Connect with us

Lampung Selatan

Opening Ceremony, Grand Final Muli-Mekhanai Lamsel Resmi Dibuka

Published

on

Hanuang.com – Rangkaian pemilihan muli – mekhanai memasuki babak akhir, di gelar di aula dinas pariwisata opening ceremony grand final pemilihan muli – mekhanai lampung selatan dibuka secara langsung oleh Ketua TP PKK Lampung Selatan, H. Winarni Nanang Ermanto. Kamis (23/7/2020).

Sebelumnya, pendaftaran pemilihan muli – mekhanai lampung selatan telah berlangsung pada tanggal 1 -15 juli 2020, yang dibuka secara online melalui Website dan Email Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan.

Pada proses pendaftaran, terdapat 51 calon peserta muli – mekhanai. Kemudian setelah dilakukan seleksi verifikasi berkas oleh dewan juri diperoleh 35 peserta yang berhasil lolos mengikuti tes seleksi selanjutnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Rini Ariasih melaporkan dalam sambutannya, peserta muli – mekhanai yang telah lolos seleksi berkas akan di lakukan tes tertulis dengan berbagai Aspek Kriteria.

“Ujian tertulis untuk peserta muli-mekhanai kami lakukan pada tanggal 20 Juli 2020 dan diumumkan sehari setelahnya, pada tanggal 21 Juli 2020,” ucapnya.

“Pemilihan muli – mekhanai ini pada rangkaiannya masih tergabung dengan festifal kalianda, dan kemudian di tangguhkan karena adanya wabah covid-19. Tujuannya yakni mengajak generasi muda untuk dapat berpartisipasi dan berperan aktiv mengisi pembangunan di lampung selatan,” Ujarnya.

Pada saat itu H.Winarni Nanang Ermanto selaku salah satu dewan juri mengatakan ajang Pemilihan Muli Mekhanai merupakan salah satu upaya dalam menggali potensi dan pengembangan kepribadian, keramah tamahan serta wawasan yang lebih luas dari para peserta.

Winarni juga menuturkan, Program Pemilihan Muli Mekhanai merupakan Promosi Seni dan Budaya Seni di Lampung Selatan yang dapat mendorong tumbuh kembangnya kepariwisataan di Kabupaten Lampung Selatan.

“Harapan saya, para peserta yang mengikuti ajang Pemilihan Muli Mekhanai ini tidak hanya baik dan menarik dalam hal penampilan, tetapi juga menarik dalam budi pekerti dan dalam pergaulannya tidak pernah bersentuhan dengan barang terlarang, seperti penggunaan narkoba, minuman keras dan lain sebagainya, yang dapat berpotensi merusak mental generasi muda,” Ucapnya.

“Melalui program Pemilihan Muli Mekhanai ini, saya optimis Promosi Seni dan Budaya Seni akan tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga kedepannya akan menjadi ikon Daerah, yang dapat mendorong tumbuh kembangnya kepariwisataan di Kabupaten Lampung Selatan,” Pungkasnya.

Saat itu, Winarni juga mengingatkan kepada Panitia dan Dewan Juri, supaya benar-benar memperhatikan kualitas penilaian hasil pemilihan muli mekhanai, karena bagi mereka yang terpilih menjadi pemenang, akan mengemban amanah yang besar.

Adapun yang dewan juri di Ajang Grand Final Pemilihan Muli – Mekhanai Tahun 2020 yakni
Ketua TP PKK Lamsel, H. Wiinarni Nanang Ermanto, Ketua DWP Lamsel, Yani Thamrin
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Rini Ariasih, Kabid kesenian, Ponimin, SE, MM, Ike Sumartati, Anto Hendro, dan Dedi. (Riko)

 2,227 total views,  3 views today

Lampung Selatan

Dua ABG Spesialis Pencuri Ratusan Ekor Ayam Dibekuk Polsek Kalianda

Published

on

By

Hanuang.com – Jajaran Polsek Kalianda berhasil mengungkap 2 (dua) orang Anak Baru Gede (ABG) pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), Senin (2/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib di desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Kedua pelaku yang masih ABG ini yakni, SUH (12) dan Mai (14) keduanya warga Kecamatan Kalianda Lamsel ini ditangkap karena sebelnya diduga telah melakukan pencurian 153 ekor ayam, Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 wib di Dusun Kubu Panglima Desa Tajimalela, milik korban Suhardin als Ujang (48) warga desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.

Kapolsek Kalianda AKP Mulyadi Yakup, SPd mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, SIK, SH, MSi, Selasa (3/8/2021) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap dua remaja yakni SUH (12) dan Mai (14) keduanya warga Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib didesa Merak. Belantung Kecamatan Kalianda Lamsel.

Keduanya ditangkap lantaran sebelumnya, Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 wib telah melakukan pencurian 153 ekor ayam didusun Kubu Panglima desa Tajimalela, milik korban Suhardin als Ujang (48) warga desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Lampung Selatan.”Tuturnya.

