Komsumsi Berita dan Penyebaran luas berita yang ada di situs ini, merupakan tanggung jawab yang menyebarkan dan mengunggah ulang di media sosial lainnya Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Hanuang.comHanuang.comHanuang.com
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Reading: Misteri Kematian EY Terkuak, Polisi Telusuri Peran Enam Orang dalam Kasus Pengeroyokan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Hanuang.comHanuang.com
Font ResizerAa
  • Home
  • Berita Sumatera
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Politik
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2026 Hanuang.com. All Rights Reserved.
KriminalitasNasional

Misteri Kematian EY Terkuak, Polisi Telusuri Peran Enam Orang dalam Kasus Pengeroyokan

redaksi
Last updated: 1 Oktober 2026 13:47
redaksi
7 hari ago
Share
SHARE

Hanuang.com – Kasus pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial EY (28) di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, terungkap. Polisi menemukan fakta bahwa korban diduga tidak langsung menjadi sasaran pengeroyokan, melainkan terlebih dahulu dijemput, dibawa, dan disekap sebelum mengalami penganiayaan di dua lokasi berbeda.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Awaludin Kanur mengatakan, EY mengalami luka parah akibat kekerasan yang dilakukan para pelaku. Berdasarkan hasil visum, korban mengalami pendarahan pada otak akibat pukulan benda tumpul.

“Hasil visum, korban mengalami pendarahan di otak akibat pukulan benda tumpul,” kata Awaludin di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Awaludin menjelaskan, rangkaian kejadian bermula ketika korban dijemput oleh dua orang berinisial YG dan RA dari kediamannya.

Setelah dibawa meninggalkan rumah, EY kemudian dibawa ke kediaman YG. Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami penganiayaan.

Namun, kekerasan terhadap EY tidak berhenti di tempat tersebut. Korban kemudian dibawa ke lokasi kedua, yakni kediaman JAT.

Di rumah JAT, korban kembali diduga mengalami penganiayaan.

Kondisi EY kemudian semakin kritis ketika hendak dibawa menuju lokasi lainnya. Korban mengalami pendarahan dan kejang-kejang.

Dalam kondisi tersebut, EY akhirnya ditinggalkan di kawasan Jalan Ampera, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (6/9/2026).

Warga kemudian menemukan EY dalam kondisi sekarat. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, setelah menjalani perawatan selama tiga hari, nyawa EY tidak berhasil diselamatkan.

“Kami masih melakukan proses penyelidikan dalam mengungkap kasus ini dan fokus pada kasus penganiayaan, pengeroyokan dan penculikan,” ujar Awaludin.

Polres Metro Jakarta Utara sebelumnya telah mengungkap perkara yang berkaitan dengan dugaan penculikan dan pengeroyokan tersebut.

Tiga orang yang telah diamankan polisi masing-masing YG, RA, dan JAT. Polisi menyebut salah seorang dari mereka diduga berperan sebagai pelaku utama.

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Rohman Yonky Dilatha mengatakan, kasus tersebut dilaporkan pada 21 September 2026. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mengandalkan informasi masyarakat serta penelusuran terhadap aktivitas di media sosial.

Hasil penyelidikan mengarah kepada sejumlah orang yang diduga terlibat dalam rangkaian aksi tersebut.

Dari enam orang yang diduga terlibat, polisi sejauh ini telah mengamankan tiga orang.

“Tiga tersangka yang telah diamankan yakni YG, RA, dan JAT. Seorang pelaku diduga sebagai pelaku utama,” kata Rohman di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Polisi masih mendalami peran masing-masing orang yang diduga terlibat sekaligus memburu pihak lainnya.

Di balik kasus kekerasan yang berujung kematian tersebut, polisi menduga persoalan gadai sepeda motor menjadi pemicu awal.

Rohman menjelaskan, korban disebut diminta untuk menggadaikan sepeda motor milik salah seorang pelaku. Namun, uang dari hasil gadai tersebut diduga tidak diberikan kepada pihak yang meminta.

“Untuk motifnya karena gadai motor. Korban ini diminta menggadai motor pelaku tapi korban tidak memberikan uang tersebut kepada pelaku. Nilainya berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta,” ungkapnya.

Persoalan dengan nilai sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta tersebut kemudian berkembang menjadi dugaan penculikan, penyekapan, penganiayaan hingga pengeroyokan yang berujung pada meninggalnya EY.

Kini penyidik masih mengembangkan perkara untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut, termasuk peran para pelaku lain yang diduga terlibat.

Polisi juga masih mendalami bagaimana rangkaian penculikan dan penyekapan berlangsung, siapa saja yang terlibat dalam setiap lokasi, serta peran masing-masing pihak hingga korban akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis di Jalan Ampera.

Kasus ini masih dalam proses penyidikan dan polisi terus memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. (Arya)

TAGGED:KriminalNasional
Share This Article
Facebook Email Print
Byredaksi
Farihan, S.H
Previous Article Menuju HPN-Porwanas 2027, PWI Lampung Ketuk Pintu Pelindo
Next Article Komisi III DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri, Fit and Proper Test Berlangsung Terbuka
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Usut Tenggelamnya Virgo Transport 8, Polisi Jerat Nakhoda dan Tiga Pihak Manajemen
Polsek Natar Tangkap Residivis Kambuhan Pencuri Kotak Amal
Patroli Gabungan di Gunung Anak Krakatau, Nelayan Masuk Zona Terlarang Ditegur Petugas
Survei PSI : “Publik Puas Terhadap Kinerja Polri Bongkar Kasus Brigadir J”
Bawa Senpi Saat Aksi, 20 Warga Diamankan Polisi
  • Beranda
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Term & Conditions

Find Us on Socials

© www.hanuang.com. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?