Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Pembukaan LSF 2019, Dapat Kritikan Pedas Dari Pecinta Seni Lokal
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
Lampung Selatan

Pembukaan LSF 2019, Dapat Kritikan Pedas Dari Pecinta Seni Lokal

redaksi
Last updated: 9 September 2019 00:49
redaksi
7 tahun ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Zaylani, salah seorang pecinta budaya lokal merasa kecewa akan event besar yang saat ini sedang berlangsung di lapangan Cipta Karya, Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), Minggu malam, (08/09/19).

Lampung Selatan Fair (LSF) 2019, itulah namanya, yakni salah satu even tahunan yang di gelar oleh Kabupaten Lamsel dalam rangka promosi Pembangunan daerah dan dalam rangka menyambut HUT Lamsel Ke 63.

Menurut salah satu pencetus perubuhan patung pada tahun 2012 lalu menjelaskan bahwa dalam pembukaan LSF 2019 tidak nampak budaya dari kearifan lokal.

“Harusnya kental dengan budaya yang mengedepankan kearifan lokal” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

“Saya ini pecinta budaya, dan saya merasa sangat kecewa” tambahnya.

Dirinya menjelaskan bahwa sejatinya LSF 2019 merupakan pesta rakyat Kabupaten Lampung Selatan dalam ajang promosi pembangunan dan budaya lokalnya.

“Ini perlu dievaluasi khususnya bagi penyelenggara. Saya melihat undangan juga banyak yang tidak hadir termasuk 5 Saibatin Bandakh Makhga” bebernya.

Dirinya berpesan kepada Pemerintah setempat agar budaya lokal jangan dikesampingkan atau bahkan dilupakan.

“Jika kearifan lokal dikesampingkan atau bahkan dilupakan maka perlahan kehancuran menghampiri, karena kualat” tutupnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, Usai pembukaan masih ada salah satu stand yang baru memasang Penjor bahkan sebagian lampu stand sudah padam ketika Plt. Bupati berkeliling memantau stand. (Arya)

TAGGED:featured
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article LSF 2019, Stand Kecamatan Penengahan Akan Tampilkan Display Pahlawan-Pahlawan Nasional
Next Article Dihadiri Plt. Bupati & Forkopimda, LSF 2019 Kembali Digelar
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Menteri Kabinet Jokowi Datang Ke Bumi Khagom Mufakat
Tim Satgas Ketahanan Pangan Lamsel Gelar Rakor Ketersediaan Bahan Pokok Bagi Masyarakat
Ketua YJI Lamsel Ajak Masyarakat Terapkan Panca Usaha Hidup Sehat
Pemkab Lamsel Raih Tribun Lampung Award Atas Inovasi Gerot Wisata
Wujud Kepedulian, Babinsa Katibung Bantu Bajak Sawah Petani di Desa Suban
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?