indonesia dikancah internasional,” katanya.

Dia juga berharap, seluruh peserta maupun panitia dapat tetap mengutamakan keselamatan. “Melihat situasi dan kondisi saat ini, kita kedepankan safety, juara kita kejar tetapi safatey kita utamakan,” pesannya.

Turut hadir juga dalam kesempatan itu, Kepala Basarnas Provinsi Lampung, Ketua DPRD Lamsel, Sekretaris Daerah beserta kepala ODP, Ketua Tim Pengerak PKK Lamsel, Ketua DWP Lamsel, serta Ketua Koni Lamsel. (Arya/Kmf)

 4,310 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Pam Gakplin Prokes Covid-19 Diwilayah Natar Terus Digalakkan

Published

on

By

Hanuang.com – Koramil Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) terus menggelar Pam New Normal dan Patroli Diwilayahnya, Rabu, (28/07/21).

Kali ini giat tersebut digelar di Pasar Natar dan Mall Candra dengan memberikan himbauan terkait penegakan disiplin Protokol Kesehatan.

“Kita juga memberikan peringatan atau sanksi kepada masyarakat yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan” ujar salah seorang Babinsa. (*)

 430 total views,  430 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Satreskrim Polres Lamsel Amankan Pelaku Pemalsuan Surat Rapit Antigen di Bakauheni

Published

on

By

Hanuang.com – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Selatan (Lamsel) menggelar ungkap kasus Tindak Pidana Pemerasan dan pemalsuan surat Rapid Test Antigen yang terjadi di Pelabuhan Bakauheni, Rabu, (28/07/21).

Sedikitnya dua pelaku dengan inisial W (37) karyawan kontrak ASDP dan Inisial D (29) selaku Travel gelap ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum.

Kapolres Lamsel, AKBP. Edwin menjelaskan bahwa kedua tersangka dijerat dengan pasal berbeda. Dimana W disangkakan Pasal 368 KUHPidana dan atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah penyakit Menular dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 Tahun.

Sedangkan tersangka Inisal D dikenakan Pasal 263 KUHPidana atau Pasal 266 KUHPidana atau Pasal 268 ayat (2) dan atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun.

“Pada 21 Juli 2021 telah dibentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait adanya tindak pidana pungli, pemerasan dan penyalahgunaan wewenang dalam operasi penyekatan PPKM Jawa-Bali di Pelabuhan Bakauheni, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui modus operandi para pelaku tindak pidana tersebut diantaranya dengan cara menggunakan surat Rapid Test Antigen palsu dan memasukkan penumpang melalui jalur Pintu keluar Pelabuhan Bakauheni tanpa menggunakan Rapid Test dengan membayar Sejumlah uang” ujar AKBP. Edwin.

Sebelumya tim yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP. Enrico D. Sidauruk, melakukan penindakan diawali dengan under cover dengan menunjuk dua personil untuk menjadi penumpang yang akan menyebrang ke Merak dan belum mempunyai surat Rapid Test Antigen.

Pada tanggal 24 Juli 2021 sekira pukul 04.00 WIB berhasil diamankan dua orang tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan dan pemalsuan Surat Rapid Test.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, para pelaku menggunakan Rapit Test Antigen dari nama Klinik Budi Pratama asal Lampung, yang mana diketahui bahwa klinik tersebut tidak ditemukan keberadaannya di Bumi Ruwa Jurai. (*)

 777 total views,  777 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Pastikan Ketersediaan Pangan, DKP Lamsel Gelar Pertemuan Teknis Dengan UPT Pertanian

Published

on

By

Hanuang.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lampung Selatan menggelar pertemuan teknis dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian dan Petugas Pengumpul Data Lumbung Pangan (PPL), di Aula DKP setempat, Selasa (27/7/2021).

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu diikuti para Kepala UPT Pertanian dan PPL dari 17 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala DKP Lampung Selatan, Yansen Mulia mengatakan, maksud diadakannya pertemuan teknis itu adalah untuk mendapatkan informasi tentang cadangan pangan masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan stoknya di lapangan.

“Pandemi Covid-19 saat ini secara tidak langsung berdampak terhadap menurunya produksi pertanian. Untuk mengantisipasi itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan ingin mendata ketersediaan pangan di daerah-daerah,” ujar Yansen.

Disamping itu kata Yansen, yang tak kalah penting pertemuan itu bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang lumbung pangan masyarakat yang dikelola oleh kelompok tani atau gapoktan disetiap desa dalam wilayah kecamatan masing-masing.

“Jadi saya minta betul data lumbung pangan yang disampaikan nanti benar-benar update dan bisa dipertanggungjawabkan. Bukan hanya mengisi data yang dibuat-buat, harus akurat sesuai dengan kondisi yang ada. Baik itu lumbung pangan swadaya masyarakat atau lumbung pangan yang dibangun oleh pemerintah,” kata Yansen.

Yansen berharap, dari hasil pertemuan tersebut, pihaknya dapat mengetahui sebaran lumbung pangan yang ada di masyarakat. Sehingga memudahkan pemerintah daerah mengetahui kondisi lumbung pangan untuk dikembangkan pembangunan berikutnya.

“Jadi ketika saya, atau dari provinsi bahkan dari pusat datang, kelompoknya memang betul-betul ada, dan lumbung pangannya juga ada. Sekalipun dalam kondisi baik atau rusak ringan. Dan yang tahu kondisinya, ya PPL dan UPT di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut Yansen mengatakan, pada kesempatan itu dirinya juga meminta kepada UPT Pertanian dan PPL untuk menyosialisasikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan RI) Nmor 31 Tahun 2017 kepada pengusaha penggilingan padi di Lampung Selatan.

Yansen menyebut, setiap pengusaha yang memproduksi beras kemasan dan bermerek wajib melakukan registrasi produk dagangannya guna mendapatkan sertifikat.

“Jadi mulai sekarang kita melakukan pendataan untuk meregistrasi (pendaftaran) penggilingan padi. Karena nanti tidak ada lagi penggilingan padi yang mengeluarkan produk beras yang berkualitas tetapi dengan merk orang lain,” tuturnya.

Yansen mengungkapkan, dengan pendataan penggilingan padi itu diharapkan akan dapat memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan untuk masyarakat selaku konsumen dan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk.

Dia berharap, setiap kecamatan ada satu contoh penggilingan padi yang telah memenuhi syarat bisa mengeluarkan beras berkualitas secara resmi dan punya merk dagang sendiri.

“Karena saya lihat kita punya banyak penggilingan padi yang bagus. Tetapi hasilnya dikirm keluar daerah dan kembali lagi kesini sudah dikemas dengan merk orang lain,” tandasnya. (Az)

 1,993 total views,  969 views today

Continue Reading

Trending Topic