Dalam menjalankan aksinya keduanya bermula pada, Senin 19 Juli 2021, sekitar pukul 01.00 wib, di kandang Ayam Usaha Jaya Dusun Sukamampir desa Tajimalela Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan ayam petelur sebanyak 153 ekor warna coklat yang dilakukan oleh pelaku.” ungkapnya.

Adapun modus yang digunakan pelaku yakni dengan cara merusak pagar kawat, kemudian memanjat pagar kandang dan masuk selanjutnya para pelaku mengambil ayam petelur sebanyak 153 ekor, akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 12.240.000,- (dua belas juta dua ratus empat puluh ribu rupiah) dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalianda dan langsung ditindak lanjuti oleh Unit Reskrim dan melakukan penangkapan kedua pelaku, Senin (20/8/2021) sekitar pukul 20.00 wib, didesa Merak Belantung Kecamatan Kalianda Lamsel.

Saat ini kedua pelaku yang akan dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana, bersama barang buktinya berupa ayam petelur warna coklat sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ” Pungkasnya. (humas)

 539 total views,  539 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Pasca Kebakaran Pasar Bakauheni, Pemkab Lamsel Siapkan Relokasi Kios Bagi Pedagang

Published

on

By

Hanuang.com – Pasar Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan terbakar hebat, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

Akibatnya, seluruh bangunan dan 263 kios pedagang ludes dilahap si jago merah.

Atas kejadian tersebut, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto beserta jajaran bergerak cepat memikirkan nasib pedagang Pasar Bakauheni yang kehilangan kiosnya.

Nanang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan tempat relokasi kios pedagang Pasar Bakauheni yang terkabar. Upaya itu dilakukan agar para pedagang bisa kembali berjualan setelah kios mereka ludes terbakar.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyediakan tempat relokasi di Pasar Siring Itik untuk para pedagang yang tertimpa musibah kebakaran,” ujar Nanang Ermanto disela meninjau lokasi Pasar Bakauheni pasca kebakaran, Selasa pagi (3/8/2021).

Usai meninjau lokasi kebakaran Pasar Bakauheni, Nanang beserta jajaran langsung menuju Pasar Siring Itik yang akan dijadikan tempat relokasi pedagang Pasar Bakauheni.

Nanang menyatakan, selain lokasi kedua pasar tersebut masih berada di satu desa, lokasi Pasar Itik lebih nyaman untuk pedagang dan pembeli, karena ada tempat parkirnya. Sehingga tidak menggangu pengguna jalan raya, dan tidak rawan kecelakaan.

“Jarak antara Pasar Bakauheni dan Pasar Siring Itik juga hanya 2 kilometer dan masih dalam satu desa, di Desa Bakauheni. Jadi Pak Yusri (Kadis Perdagangan) dan pak camat beritahu pedagang kalau pemerintah daerah menyediakan tempat untuk mereka kembali berusaha,” kata Nanang. (kmf)

 546 total views,  546 views today

Continue Reading

Lampung Selatan

Kemendagri Minta Pemda Cek Pemetaan Alokasi Bansos

Published

on

By

Hanuang.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta agar pemerintah daerah (Pemda) kembali mengecek pemetaan alokasi bantuan sosial (bansos) di wilayah masing-masing. Hal itu guna mencegah terjadinya kerentanan sosial akibat pandemi Covid-19.

Instruksi tersebut terungkap dalam rapat sosialisasi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terkait penerapan PPKM Level 1, 2, 3 dan 4 pada beberapa wilayah kabupaten/kota di Indonesia yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (3/8/2021).

Kegiatan tersebut turut diikuti oleh seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang mengikuti kegiatan itu secara virtual dari Aula Rajabasa kantor bupati setempat.

Nampak mengikuti kegiatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, Staf Ahli Bidang Keuangan Lampung Selatan, Akar Wibowo beserta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto, mengatakan, pemerintah daerah dapat mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menangani dampak dari pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Hal tersebut tertuang dalam Permendagri Nomor 39 Tahun 2020 tentang Pengutamaan Penggunaan Alokasi Anggaran Untuk Kegiatan Tertentu, Perubahan Alokasi dan Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Dalam Inmendagri telah disebutkan bagaimana tata cara pemerintah daerah bisa memberikan bansos. Jadi tidak lagi berbasis pada aturan tertulis,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Ardian, Dinas Sosial beserta stakeholder terkait harus melakukan pemetaan alokasi bansos, guna mencegah munculnya potensi-potensi kerentanan sosial akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi.

“Mengenai bansos ini kacamata kita jangan hanya terbatas pada data DTKS, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Lakukan pemetaan sosial, bansos ini yang paling penting dari kacamata kami adalah tepat sasaran,” ungkapnya lebih lanjut.

Ardian berharap, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Jajaran Pemerintahan terkait dapat saling bersinergi dan berkoordinasi dengan baik, guna mencegah kemungkinan munculnya masyarakat yang terdampak dari Covid-19. (ptm)

 551 total views,  551 views today

Continue Reading

Trending Topic