Hanuang.com — Suasana libur Lebaran yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam di Pantai Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar). Dalam satu hari, tiga wisatawan dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di lokasi tersebut, Senin (23/3/2026).
Korban pertama adalah Muhammad Alfareza, remaja asal Dusun Kalipasir, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Pesibar. Ia dilaporkan tenggelam sekitar pukul 14.00 WIB saat mandi bersama rekan-rekannya. Keceriaan siang itu mendadak berubah menjadi kepanikan ketika korban tak lagi terlihat di permukaan air.
Belum reda duka atas kejadian tersebut, musibah kembali terjadi pada sore harinya. Sekitar pukul 18.00 WIB, dua pengunjung lainnya, yakni Muhammad Fuad Abdullah, warga Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, serta Aulia Ulwan, warga Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, juga dilaporkan tenggelam di lokasi yang sama.
Upaya pencarian dilakukan secara intensif oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Polairud, TNI AL, aparat kecamatan, aparat pekon, serta masyarakat setempat.
Pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, kedua korban terakhir akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, jenazah Muhammad Alfareza telah lebih dahulu ditemukan pada pagi harinya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Ketiga jenazah kemudian dievakuasi ke puskesmas setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Lokasi Rawan Berulang Kali Telan Korban
Tragedi ini bukan kali pertama terjadi di Pantai Mandiri Sejati. Dalam beberapa tahun terakhir, perairan tersebut kerap memakan korban jiwa.
Tiga bulan sebelumnya, pada awal Januari 2026, seorang warga Lampung Utara, Rizal Wahyudi (30), juga dilaporkan hilang saat berenang di lokasi yang sama. Ia kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 15 mil laut dari titik awal kejadian.
Bahkan, pada tahun 2024, sedikitnya dua korban jiwa juga dilaporkan tenggelam di kawasan tersebut, termasuk seorang pelajar.
Rangkaian kejadian ini menegaskan bahwa Pantai Mandiri Sejati memiliki karakteristik ombak besar dan arus kuat yang berpotensi membahayakan, terutama bagi wisatawan yang kurang memahami kondisi perairan setempat.
Imbauan Kewaspadaan
Pihak Basarnas mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai.
“Utamakan keselamatan, perhatikan kondisi cuaca, dan jangan berenang terlalu jauh dari bibir pantai,” imbau petugas.
Tragedi yang berulang di lokasi yang sama menjadi pengingat bahwa di balik keindahan alam, laut menyimpan potensi bahaya yang tidak bisa dianggap remeh. (Arya)





